top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Sungai Hantipan Kering, DPRD Kotim Minta Pemprov Kalteng Bertindak

Sungai Hantipan menjadi jalur transportasi penting yang menghubungkan wilayah Kotawaringin Timur dan Kabupaten Katingan. (Foto: Istimewa)
Sungai Hantipan menjadi jalur transportasi penting yang menghubungkan wilayah Kotawaringin Timur dan Kabupaten Katingan. (Foto: Istimewa)

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kondisi Sungai Hantipan yang mengalami penurunan debit air dinilai perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Sungai yang menjadi penghubung Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kabupaten Katingan tersebut masih menjadi tumpuan masyarakat untuk transportasi dan distribusi kebutuhan sehari-hari.


Ketua DPRD Kotim Rimbun mengatakan, Sungai Hantipan memiliki peran strategis bagi masyarakat di kedua wilayah. Ketika debit air menurun hingga sulit dilalui, mobilitas warga ikut terganggu karena belum tersedia akses darat yang memadai sebagai jalur alternatif.


“Ini harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut hajat hidup masyarakat. Sungai Hantipan merupakan jalur penghubung yang sangat penting bagi warga,” ujar Rimbun.


Menurutnya, kondisi sungai yang tidak dapat dilalui tidak hanya berdampak terhadap perjalanan masyarakat, tetapi juga distribusi barang dan aktivitas ekonomi warga. Masyarakat yang selama ini mengandalkan transportasi air terpaksa menghadapi keterbatasan akses ketika kondisi sungai tidak memungkinkan untuk dilalui.


Rimbun menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dan pemerintah provinsi karena menyangkut konektivitas antarwilayah. Penanganan tidak cukup hanya dilakukan ketika debit air turun, tetapi perlu ada langkah jangka panjang agar Sungai Hantipan tetap dapat dimanfaatkan masyarakat.


Ia berharap anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) II turut memperjuangkan kondisi Sungai Hantipan agar masuk dalam pembahasan dan prioritas pembangunan daerah.


“Perlu ada perhatian dan penanganan yang serius agar akses masyarakat tidak terputus dan aktivitas ekonomi maupun sosial warga tetap berjalan lancar,” katanya.


Rimbun juga menyoroti belum tersedianya jalur darat yang memadai untuk menggantikan fungsi Sungai Hantipan. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin bergantung pada jalur sungai untuk bepergian maupun mengangkut kebutuhan.


Menurutnya, pemerintah perlu melihat kondisi tersebut sebagai persoalan konektivitas sekaligus kebutuhan dasar masyarakat. Perbaikan akses transportasi di wilayah tersebut dinilai dapat memberikan dampak terhadap kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.


Ia meminta Pemprov Kalteng segera melakukan langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan fungsi Sungai Hantipan. Pemerintah juga diharapkan dapat berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten serta pihak terkait untuk mencari solusi yang sesuai dengan kondisi wilayah.


Dengan penanganan yang lebih serius, Sungai Hantipan diharapkan tetap menjadi jalur penghubung yang dapat diandalkan masyarakat Kotim dan Katingan, terutama ketika akses darat belum mampu menjadi alternatif yang memadai. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page