Prabowo Tiba di Palangka Raya, Penanganan Karhutla Kalteng Jadi Perhatian Pusat
- Fransisca Fethy Angelina
- 5 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (22/8/2026) sore. Kedatangan Presiden berlangsung di tengah meningkatnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan.
Sebelum tiba di Palangka Raya, Prabowo terlebih dahulu meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat melihat langsung kondisi kebakaran sekaligus memperkuat penanganan di lapangan.
Di Kalteng, kondisi karhutla masih membutuhkan perhatian serius. Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng per 21 Agustus 2026, tercatat 1.639 kejadian karhutla dengan luas area terbakar mencapai 4.499,21 hektare.
Sementara itu, data harian hotspot pada 21 Agustus 2026 hingga pukul 18.00 WIB mencapai 2.479 titik panas.
Penanganan karhutla terus dilakukan melalui operasi darat dan udara. Satuan tugas udara mengoptimalkan penggunaan helikopter untuk pemadaman dengan metode water bombing, terutama pada lokasi yang sulit dijangkau petugas dari darat.
Dari sisi darat, penanganan melibatkan personel BPBD, TNI, Polri, relawan, serta unsur terkait lainnya. Secara keseluruhan, sekitar 10.700 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan karhutla di seluruh wilayah Kalteng.
Penanganan Karhutla Diperkuat
Peningkatan penanganan karhutla di Kalteng telah dilakukan sebelum kedatangan Presiden. Pemerintah daerah bersama unsur terkait memperkuat patroli, pemadaman, serta operasi udara untuk mengendalikan titik-titik kebakaran yang masih muncul di sejumlah wilayah.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Kelurahan Petuk Katimpun, Palangka Raya. Pada 19 Agustus 2026, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau langsung lokasi karhutla di kawasan tersebut.
Penanganan di wilayah Petuk Katimpun juga melibatkan personel dan relawan dari berbagai unsur. Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan karena api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul meski permukaan lahan telah terlihat padam.
Selain Palangka Raya, karhutla juga masih terjadi di sejumlah kabupaten di Kalteng. Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi salah satu wilayah dengan penanganan cukup intensif. Hingga 20 Agustus 2026, tercatat ratusan kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai lebih dari seribu hektare.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla membutuhkan dukungan personel, peralatan, sumber air, serta koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan.
Kedatangan Prabowo ke Palangka Raya menjadi bagian dari perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi karhutla di Kalteng. Peninjauan langsung tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus memastikan penanganan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan.
Dengan masih tingginya jumlah kejadian dan titik panas, pemerintah bersama seluruh unsur terkait masih menghadapi pekerjaan besar untuk mengendalikan kebakaran, mencegah meluasnya api, serta mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments