Menteri Kehutanan Tinjau Karhutla Petuk Katimpun, Kalteng Perkuat Penanganan
- Fransisca Fethy Angelina
- 10 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni meninjau langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Rabu (19/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi karhutla sekaligus memantau penanganan yang dilakukan petugas di lapangan. Raja Juli tiba di Palangka Raya dan disambut Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran di VIP Room Isen Mulang Bandara Tjilik Riwut.
Agustiar mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran.
“Pencegahan dan penanganan karhutla memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat,” ujar Agustiar.
Menurutnya, kesiapsiagaan perlu terus ditingkatkan, terutama di wilayah yang memiliki potensi kebakaran. Setiap titik api juga harus segera ditangani agar tidak meluas dan berdampak terhadap masyarakat maupun lingkungan.
Agustiar turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Ia meminta warga segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.
“Peran masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla. Kesadaran untuk menjaga lingkungan harus terus ditingkatkan, termasuk dengan tidak membuka atau membersihkan lahan melalui pembakaran,” katanya.
Sementara itu, Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menangani karhutla, termasuk melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan penegakan hukum.
“Operasi modifikasi cuaca adalah salah satu upaya untuk mendukung penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang membutuhkan tambahan curah hujan. Namun, upaya tersebut harus berjalan beriringan dengan pencegahan dan pengawasan di lapangan,” ujar Raja Juli.
Ia menegaskan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan juga perlu dilakukan secara tegas untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Selain pemerintah dan aparat, Raja Juli menilai masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah karhutla. Ia mengingatkan warga untuk tidak menggunakan api saat membuka maupun membersihkan lahan, terutama ketika kondisi lingkungan kering.
Peninjauan di Petuk Katimpun menjadi bagian dari koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi karhutla di Kalimantan Tengah. Langkah pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan di lapangan hingga penegakan hukum terus didorong agar kebakaran tidak meluas dan dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments