Pemkab Kotim Siapkan Opsi Penyesuaian Jam Sekolah Jika Kabut Asap Memburuk
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan pelajar apabila kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin memburuk. Salah satu opsi yang dipertimbangkan ialah penyesuaian atau pengunduran jam masuk sekolah jika kualitas udara dinilai tidak lagi aman.
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengatakan, hingga saat ini kegiatan belajar mengajar masih berlangsung normal. Namun, pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi udara sebelum mengambil kebijakan lebih lanjut.
"Untuk saat ini masih dievaluasi. Sepanjang masih bisa dengan jam sekarang, itu tidak masalah," kata Halikinnor, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama. Karena itu, apabila kabut asap mulai menyelimuti wilayah Kotim sejak pagi dan mengganggu aktivitas masyarakat, pemerintah akan mempertimbangkan penyesuaian jadwal sekolah.
"Kalau misalnya asap mulai pagi itu sudah kabur, tentu tidak mungkin anak-anak kita dipaksakan. Bisa saja jam masuk sekolah dimundurkan," ujarnya.
Halikinnor mengungkapkan telah menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk terus berkoordinasi serta melakukan pemantauan intensif terhadap kualitas udara.
"Makanya saya instruksikan Dinas Kesehatan dengan Dinas Pendidikan berkoordinasi. Mereka yang mengevaluasi secara teknis," tambahnya.
Status Tanggap Darurat Berlaku Hingga 26 Agustus
Langkah antisipasi tersebut disiapkan setelah Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur meningkatkan status penanganan karhutla dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat, yang berlaku mulai 30 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Keputusan itu diambil menyusul prakiraan cuaca yang menunjukkan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September, periode yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap.
"Ramalannya Agustus sampai September itu puncaknya. Mudah-mudahan tidak separah yang diperkirakan, tetapi kita tetap harus bersiap dan mengantisipasi apabila kondisi itu memang terjadi," ungkap Halikinnor.
Selain menyiapkan skenario penyesuaian jam sekolah, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla melalui penyediaan armada pemadam, distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak, serta mempererat koordinasi lintas instansi untuk meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments