Strategi Pengembangan UPTD Perikanan Tangkiling Dimatangkan, Pemko Palangka Raya Dorong Penguatan Produksi Ikan
- Fransisca Fethy Angelina
- Aug 13
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya mendorong pengembangan UPTD Perikanan Budidaya Ikan Air Tawar Tangkiling agar tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi benih, tetapi juga mampu mendukung produktivitas pembudidaya dan ketahanan pangan daerah.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, saat membuka Seminar Akhir Strategi Pengembangan UPTD Perikanan Budidaya Ikan Air Tawar Tangkiling di Aula Rahan Pumpung Kapakat Kantor Bapperida Kota Palangka Raya, Rabu (12/8/2026).
Arbert mengatakan, seminar akhir merupakan tahapan penting dalam penyusunan rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan kajian ilmiah. Hasil kajian diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai arah pengembangan UPTD Perikanan Budidaya Ikan Air Tawar Tangkiling.
“Seminar ini menjadi tahapan penting dalam penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis data dan kajian ilmiah. Kita berharap hasil kajian yang disampaikan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai strategi pengembangan UPTD Perikanan Budidaya Ikan Air Tawar Tangkiling,” ucapnya.
Menurut Arbert, Palangka Raya memiliki potensi sumber daya perairan darat yang cukup besar. Sungai, danau, rawa hingga ekosistem lahan gambut tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan dalam mendukung sektor perikanan.
“Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan budidaya perikanan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus stabilitas pasokan ikan di Kota Palangka Raya,” tambahnya.
Arbert menilai keberadaan UPTD Perikanan Budidaya Ikan Air Tawar Tangkiling memiliki posisi strategis dalam pembangunan sektor perikanan. Pengelolaannya diharapkan dapat diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha budidaya ikan.
“UPTD ini diharapkan dapat mendukung para pembudidaya untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, membuka peluang ekonomi, sekaligus mendorong kemandirian daerah dalam penyediaan benih ikan yang berkualitas,” jelasnya.
Ia berharap hasil kajian yang dipaparkan dalam seminar dapat menghasilkan rekomendasi yang realistis dan aplikatif, serta sesuai dengan potensi dan kebutuhan Kota Palangka Raya.
Rekomendasi tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi acuan dalam memperkuat tata kelola UPTD, meningkatkan kapasitas produksi, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, hingga pengembangan usaha perikanan budidaya secara berkelanjutan.
“Yang terpenting, hasil kajian ini jangan berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan dan program yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan perikanan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Arbert. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments