top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Relawan Karhutla Kotim Kembali Tumbang, Sesak Napas Saat Padamkan Api

Relawan dievakuasi ke RSUD dr. Murjani Sampit setelah mengalami sesak napas dan kelelahan saat memadamkan karhutla. (Foto: Istimewa)
Relawan dievakuasi ke RSUD dr. Murjani Sampit setelah mengalami sesak napas dan kelelahan saat memadamkan karhutla. (Foto: Istimewa)

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Seorang relawan kembali harus mendapat perawatan setelah mengalami sesak napas dan kelelahan saat membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).


Relawan Ketapi III, Muhammad Dhimas Hary, dievakuasi ke IGD RSUD dr. Murjani Sampit setelah kondisi fisiknya menurun saat berjibaku memadamkan api di kawasan Perumahan Grand Pelita, Jalan Pramuka, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Jumat (21/8/2026) sore.


Dhimas diduga mengalami kelelahan setelah cukup lama berada di tengah kepungan asap pekat saat membantu pemadaman. Lokasi kebakaran yang berada tidak jauh dari permukiman membuat relawan tetap harus bertahan untuk mencegah api meluas.


Rekan sesama relawan, Taufik, mengatakan kondisi Dhimas menjadi gambaran beratnya penanganan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kotim.


“Kelelahan dan sesak napas. Satu relawan tumbang lagi,” kata Taufik, Sabtu (22/8/2026).


Menurutnya, kondisi api di lokasi tersebut mulai berkurang setelah dilakukan penyiraman secara terus-menerus. Meski demikian, relawan masih berjaga karena titik kebakaran berada dekat dengan permukiman warga.


“Sudah dekat dengan permukiman. Posisi api sudah sedikit padam karena sudah disiram,” ujarnya.


Dhimas menjadi relawan kedua dari Ketapi III yang mengalami gangguan kesehatan akibat penanganan karhutla dalam sepekan terakhir.


Sebelumnya, Muhammad Rizky Mubarrak juga harus mendapatkan perawatan di RSUD dr. Murjani Sampit setelah mengalami sesak napas dan pingsan ketika membantu memadamkan kebakaran lahan.


Kondisi tersebut menunjukkan risiko yang dihadapi para relawan selama melakukan pemadaman. Selain berhadapan dengan api, mereka harus bekerja di tengah paparan asap pekat, cuaca panas, serta kondisi lapangan yang menguras tenaga.


Sementara itu, karhutla masih terjadi di sejumlah titik di Kotim. Pemerintah Kabupaten Kotim terus mengerahkan berbagai unsur untuk memperkuat penanganan, termasuk melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam distribusi air dan mendukung kebutuhan operasional tim pemadam.


Di tengah keterbatasan tersebut, para relawan masih terus melakukan pemadaman dan berjaga di sekitar titik kebakaran untuk mencegah api mendekati permukiman maupun meluas ke wilayah lainnya. -red



Comments


bottom of page