Bias Layar Ajak Masyarakat Jadikan Pancasila Kompas Hadapi Tantangan Era Digital
- Fransisca Fethy Angelina
- Aug 3
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Bias Layar, S.H., mengajak masyarakat menjadikan Pancasila sebagai pedoman utama dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital, mulai dari maraknya penyebaran hoaks hingga menguatnya politik identitas.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Sarasehan Penguatan Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Tambun Bungai, Palangka Raya, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Komisi XIII DPR RI itu bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sekaligus mendorong lahirnya relawan yang mampu menjadi penggerak semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Bias Layar menegaskan bahwa keberagaman Indonesia merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
"Di tengah derasnya arus digitalisasi, penyebaran hoaks, politik identitas, hingga menurunnya rasa toleransi, Pancasila harus menjadi kompas yang menuntun arah bangsa agar tetap bersatu dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.
Menurut Bias, penguatan ideologi Pancasila tidak cukup berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi harus diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan tindakan nyata seluruh elemen masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya generasi muda memahami sejarah lahirnya Pancasila, mulai dari proses perumusan hingga penetapannya sebagai dasar negara.
Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah tersebut akan menumbuhkan rasa memiliki sekaligus tanggung jawab untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
"Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi pandangan hidup bangsa, ideologi negara, pemersatu bangsa, sekaligus paradigma dalam pembangunan ilmu pengetahuan. Karena itu, penguatan ideologi Pancasila harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan, dialog kebangsaan, dan keterlibatan aktif masyarakat," ujarnya.
Sarasehan tersebut menghadirkan Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama BPIP, Dr. Mukhamad Fachrurozi, S.Sos., M.Si., serta akademisi Universitas Palangka Raya, Dr. Heria Mariaty, S.H., M.Hum., sebagai narasumber.
Keduanya memaparkan materi mengenai penguatan ideologi Pancasila serta implementasinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah perkembangan teknologi dan dinamika sosial.
Melalui kegiatan ini, BPIP bersama Komisi XIII DPR RI berharap semakin banyak Relawan Kebajikan Pancasila yang mampu menjadi motor penggerak dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Penguatan pemahaman terhadap Pancasila diharapkan dapat memperkokoh semangat persatuan, memperkuat toleransi, dan menjaga keutuhan bangsa di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri





















Comments