DPRD Kotim Dorong Perusahaan Perkuat Peran Masyarakat Peduli Api
- Fransisca Fethy Angelina
- 1 day ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Upaya mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai membutuhkan keterlibatan lebih banyak pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut.
Ketua Komisi I DPRD Kotim, Angga Aditya Nugraha, mengapresiasi perusahaan yang telah membentuk dan membina Masyarakat Peduli Api (MPA) di sekitar wilayah operasionalnya.
Menurut Angga, keberadaan MPA dapat membantu memperkuat penanganan karhutla karena masyarakat yang telah mendapatkan pembinaan dapat menjadi garda terdepan ketika muncul titik api.
“Pembinaan dari perusahaan ini tentunya sangat positif. Kawasan Kotim masih banyak hutannya dan laporan kebakaran juga masih sering kita terima, baik di kawasan hutan maupun di pinggir jalan,” ujar Angga, Rabu (12/8/2026).
Ia menilai keterlibatan perusahaan penting untuk memperkuat upaya pemerintah dan petugas dalam menghadapi ancaman karhutla. Dukungan tersebut tidak hanya berupa pembentukan dan pembinaan MPA, tetapi juga dapat diberikan melalui penyediaan akomodasi maupun fasilitas pendukung bagi petugas dan masyarakat.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya perusahaan yang sudah membentuk satuan untuk melakukan tindakan pemadaman api,” katanya.
Angga berharap program serupa dapat diterapkan oleh seluruh perusahaan yang beroperasi di Kotim. Menurutnya, semakin banyak kelompok masyarakat yang terlatih dan siap bergerak, semakin besar pula peluang kebakaran dapat ditangani sejak awal sebelum meluas.
“Harapan kami, program pembentukan, pembinaan dan satuan seperti ini juga dilakukan semua perusahaan lainnya,” tegasnya.
Selain perusahaan, Angga juga mendorong masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan untuk membentuk kelompok yang terorganisir. Kelompok tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam melakukan pencegahan maupun penanganan awal ketika terjadi kebakaran.
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, masyarakat serta unsur terkait lainnya. Keterlibatan berbagai pihak akan memperluas jangkauan pemantauan sekaligus mempercepat respons terhadap titik api.
Sementara terkait dukungan perusahaan selama ini, Angga menilai kontribusi yang diberikan sudah cukup baik, terutama dalam membantu BPBD dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Yang saya tahu sementara ini cukup baik. Ada perusahaan yang memberikan bantuan akomodasi, khususnya untuk wilayah di sekitar mereka, baik kepada BPBD maupun masyarakat,” pungkasnya.
Angga berharap dukungan tersebut terus diperkuat dan diperluas sehingga upaya pencegahan karhutla di Kotim tidak hanya bergantung pada petugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments