top of page

Legislator Kotim Dorong Penguatan Pendidikan Pancasila untuk Bentuk Karakter Generasi Muda

Updated: 10 hours ago

Anggota DPRD Kotawaringin Timur Riskon Fabiansyah saat membacakan teks Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di halaman Kantor Bupati Kotim, Senin (1/6/2026). (Foto. Dok. Antara News Kalteng)
Anggota DPRD Kotawaringin Timur Riskon Fabiansyah saat membacakan teks Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di halaman Kantor Bupati Kotim, Senin (1/6/2026). (Foto. Dok. Antara News Kalteng)

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah, menekankan pentingnya penguatan pendidikan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan arus globalisasi.


Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Kotim, Senin (1/6/2026). Pada upacara tersebut, Riskon bertugas membacakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.


Menurutnya, Pancasila merupakan fondasi utama bangsa yang tidak hanya menjaga persatuan, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter generasi penerus.


Ia menilai kemajuan teknologi informasi yang berkembang pesat saat ini perlu diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, khususnya kalangan remaja.


Berbagai persoalan sosial seperti perundungan, kekerasan seksual, penyalahgunaan narkoba, hingga menurunnya etika dalam kehidupan sehari-hari dinilai menjadi tantangan yang perlu dihadapi melalui penguatan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila.


“Nilai-nilai Pancasila harus menjadi filter bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman dan kemajuan teknologi,” ujarnya.


Politisi Partai Golkar itu mengatakan dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan pemahaman tentang ideologi bangsa kepada peserta didik sejak dini.


Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada satuan pendidikan dalam memperkuat pembelajaran dan implementasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekolah.


Menurut Riskon, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa sebelumnya, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih kuat dalam pembinaan karakter dan moral kebangsaan.


Ia juga menyoroti adanya kecenderungan menurunnya pemahaman terhadap nilai-nilai dasar Pancasila di tengah perkembangan era digital yang begitu cepat.


“Generasi muda merupakan calon pemimpin masa depan yang harus dipersiapkan tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari aspek karakter, moral, dan wawasan kebangsaan,” katanya.


Riskon berharap momentum Hari Lahir Pancasila dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat pendidikan karakter dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


Ia juga mendorong agar program-program pembinaan ideologi bangsa di lingkungan pendidikan dapat terus dikembangkan guna membentuk generasi muda yang berintegritas, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana


Comments


bottom of page