Lanud Iskandar Perkuat Penanganan Karhutla di Kobar, Keselamatan Penerbangan Jadi Perhatian
- Fransisca Fethy Angelina
- 17 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, turut mengancam aktivitas penerbangan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Kondisi tersebut mendorong Satgas Karhutla Lanud Iskandar bersama unsur gabungan memperkuat penanganan di sejumlah titik, termasuk kawasan Bungur dan Tatas.
Komandan Lanud Iskandar, Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto, mengatakan personel Lanud Iskandar dikerahkan untuk membantu pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke wilayah yang berisiko terdampak.
“Lanud Iskandar bersama petugas pemadam lainnya bahu-membahu memadamkan api,” ujar Nugroho.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, Manggala Agni, relawan, hingga masyarakat perlu bergerak bersama untuk mempercepat pengendalian kebakaran.
Aktivitas pemadaman karhutla oleh Satgas Lanud Iskandar bersama unsur gabungan di wilayah Kotawaringin Barat.
Kondisi karhutla sebelumnya juga sempat berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Iskandar. Asap pekat menyebabkan jarak pandang menurun dan berpengaruh terhadap keselamatan penerbangan.
Pada 14 Agustus 2026, sebanyak empat penerbangan di Bandara Iskandar dilaporkan mengalami penundaan dan pembatalan akibat memburuknya jarak pandang.
Nugroho menegaskan keselamatan penerbangan menjadi salah satu perhatian dalam penanganan karhutla. Asap yang berada di sekitar kawasan bandara dapat mengurangi jarak pandang dan berpotensi mengganggu proses tinggal landas maupun pendaratan pesawat.
Karena itu, Satgas Karhutla Lanud Iskandar tidak hanya melakukan pemadaman ketika api sudah membesar, tetapi juga berupaya menangani titik api sedini mungkin.
“Kita tidak boleh menunggu api membesar. Setiap titik api harus segera ditangani agar tidak berkembang dan meluas,” tegas Nugroho.
Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah karhutla. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan dan segera melaporkan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Penanganan karhutla di Kobar melibatkan sejumlah unsur, di antaranya TNI AU Lanud Iskandar, Kodim 1014 Pangkalan Bun, Polri, BPBD, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya.
Bagi Lanud Iskandar, penanganan karhutla juga menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat dan memastikan kawasan strategis, khususnya lingkungan Bandara Iskandar, tetap aman.
“Kami akan terus berupaya membantu penanganan karhutla bersama seluruh unsur terkait. Yang paling penting adalah api dapat dikendalikan, masyarakat terlindungi, dan keselamatan penerbangan tetap terjaga,” pungkas Nugroho.
Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan dapat mempercepat pengendalian karhutla sekaligus mengurangi dampaknya terhadap masyarakat, lingkungan, dan aktivitas penerbangan di Pangkalan Bun. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri





















Comments