Kebakaran Pangkalan LPG di Sampit, Kerugian Ditaksir Rp500 Juta
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kebakaran menghanguskan sebuah bangunan yang difungsikan sebagai rumah tinggal sekaligus pangkalan LPG, gudang solar, dan tempat penyimpanan pupuk di Jalan Insinyur Soekarno, Lingkar Utara, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (26/8/2026). Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.06 WIB dan dengan cepat membesar. Kondisi semakin berisiko karena di lokasi terdapat sejumlah tabung LPG serta bahan lain yang mudah terbakar. Kobaran api juga sempat mengancam bangunan di sekitar lokasi.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kotim, petugas langsung bergerak setelah menerima informasi. Tim tiba di lokasi dan mulai melakukan penanganan sekitar pukul 10.16 WIB.
Komandan Pleton II Damkarmat Kotim, Febbry, mengatakan bangunan yang terbakar merupakan bangunan semi permanen milik Suprianto dengan ukuran sekitar 20 x 30 meter. Saat kejadian, bangunan tersebut diketahui ditempati Sumina seorang diri.
“Objek yang terbakar merupakan bangunan dengan luas sekitar 20 x 30 meter persegi yang digunakan sebagai rumah tinggal sekaligus lokasi usaha pangkalan elpiji, gudang solar, dan penyimpanan pupuk,” ungkap Febbry dalam laporannya.
Kepala Pleton Damkarmat Kotim, Febry, mengatakan saat petugas tiba, api sudah membesar dan membakar sejumlah material di dalam bangunan.
“Pada saat kita ke lokasi, apinya sudah cukup membesar karena membakar sebagian bahan yang ada di situ, seperti LPG dan kemungkinan aspal,” katanya.
Keberadaan tabung LPG yang diduga masih berisi membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan penuh kewaspadaan. Tekanan gas yang keluar dari sejumlah tabung juga cukup tinggi sehingga kobaran api terlihat semakin besar dan sempat membuat warga panik.
Meski demikian, selama proses pemadaman tidak terjadi ledakan tabung LPG. Petugas juga melakukan pembentengan untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain, terutama rumah warga yang berada di belakang lokasi.
“Alhamdulillah di lapangan tidak terjadi ledakan, hanya saja tekanannya tinggi atau high pressure, sehingga mungkin ada sedikit kepanikan dari masyarakat melihat apinya terlalu besar,” ujar Febry.
Penanganan melibatkan tiga regu Damkarmat Kotim serta personel gabungan dari BPBD, TNI-Polri, PLN, PMI, Tim Gabungan Karhutla, relawan pemadam kebakaran, dan masyarakat sekitar.
Setelah proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan atau overhaul, api berhasil dikendalikan. Operasi penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 12.09 WIB dan kondisi di lokasi dipastikan aman.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, bangunan mengalami kerusakan berat dan kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Petugas akan memastikan sumber api dan faktor yang menyebabkan kebakaran tersebut.
Di tengah kondisi cuaca panas dan meningkatnya ancaman karhutla di Kotim, Damkarmat mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, termasuk tidak membakar sampah sembarangan.
“Di tengah karhutla ini, yang pertama pesan kami selalu waspada karena cuaca di Sampit ini sangat tinggi. Yang kedua, jangan membakar sampah, apalagi di sekitar kita terdapat semak belukar karena sangat membahayakan,” pesan Febry.
Menurutnya, kebakaran bangunan juga dapat bermula dari pembakaran sampah yang kemudian merambat ke lahan kering dan menjalar ke permukiman. Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah kejadian serupa. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments