top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Posko Istana Isen Mulang Jadi Pusat Pantau Karhutla Kalteng secara Real-Time

Posko Pemantauan Karhutla di Istana Isen Mulang menjadi pusat pemantauan kondisi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. (Foto: Dinas Kehutanan Kalteng)
Posko Pemantauan Karhutla di Istana Isen Mulang menjadi pusat pemantauan kondisi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. (Foto: Dinas Kehutanan Kalteng)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memperkuat pengawasan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Posko Pemantauan Karhutla yang berada di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng.


Posko tersebut menjadi salah satu pusat pemantauan perkembangan karhutla secara real-time. Dari lokasi tersebut, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dapat memantau situasi di sejumlah wilayah sekaligus berkomunikasi dengan petugas yang berada di lapangan.


Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining, mengatakan keberadaan posko merupakan salah satu upaya mempercepat pengambilan keputusan dalam penanganan karhutla yang masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah.


“Pak Gubernur bisa memantau perkembangan detik demi detik, menit demi menit dari posko ini. Dengan pemantauan langsung, beliau dapat memberikan arahan dan kebijakan yang tepat sasaran sesuai dinamika serta tingkat keparahan di lapangan,” ujar Agustan, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, posko tersebut telah beroperasi sekitar dua pekan dan terhubung dengan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) serta sejumlah titik pemantauan di berbagai wilayah Kalteng.


Sebanyak 32 titik pemantauan live ditempatkan di kawasan yang dinilai rawan karhutla maupun wilayah yang memiliki dukungan jaringan komunikasi memadai. Sistem tersebut memungkinkan kondisi di lapangan dipantau sekaligus menjadi sarana komunikasi dengan personel yang bertugas.


“Beliau bisa melihat langsung situasi, berinteraksi dengan personel di lapangan, lalu menentukan apakah perlu ada penambahan tim atau penyesuaian strategi. Mana wilayah yang cukup ditangani tim yang ada, dan mana yang membutuhkan perkuatan,” jelas Agustan.

Salah satu wilayah yang masih menjadi perhatian adalah Kabupaten Pulang Pisau, khususnya kawasan Tumbang Nusa. Karakteristik lahan gambut di kawasan tersebut membuat api berpotensi lebih cepat menyebar apabila tidak segera ditangani.


Agustan menegaskan penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemprov Kalteng terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah kabupaten, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Manggala Agni.


“Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan TNI, Polri, pemerintah kabupaten, hingga kelompok masyarakat seperti Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Manggala Agni. Ini adalah tanggung jawab bersama, jangan ada yang merasa paling dominan,” tegasnya.

Selain pemantauan, sejumlah langkah teknis juga dilakukan di lapangan. Pemprov Kalteng membuat sekat bakar serta membersihkan saluran kanal sepanjang lebih dari enam kilometer untuk menghambat penjalaran api di kawasan gambut.


Sebanyak enam sumur bor juga telah dibangun di sejumlah titik strategis dan dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan air selama proses pemadaman.


Penguatan penanganan juga dilakukan melalui operasi udara dengan pengerahan tiga helikopter water bombing dan satu helikopter patroli bantuan BNPB. Pemprov Kalteng juga menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan dan sebaran awan hujan di wilayah Kalteng.


Berdasarkan data Pemprov Kalteng hingga Selasa (11/8/2026) pukul 18.00 WIB, tercatat 603 hotspot tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Selain itu, terdapat 48 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar berdasarkan laporan dan verifikasi lapangan mencapai 65,92 hektare.


Sementara itu, estimasi luas area terbakar berdasarkan citra satelit Landsat 8 mencapai 3.069,52 hektare. Perbedaan angka tersebut disebabkan metode penghitungan yang berbeda, di mana data 65,92 hektare berasal dari kejadian yang dilaporkan dan diverifikasi di lapangan, sedangkan angka 3.069,52 hektare merupakan estimasi berdasarkan analisis citra satelit.


Kotawaringin Timur menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 233 titik, disusul Kabupaten Kapuas 90 titik, Kota Palangka Raya 77 titik dan Pulang Pisau 56 titik.


Dari sisi luas lahan terbakar berdasarkan laporan lapangan, Kabupaten Kapuas tercatat paling tinggi dengan 15,504 hektare, disusul Kotawaringin Timur 14,43 hektare dan Kotawaringin Barat 13,16 hektare.


Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, Pemprov Kalteng terus memperkuat pemantauan dan penanganan melalui pengerahan personel gabungan. Sekitar 10.700 personel dikerahkan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla di berbagai wilayah.


Kombinasi pemantauan real-time, penanganan darat dan udara, penguatan sarana pemadaman serta koordinasi lintas instansi diharapkan dapat mempercepat respons terhadap titik api dan mencegah karhutla berkembang menjadi bencana asap yang lebih luas. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page