top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Kualitas Udara Palangka Raya Memburuk, BMKG Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Ilustrasi Kabut asap menyelimuti kota seiring menurunnya kualitas udara. (Foto: AI Generated)
Ilustrasi Kabut asap menyelimuti kota seiring menurunnya kualitas udara. (Foto: AI Generated)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Kualitas udara di Kota Palangka Raya kembali memburuk akibat meningkatnya konsentrasi partikel halus PM2.5. Dalam beberapa jam, kondisi udara berubah dari kategori baik hingga sempat mencapai level sangat tidak sehat sebelum bertahan pada kategori tidak sehat, Kamis (30/7/2026).


Berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, konsentrasi PM2.5 pada Kamis pagi tercatat mencapai 67,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut menempatkan kualitas udara di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah pada kategori tidak sehat dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.


Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika Priti, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.


"Pada hasil pemantauan hari ini, konsentrasi PM2.5 mencapai 67,5 µg/m³ atau berada pada kategori tidak sehat. Kondisi ini berpotensi memberikan dampak kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan," ujarnya.

Ia menjelaskan, perubahan kualitas udara terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Pada pukul 00.00 hingga 04.00 WIB, kualitas udara masih berada pada kategori baik. Namun memasuki pukul 05.00 hingga 08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 meningkat sehingga status kualitas udara berubah menjadi kategori sedang.


Kondisi semakin memburuk pada pukul 09.00 hingga 10.00 WIB ketika konsentrasi partikel halus melonjak hingga masuk kategori sangat tidak sehat. Menjelang siang, sekitar pukul 12.00 WIB, kualitas udara kembali membaik, tetapi masih berada pada kategori tidak sehat.


"Perubahan kualitas udara terjadi cukup cepat. Dini hari masih baik, kemudian meningkat menjadi sedang pada pagi hari, bahkan sempat mencapai kategori sangat tidak sehat sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB sebelum turun kembali menjadi tidak sehat menjelang siang," jelasnya.

Kelompok Rentan Diminta Lebih Waspada


Meski konsentrasi PM2.5 sempat menurun, kondisi udara hingga siang hari masih dinilai belum aman karena tingginya kandungan partikel halus dapat memicu berbagai gangguan kesehatan apabila terpapar dalam waktu lama.


Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga mampu masuk hingga ke paru-paru. Paparan dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, batuk, sesak napas, serta memperburuk penyakit asma maupun gangguan paru kronis.


BMKG mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah juga disarankan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus.


"Kami mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker yang dapat menyaring partikel halus dan terus pantau informasi resmi mengenai kualitas udara sebagai acuan dalam beraktivitas sehari-hari," tutup Ika. -red

Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page