Satgas Karhutla Kalteng Perkuat Operasi Darat dan Udara, Fokus Padamkan Titik Api di Pulang Pisau dan Palangka Raya
- Fransisca Fethy Angelina
- Jul 31
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengendali Karhutla dengan mengerahkan seluruh unsur operasi darat maupun udara untuk mempercepat penanganan di sejumlah wilayah prioritas, Kamis (30/7/2026).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus Komandan Harian Satgas Pengendali Karhutla, Ahmad Toyib, mengatakan seluruh personel terus disiagakan guna mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran seiring kondisi musim kemarau.
“Seluruh personel, baik Satgas Udara, Satgas Darat maupun tim pendukung operasi, kami kerahkan secara optimal sesuai tugas dan fungsinya. Fokus kami memastikan setiap titik api dapat segera terdeteksi dan ditangani secepat mungkin agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” ujarnya.
Menurut Ahmad Toyib, kondisi cuaca yang didominasi hari tanpa hujan serta tingkat kekeringan lahan yang tinggi menjadi tantangan dalam pengendalian karhutla. Karena itu, patroli udara, pemadaman darat, operasi water bombing, hingga sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan secara terpadu.
“Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan BNPB, BMKG, TNI, Polri, kementerian/lembaga terkait, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, relawan, serta seluruh elemen masyarakat agar penanganan Karhutla berjalan efektif dan terintegrasi,” katanya.
Operasi Water Bombing Terus Digencarkan
Pada sektor udara, Satgas mengerahkan armada patroli dan helikopter water bombing untuk memantau sekaligus memadamkan titik-titik kebakaran.
Hasil patroli udara menunjukkan lokasi yang masih membutuhkan penanganan intensif berada di Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, dengan area terbakar sekitar 9 hektare dan sekitar 15 hektare lahan yang masih mengeluarkan asap tebal.
Untuk mempercepat proses pemadaman, helikopter AS332C1 PK-DAN melaksanakan 72 kali pengeboman air di wilayah Jabiren, sedangkan helikopter EH-60A ZK-HKU melakukan 82 kali pengeboman air di kawasan Tumbang Nusa.
Di sektor darat, operasi pemadaman dilakukan secara terpadu oleh BPBPK bersama TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, TSAK, Balakar, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta pihak perusahaan.
Saat ini, penanganan difokuskan di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kelurahan Kameloh Baru, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya. Sejumlah lokasi masih memerlukan penanganan lanjutan karena karakteristik lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan.
Selain pemadaman, BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah juga mengintensifkan patroli darat dan siaran keliling di Kota Palangka Raya untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan titik api apabila ditemukan.
107 Titik Panas Terdeteksi
Berdasarkan hasil pemantauan cuaca dan iklim per 30 Juli 2026, terdeteksi sebanyak 107 titik panas (hotspot) di Kalimantan Tengah. Kabupaten Pulang Pisau menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 62 titik, disusul Kota Palangka Raya sebanyak 15 titik.
Meski citra satelit belum menunjukkan adanya sebaran asap dalam skala luas, kondisi lahan yang sangat kering membuat potensi terjadinya kebakaran masih tinggi. Ditambah lagi, prakiraan cuaca hingga awal Agustus 2026 masih didominasi kondisi cerah berawan dengan peluang hujan yang rendah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments