top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Mahasiswa FISIP UPR Turun Langsung Padamkan Karhutla di Lingkungan Kampus

Mahasiswa BEM dan sejumlah Ormawa FISIP UPR membantu pemadaman kebakaran lahan gambut yang meluas ke kawasan kampus. (Foto: Istimewa)
Mahasiswa BEM dan sejumlah Ormawa FISIP UPR membantu pemadaman kebakaran lahan gambut yang meluas ke kawasan kampus. (Foto: Istimewa)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Kebakaran lahan gambut di kawasan Universitas Palangka Raya (UPR) memasuki hari ketiga, Jumat (21/8/2026). Kondisi tersebut mendorong mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan sejumlah organisasi mahasiswa (Ormawa) FISIP UPR turun langsung membantu pemadaman.


Kebakaran yang awalnya terjadi di sekitar Gedung PPIIG UPR mulai merembet ke kawasan FMIPA, FISIP hingga Studio Lama UPR. Kepulan asap tebal dan karakteristik lahan gambut yang dapat menyimpan bara membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan berulang.


Mahasiswa bersama tim pemadam universitas dan relawan lainnya melakukan penyekatan, pemadaman, hingga pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.


Gubernur BEM FISIP UPR mengatakan mahasiswa telah terlibat dalam penanganan sejak kebakaran terjadi.


“Sejak tiga hari terakhir, kawan-kawan BEM UPR bersama relawan mahasiswa dari beberapa fakultas sudah bergerak dan siaga melakukan pemadaman. Api di lahan gambut memang tidak mudah dipadamkan,” ujarnya.


Ia mengatakan mahasiswa FISIP memilih turun langsung setelah api mulai mendekati lingkungan kampus.


“Melihat kondisi tersebut, kami dari BEM FISIP UPR bersama beberapa Ormawa FISIP tergerak ikut turun langsung membantu memadamkan api dengan daya dan upaya yang kami miliki. Apalagi saat ini api sudah mulai merembet ke kawasan lingkungan UPR,” katanya.


Menurutnya, keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan sekaligus mencegah kebakaran meluas dan mengancam fasilitas kampus maupun lingkungan sekitar.


Dekan FISIP UPR, Prof. Bhayu Rhama, mengapresiasi kepedulian mahasiswa yang ikut membantu penanganan karhutla. Namun, ia mengingatkan agar keterlibatan mahasiswa di lapangan tetap memperhatikan keselamatan dan koordinasi.


“Yang paling penting adalah menjaga ketenangan, keselamatan dan semangat gotong royong. Setiap aksi di lapangan harus tetap mengutamakan keselamatan dan dilakukan secara terkoordinasi dengan tim yang memiliki kewenangan,” tegasnya.


Hingga Jumat petang, mahasiswa bersama petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan atau mopping up. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan bara yang masih tersimpan di dalam tanah gambut tidak kembali menyala ketika tertiup angin.


Bhayu menilai keterlibatan mahasiswa dalam situasi tersebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.


“Mahasiswa adalah bagian penting dari masyarakat. Kehadiran mereka di tengah situasi sulit seperti ini hendaknya menjadi energi positif bagi semua pihak,” pungkasnya. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page