Kebakaran Hanguskan 25 Bangunan di Pahandut, 128 Warga Mengungsi
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 days ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Kebakaran besar melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Dr. Murjani, Gang Sari 45, belakang Hotel Rahman, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Minggu (12/7/2026) siang. Sedikitnya 25 bangunan hangus terbakar dan 128 warga kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.
Api mulai berkobar sekitar pukul 13.10 WIB dan dengan cepat merambat ke bangunan lain. Kondisi permukiman yang didominasi rumah berbahan kayu serta tiupan angin kencang membuat kobaran api sulit dikendalikan pada awal kejadian.
Warga yang panik berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan barang-barang berharga. Sejumlah saksi mengaku sempat mendengar teriakan dan suara ledakan dari salah satu rumah sebelum api membesar.
Berdasarkan data sementara, kebakaran menghanguskan 25 bangunan yang terdiri atas 23 unit rumah, satu barak, dan satu bangunan sekolah. Sebanyak 128 jiwa terdampak untuk sementara mengungsi di pondok pesantren setempat.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Salah seorang saksi mata, Sauki, mengatakan api pertama kali terlihat dari bagian atas dapur salah satu rumah. Warga sempat berupaya memadamkan api secara mandiri, namun kobaran api dengan cepat membesar.
"Api berasal dari bagian atas dapur. Diduga karena korsleting listrik. Api cepat sekali membesar karena banyak rumah berbahan kayu dan angin sedang kencang. Ada juga beberapa warga yang mengalami luka ringan," ujarnya.
Ketua BPK Kamboja, Sucipto, mengatakan informasi kebakaran diterima sekitar pukul 13.10 WIB melalui grup WhatsApp. Puluhan unit pemadam dari berbagai organisasi Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) kemudian bergerak menuju lokasi.
Proses pemadaman melibatkan unsur BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, TNI, Polri, PLN, TSAK, Tim Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah, serta berbagai relawan.
Petugas membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mengendalikan kobaran api. Upaya pemadaman terkendala akses jalan yang sempit, kepadatan warga saat proses evakuasi, serta keterbatasan sumber air akibat musim kemarau.
"Informasi kami terima melalui grup WhatsApp pukul 13.10 WIB. Tim langsung bergerak. Api berhasil dicegah agar tidak meluas. Saat ini petugas tinggal melakukan pendinginan atau overhaul," kata Sucipto.
Dalam proses penanganan, seorang warga dilaporkan sempat pingsan akibat syok, sementara seorang anggota BPK mengalami luka ringan saat bertugas. Keduanya telah mendapatkan penanganan medis.
Camat Pahandut, Said Zain Bachsin, mengatakan pemerintah bersama instansi terkait langsung melakukan pendataan terhadap warga terdampak.
Penanganan dilakukan secara terpadu bersama Dinas Sosial, BPBD, pihak kelurahan, dan ketua RT setempat. Pemerintah juga menyiapkan layanan kesehatan, tenda pengungsian, serta dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban.
"Tidak ada korban jiwa. Penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. Kami sudah menurunkan tim kesehatan, berkoordinasi dengan BPBD untuk tenda pengungsian, sementara Dinas Sosial menyiapkan dapur umum. Kami turut berduka atas musibah ini dan akan melakukan langkah-langkah konkret agar penanganan korban berjalan maksimal," ujar Said.
Hingga proses pendinginan selesai dilakukan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Sementara itu, pemerintah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan untuk memastikan jumlah bangunan dan warga yang terdampak serta menyalurkan bantuan kepada para korban. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri





















Comments