top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Jaga Daya Beli Warga, Gerakan Pangan Murah di Palangka Raya Beri Subsidi hingga 40 Persen

Jul 24
2 min read
Warga membeli sejumlah kebutuhan pokok dalam Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemprov Kalteng bersama Pemko Palangka Raya. (Foto: MC Kota Palangka Raya)
Warga membeli sejumlah kebutuhan pokok dalam Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemprov Kalteng bersama Pemko Palangka Raya. (Foto: MC Kota Palangka Raya)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Ratusan warga memadati Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kota Palangka Raya, Kamis (23/7/2026). Sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau melalui subsidi hingga 40 persen.


Kegiatan yang berlangsung di halaman Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi.


Berbagai komoditas pangan tersedia dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai, hingga produk hortikultura lokal.


Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan, GPM menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah agar masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau di tengah dinamika harga pasar.


“Gerakan Pangan Murah merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Saya mengajak seluruh pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan ketahanan pangan serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok,” ujar Agustiar.

Menurutnya, upaya menjaga stabilitas pangan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, pelaku usaha hingga masyarakat perlu membangun kerja sama agar pasokan tetap tersedia dan gejolak harga dapat ditekan.


Komoditas Pangan Disubsidi 40 Persen


Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden menjelaskan, pemerintah memberikan subsidi sebesar 40 persen terhadap berbagai komoditas pangan yang dipasarkan dalam kegiatan tersebut.


Sasarannya antara lain ASN Golongan I dan II, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun paruh waktu, tenaga alih daya, pengemudi ojek daring, serta kelompok masyarakat yang dinilai rentan terhadap gejolak ekonomi.


“Sesuai arahan Bapak Gubernur, pemerintah memberikan subsidi harga sebesar 40 persen untuk berbagai komoditas pangan. Seluruh produk yang dipasarkan telah melalui proses verifikasi mutu dan kelayakan sehingga aman dikonsumsi masyarakat,” jelas Linae.

Tidak hanya pangan murah, kegiatan juga dirangkaikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Menurut Linae, kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat.


Pelaksanaan GPM melibatkan sejumlah perangkat daerah dan instansi, termasuk sektor pertanian, perikanan, koperasi dan UMKM hingga Perum Bulog. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan ketersediaan komoditas dalam jumlah yang mencukupi selama kegiatan berlangsung.


Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengapresiasi kolaborasi Pemprov Kalteng dan Pemkot Palangka Raya. Menurutnya, pangan murah dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjadi instrumen untuk menjaga stabilitas harga.


“Melalui pelaksanaan GPM ini, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari berbagai program pengendalian inflasi dan ketahanan pangan,” ujar Zaini.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, distributor, pelaku usaha dan petani lokal terus diperkuat sehingga ketersediaan pangan di Palangka Raya dapat terjaga, terutama ketika terjadi kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.


Selain menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya, GPM diharapkan memberikan dampak langsung terhadap masyarakat melalui akses pangan yang lebih terjangkau sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi daerah. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page