Pemko Palangka Raya Siapkan 11 Puskesmas Hadapi Dampak Kabut Asap
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memperkuat kesiapan sektor kesehatan untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 11 puskesmas di wilayah kota telah disiapkan dengan ruang oksigen untuk membantu penanganan masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, perlindungan kesehatan masyarakat menjadi salah satu perhatian pemerintah di tengah kondisi kualitas udara yang menurun akibat asap karhutla.
“Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik dan masyarakat yang mengalami keluhan akibat paparan asap dapat segera memperoleh penanganan,” kata Fairid, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, kesiapan fasilitas kesehatan perlu dibarengi dengan kemudahan akses pelayanan bagi masyarakat. Karena itu, selain puskesmas, pemerintah juga mengoptimalkan keberadaan puskesmas pembantu (pustu) di tingkat kelurahan.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan tanpa harus menempuh jarak yang jauh.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya gangguan kesehatan selama kondisi kabut asap.
“Dinas Kesehatan terus memastikan fasilitas pelayanan kesehatan siap memberikan penanganan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi udara,” ujar Riduan.
Sebanyak 11 puskesmas telah dilengkapi ruang oksigen yang dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari penanganan awal bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan ketika kualitas udara memburuk.
Selain itu, pelayanan kesehatan melalui pustu yang tersebar di 30 kelurahan juga terus dioptimalkan. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mempercepat masyarakat mendapatkan pemeriksaan dan pertolongan kesehatan di wilayah tempat tinggal masing-masing.
Dinkes Palangka Raya juga terus memantau perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Data tersebut menjadi salah satu indikator untuk melihat dampak kondisi udara terhadap kesehatan masyarakat sekaligus menentukan langkah antisipasi selanjutnya.
Riduan mengimbau masyarakat tidak mengabaikan keluhan pada saluran pernapasan, terutama ketika mulai mengalami batuk, pilek atau gejala lain yang mengganggu.
Masyarakat diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan agar dapat memperoleh penanganan lebih awal dan mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.
Di tengah kondisi udara yang terdampak asap, masyarakat juga diingatkan untuk ikut melindungi kesehatan diri. Mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker ketika berada di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga asupan gizi dan vitamin menjadi beberapa langkah yang dapat dilakukan.
Pemko Palangka Raya bersama Dinas Kesehatan akan terus memantau kondisi kesehatan masyarakat dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan selama penanganan karhutla berlangsung. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments