top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Kasus ISPA di Kotim Melonjak 100 Persen di Tengah Kabut Asap Karhutla

 RSUD dr. Murjani Sampit melayani pasien di tengah meningkatnya kasus ISPA yang terjadi bersamaan dengan kabut asap karhutla di Kotawaringin Timur. (Foto: Istimewa)
 RSUD dr. Murjani Sampit melayani pasien di tengah meningkatnya kasus ISPA yang terjadi bersamaan dengan kabut asap karhutla di Kotawaringin Timur. (Foto: Istimewa)

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami lonjakan di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


RSUD dr. Murjani Sampit mencatat 154 kasus ISPA sepanjang Juli 2026, meningkat sekitar 100 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 62 kasus.


Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. Murjani Sampit, dr. Candra E, mengatakan terdapat penambahan 92 kasus ISPA dalam satu bulan. Dari total kasus pada Juli, sebanyak 106 pasien menjalani rawat jalan, sementara 48 pasien harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.


“Data bulan Juli, kasus ISPA untuk rawat jalan dan rawat inap sebanyak 154 kasus. Dibandingkan Juni yang hanya 62 kasus, terjadi kenaikan sekitar 100 persen,” ujar Candra, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, peningkatan kasus tersebut terjadi bersamaan dengan memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla yang melanda sejumlah wilayah Kotim.


Paparan asap dan kondisi udara yang buruk dapat mengganggu saluran pernapasan. Gejala yang muncul antara lain batuk, pilek, nyeri tenggorokan hingga sesak napas.


“Asap karhutla dan kondisi kekeringan dapat menyebabkan batuk, pilek, nyeri tenggorokan hingga sesak napas,” jelasnya.

Kelompok yang dinilai lebih rentan terhadap dampak paparan asap antara lain anak-anak, lansia serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.


Candra mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker juga dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan asap.


“Masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat kualitas udara memburuk,” katanya.

Ia juga meminta warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA yang tidak kunjung membaik. Pemeriksaan sejak dini diperlukan agar kondisi tidak berkembang menjadi lebih berat.


Lonjakan kasus tersebut menjadi perhatian di tengah karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kotim. Selain mengancam lingkungan dan aktivitas masyarakat, kabut asap yang ditimbulkan juga mulai memberikan dampak terhadap kesehatan warga. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page