Inflasi Tahunan Kalteng Capai 4,32 Persen, Beras dan BBM Jadi Penyumbang Utama
- Fransisca Fethy Angelina
- Aug 4
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) di provinsi ini mencapai 4,32 persen pada Juli 2026. Kenaikan tersebut ditandai dengan meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,20 pada Juli 2025 menjadi 112,87 pada Juli 2026.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas selama Juli 2026 secara umum mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Inflasi year-on-year itu terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran," ujarnya di Palangka Raya, Senin (3/8/2026).
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil sebesar 2,22 persen. Selanjutnya disusul kelompok transportasi sebesar 0,67 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,57 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran 0,29 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,27 persen.
Sementara itu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga memberikan andil 0,08 persen, kelompok pakaian dan alas kaki serta pendidikan masing-masing 0,07 persen, kelompok kesehatan 0,04 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, jasa keuangan, dan rekreasi, olahraga, serta budaya masing-masing sebesar 0,02 persen.
Menurut Toto, sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi tahunan di Kalimantan Tengah. Di antaranya beras, emas perhiasan, bensin, ikan nila, minyak goreng, ikan gabus, daging ayam ras, ikan patin, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, sigaret kretek mesin, pelumas atau oli mesin, solar, gula pasir, hingga berbagai produk makanan olahan seperti kue basah dan kue kering berminyak.
BPS juga mencatat seluruh kabupaten dan kota yang menjadi sampel pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi tahunan pada Juli 2026.
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 4,78 persen dengan IHK mencapai 114,36. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Sampit sebesar 3,58 persen dengan IHK 111,66.
Data tersebut menunjukkan tekanan harga masih terjadi di berbagai daerah di Kalimantan Tengah, terutama dipengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, energi, dan transportasi yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap inflasi tahunan. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments