Karhutla Kalteng Dipantau Digital, Pangdam Dorong Respons Cepat Titik Api
- Fransisca Fethy Angelina
- 7 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pengawasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital dan koordinasi lintas sektor. Data titik panas hingga jaringan kamera CCTV digunakan untuk membantu mendeteksi potensi kebakaran agar dapat ditangani sebelum meluas.
Kesiapan sistem tersebut ditinjau Pangdam Mayjen TNI Zainul Arifin saat mengunjungi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (23/7/2026).
Dalam kunjungan itu, Pangdam yang disambut Kepala Pelaksana BPB-PK Kalteng Ahmad Toyib melihat langsung sistem integrasi data sebaran hotspot serta pemantauan kondisi lapangan secara real-time melalui jaringan CCTV di sejumlah wilayah rawan karhutla.
Penguatan sistem pemantauan dinilai penting mengingat luasnya kawasan gambut di Kalimantan Tengah. Saat memasuki musim kemarau, kondisi lahan yang semakin kering membuat kebakaran berpotensi lebih cepat meluas dan membutuhkan penanganan intensif.
Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi. Keterpaduan informasi harus diikuti dengan kesiapan personel agar temuan di pusat pemantauan dapat segera ditindaklanjuti di lapangan.
“Penanganan karhutla di Kalimantan Tengah tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada kolaborasi yang solid antara TNI, BPB-PK Kalteng, kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat. Melalui pemantauan CCTV dan data terintegrasi di Pusdalops ini, kita bisa mendeteksi titik api lebih cepat dan langsung menerjunkan tim gabungan ke lokasi,” ujarnya.
Menurutnya, kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah kebakaran berkembang semakin luas. Karena itu, jajaran Babinsa juga disiapkan untuk memperkuat patroli terpadu bersama Satgas Karhutla dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Pusdalops Disiagakan 24 Jam
Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib mengatakan, dukungan personel di lapangan menjadi bagian penting dalam melengkapi sistem pemantauan digital yang telah dijalankan.
“Sinergi antara sistem pemantauan digital yang kami kelola dengan kesiapan personel TNI di lapangan merupakan salah satu kunci utama agar respons terhadap ancaman karhutla berjalan efektif, cepat, dan terukur,” kata Toyib.
Pusdalops-PB BPB-PK Kalteng disiagakan selama 24 jam untuk memantau perkembangan kondisi karhutla sekaligus menyediakan data terkini bagi Satgas Karhutla di kabupaten dan kota.
Dengan sistem tersebut, informasi mengenai indikasi titik panas maupun kondisi di wilayah rawan dapat menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan pengecekan dan menentukan langkah penanganan di lapangan.
Meski teknologi pemantauan terus diperkuat, pencegahan dari tingkat masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam menekan kejadian karhutla. BPB-PK Kalteng kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Kolaborasi antara sistem pemantauan, kesiapan personel dan partisipasi masyarakat diharapkan mampu mempercepat deteksi serta penanganan titik api sehingga risiko kebakaran dan kabut asap selama musim kemarau dapat ditekan. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments