Pondok di Kawasan Pengeringan Sampit Terbakar, Diduga Dipicu Karhutla
- Fransisca Fethy Angelina
- 57 minutes ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Sebuah pondok di Jalan Jenderal Sudirman Km 4,5 kawasan Pengeringan, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MB Ketapang), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terbakar pada Selasa (25/8/2026) siang.
Kebakaran dilaporkan terjadi setelah api dari lahan di sekitar lokasi mulai mendekati bangunan. Saat petugas tiba, pondok dalam kondisi terkunci dan tidak berpenghuni telah habis terbakar.
Kepala Peleton I Damkarmat Kotim, Akhmad Ilham Wahyudi, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 14.12 WIB. Regu pemadam kemudian bergerak dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.20 WIB.
“Informasi yang kami terima, kebakaran lahan sudah mendekati rumah. Setelah petugas tiba, ternyata api sudah menghabiskan sebuah pondok yang terkunci dan tidak berpenghuni,” ujarnya.
Menurut Ilham, pemadaman awal telah dilakukan petugas Posko Karhutla yang berada di sekitar lokasi. Regu III Damkarmat kemudian melanjutkan penanganan dengan melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.
Pondok yang terbakar berukuran sekitar 5 x 6 meter. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
“Setelah kondisi objek dinyatakan aman, petugas kembali ke Mako Damkarmat untuk melanjutkan tugas,” jelasnya.
Dalam penanganan tersebut, Damkarmat Kotim mengerahkan satu unit mobil pemadam dengan enam personel dari Regu III. Petugas juga mendapat dukungan tiga unit dari Posko Karhutla beserta personelnya, Redkar, serta ambulans Masjid Jami As-Salam.
Dugaan sementara, kebakaran pondok berkaitan dengan kebakaran lahan yang terjadi di sekitar lokasi. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan lebih lanjut.
Proses penanganan berlangsung sekitar 32 menit, mulai pukul 14.21 WIB hingga pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 14.53 WIB. Setelah memastikan lokasi aman, petugas kembali ke markas dan tiba sekitar pukul 15.01 WIB.
Selama proses penanganan, tidak ditemukan kendala berarti. Operasional petugas, dukungan logistik, kemampuan personel, serta komunikasi berjalan dengan baik hingga penanganan selesai. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments