top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Karhutla Kalteng Masih Berisiko Tinggi, Pemadaman dan Patroli Terus Diperkuat

Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pembasahan lahan yang terdampak karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. (Foto: PPID BPB-PK Prov. Kalteng)
Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pembasahan lahan yang terdampak karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. (Foto: PPID BPB-PK Prov. Kalteng)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat pemantauan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul masih tingginya risiko kebakaran di sejumlah wilayah. Pemadaman melalui jalur darat dan udara dilakukan secara terpadu untuk mencegah api meluas.


Berdasarkan laporan Posko Pengendalian Karhutla per Rabu (26/8/2026), sejumlah hotspot dan fire spot masih terpantau di beberapa kabupaten. Kondisi kekeringan dan rendahnya curah hujan membuat sejumlah lokasi masih berpotensi mengalami kebakaran maupun kemunculan kembali titik api.


Hasil pemantauan udara menggunakan data Sipongi dan Fine Fuel Moisture Code (FFMC) menunjukkan adanya indikasi kebakaran aktif maupun kepulan asap di sejumlah lokasi.


Di Kabupaten Katingan, kebakaran terpantau di wilayah Kamipang dengan kondisi asap tebal dan estimasi area terdampak sekitar lima hektare. Sementara di Baamang Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, sejumlah titik api berasap ditemukan di dekat permukiman dengan estimasi area terbakar sekitar lima hektare.


Kebakaran juga terpantau di Mentawa Baru Ketapang dan Mentaya Hilir Selatan, Kotawaringin Timur. Area terdampak masing-masing diperkirakan sekitar empat dan delapan hektare. Penanganan di Mentaya Hilir Selatan turut mendapat dukungan operasi udara berupa pickup water.


Sejumlah titik juga ditemukan di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. Di Jabiren dan Kahayan Kuala, kondisi asap bervariasi dari tipis hingga tebal. Sementara di Dadahup dan Bentuk, Kabupaten Kapuas, masih ditemukan hotspot dengan indikasi asap.


Di Kabupaten Seruyan, fire spot di Paring Raya masih terpantau berasap dengan estimasi area terbakar sekitar dua hektare dan berpotensi meluas. Sementara titik di Seruyan Hilir dinyatakan clear. Sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Barat, Sukamara, dan Lamandau juga terpantau relatif aman.


Risiko Kebakaran Masih Sangat Tinggi


Kondisi Kalteng masih berada pada tingkat risiko karhutla sangat tinggi. Data BMKG pada 26 Agustus 2026 pukul 14.30 WIB mencatat 1.871 titik panas, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Kotawaringin Timur, Gunung Mas, dan Kota Palangka Raya.


Kekeringan ekstrem, minimnya curah hujan, serta kondisi cuaca yang didominasi cerah hingga cerah berawan diperkirakan masih berlangsung hingga 2 September 2026. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan gambut, lahan kering, semak belukar, dan wilayah dengan vegetasi mudah terbakar.


Dampak asap juga mulai dirasakan hingga wilayah luar Indonesia. Sebaran asap bergerak ke arah barat laut hingga utara dan dilaporkan mencapai Sarawak, Malaysia. Di Palangka Raya, konsentrasi PM2.5 sempat berada pada kategori sangat tidak sehat, sementara jarak pandang di Buntok tercatat sekitar 900 meter.


Kondisi tersebut membuat masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.


Pemadaman Darat dan Udara Terus Berjalan


Posko PDB Karhutla Kalteng mencatat 798 hotspot per 26 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 688 titik atau 86,21 persen telah dipatroli melalui udara.


Operasi water bombing juga terus dilakukan. Sebanyak 25 kali penyiraman dilakukan di Babirah, Kotawaringin Timur, sedangkan 37 kali dilakukan di kawasan Hiu Putih, Palangka Raya.


Operasi udara tersebut melibatkan PT Dominic Asasta Aviasi melalui Ops. PKY. Meski sebagian titik berhasil ditangani, beberapa lokasi masih menyisakan asap sehingga membutuhkan pemantauan dan penanganan lanjutan.


Penanganan dari darat melibatkan BPBD, Damkar, TNI-Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, Masyarakat Peduli Api (MPA), Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), perusahaan, relawan, hingga unsur mahasiswa.


Di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, area terdampak karhutla diperkirakan mencapai 261,08 hektare. Api utama telah berhasil dipadamkan, tetapi masih terdapat titik asap yang sulit dijangkau sehingga membutuhkan pemantauan dan penanganan lanjutan.


Sementara di Kota Palangka Raya, pemadaman dan pembasahan dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk kawasan Jalan Tjilik Riwut, Tingang, Banteng, Hiu Putih, dan Langkai Permai.


Daops Manggala Agni bersama personel BKO dan unsur terkait juga terus melakukan pemadaman di sejumlah wilayah. Kondisi lahan yang ditangani bervariasi, mulai dari gambut, tanah mineral, Area Penggunaan Lain (APL), hingga kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK).


Di beberapa lokasi, petugas masih menemukan kepulan asap dan titik api pada lapisan gambut. Kondisi ini membutuhkan pembasahan dan pemantauan secara berkala untuk mencegah api kembali muncul.


Berdasarkan rekapitulasi Januari hingga Agustus 2026, tercatat 606 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai 246,5 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 238,32 hektare telah berhasil dipadamkan.


Selain pemadaman, Satgas Karhutla juga memperkuat pencegahan melalui patroli, Siaran Keliling (Sirling), pembagian brosur, dan masker kepada masyarakat.


Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap. Pemerintah juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dengan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara menurun.


Pemerintah Provinsi Kalteng bersama seluruh unsur terkait akan terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan selama risiko karhutla masih tinggi. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas dan berdampak lebih besar terhadap masyarakat maupun lingkungan. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page