Menko Polkam dan Gubernur Kalteng Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla di Kapuas
- Fransisca Fethy Angelina
- 3 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, KAPUAS – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Jumat (31/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta isu-isu strategis lainnya di Kalimantan Tengah.
Kegiatan yang berlangsung di Hall Rumah Jabatan Bupati Kapuas itu dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Edy Pratowo, Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno, Wakil Bupati Kapuas Dodo, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, unsur TNI-Polri, serta sejumlah bupati dan wakil bupati se-Kalimantan Tengah.
Dalam arahannya, Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan Kalimantan memiliki posisi strategis sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pelestarian lingkungan.
"Kalimantan memiliki posisi yang sangat strategis. Karena itu, penanganan karhutla, pemberantasan pertambangan tanpa izin, illegal logging, penyelesaian konflik agraria, hingga penguatan koordinasi lintas sektor harus terus ditingkatkan melalui sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, TNI, Polri, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat," tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia mengedepankan konsep President of Solutions, yakni pemerintahan yang berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan masyarakat secara cepat, tepat, dan terukur melalui program-program prioritas nasional.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memaparkan potensi besar yang dimiliki provinsi ini di sektor kehutanan, perkebunan, pertanian, perikanan, hingga pertambangan. Menurutnya, potensi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung program strategis nasional, terutama di bidang ketahanan pangan dan energi.
"Kalimantan Tengah memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung program strategis nasional. Namun, berbagai tantangan seperti karhutla, pertambangan tanpa izin, illegal logging, dan konflik agraria harus ditangani secara bersama melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan," ujar Agustiar.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno memaparkan perkembangan penanganan karhutla di wilayahnya hingga 29 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kapuas telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla, membentuk Satuan Tugas Penanganan Karhutla hingga tingkat kecamatan dan desa, serta menerbitkan surat edaran kepada camat, lurah, kepala desa, dan perusahaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
"Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha hingga masyarakat agar upaya pencegahan dapat berjalan efektif dan risiko kebakaran dapat ditekan semaksimal mungkin," kata Wiyatno.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga terus mengintensifkan patroli terpadu, sosialisasi pencegahan karhutla, apel siaga, rapat koordinasi, serta penegakan hukum bersama kepolisian, kejaksaan, dan Dewan Adat terhadap praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Selain itu, surat imbauan telah disampaikan kepada perusahaan perkebunan, pertambangan, hutan tanaman industri (HTI), dan hak pengusahaan hutan (HPH) agar berperan aktif mencegah kebakaran di wilayah operasional masing-masing.
Melalui kunjungan kerja tersebut, diharapkan koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, pemerintah kabupaten dan kota, Forkopimda, serta seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan, mengendalikan karhutla, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments