Karhutla Kotim Mengarah ke Hutan Adat, Warga Minta Bantuan Helikopter
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Bukit Santuai, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dikhawatirkan merambah kawasan hutan adat. Kondisi medan yang sulit dijangkau melalui jalur darat membuat upaya pemadaman menghadapi kendala.
Kepala Desa Tumbang Penyahuan, Sempung, meminta pemerintah daerah melalui BPBD Kotim mengerahkan helikopter water bombing untuk membantu memadamkan api yang mulai menjalar ke kawasan hutan adat.
“Mohon bantuan helikopter water bombing untuk menangani karhutla karena sudah merambat ke hutan adat,” ujar Sempung, Selasa (25/8/2026).
Menurut Sempung, pemadaman saat ini masih dilakukan dengan peralatan seadanya. Tim di lapangan kesulitan menjangkau bagian tengah hingga atas bukit yang masih terbakar.
“Harapan kami bantuan dari Pemerintah Kabupaten melalui BPBD, heli water bombing dari provinsi. Karena kami hanya menggunakan alat seadanya untuk memadamkan api,” katanya.
Sebagian api di bagian pinggir kawasan disebut sudah berhasil dipadamkan. Namun, kobaran masih terlihat di bagian tengah dan atas bukit yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Hutan kita ini sudah termakan api. Bagian pinggir sudah padam, tetapi bagian tengah atas bukit masih menyala. Tidak bisa dipadamkan lewat darat,” ujarnya.
Kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan. Akses menuju lokasi membuat kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau seluruh titik api. Warga dan relawan pun hanya dapat melakukan pemadaman pada bagian yang masih bisa dicapai dengan berjalan kaki dan menggunakan peralatan yang tersedia.
Sebelumnya, Camat Bukit Santuai Agus Saptono melaporkan karhutla terjadi di wilayah Desa Tumbang Penyahuan dan Desa Tanah Haluan. Kebakaran berada di sekitar kawasan PT AWL.
Berdasarkan laporan yang diterimanya dari pihak perusahaan pada Selasa (25/8/2026), pemantauan menggunakan drone Mavic 2 masih menemukan asap sisa kebakaran.
Dari pemantauan tersebut, ditemukan tiga titik kebakaran dengan estimasi luas keseluruhan sekitar 2,5 hektare. Salah satu lokasi lahan masyarakat yang terbakar di Desa Tanah Haluan disebut berjarak sekitar 100 meter dari kawasan perusahaan.
Pemadaman sebelumnya dilakukan Tim Keminting Estate pada Senin (24/8/2026) malam, mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Penanganan melibatkan personel perusahaan, relawan kecamatan, serta warga Desa Tumbang Penyahuan.
Warga berharap dukungan operasi udara dapat segera diberikan sebelum api meluas dan semakin mendekati kawasan hutan adat yang memiliki nilai penting bagi masyarakat setempat. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments