Gubernur Kalteng Ajak Mahasiswa Baru UIN Palangka Raya “Menjemput Peradaban”
- Fransisca Fethy Angelina
- 1 day ago
- 3 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengajak mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya mengubah pola pikir dari sekadar “menuntut ilmu” menjadi bagian dari upaya “menjemput peradaban”.
Pesan tersebut disampaikan melalui Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, saat membuka kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Palangka Raya di Aula Utama UIN Palangka Raya, Rabu (12/8/2026).
Agustiar menekankan, mahasiswa UIN memiliki tanggung jawab moral dan spiritual yang besar karena menempuh pendidikan di lingkungan akademik yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Sebagai mahasiswa UIN, kalian membawa beban moral dan spiritual yang istimewa. Kalian menuntut ilmu di lembaga yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan sains dan keilmuan modern,” ujar Sunarti saat membacakan pesan Gubernur.
Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh pencapaian indeks prestasi kumulatif (IPK), tetapi juga oleh kedalaman pemahaman, kemampuan berpikir kritis, serta manfaat ilmu yang dapat diberikan kepada masyarakat.
“Jangan pernah merasa cukup hanya dengan mengejar IPK tinggi. Kejarlah pemahaman yang mendalam, kembangkan pola pikir kritis, dan jadikan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk menebar kebaikan atau rahmatan lil ‘alamin,” katanya.
Agustiar juga menyebut pembangunan Kalimantan Tengah membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, menguasai bidangnya, sekaligus memahami kearifan lokal melalui falsafah Huma Betang.
“Kalimantan Tengah saat ini sedang bergerak cepat menuju kemajuan. Kita membutuhkan SDM yang unggul, ahli di bidangnya, berintegritas, dan memahami kearifan lokal Falsafah Huma Betang,” tuturnya.
Karena itu, mahasiswa didorong memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kapasitas diri. Selain mengikuti kegiatan akademik, mahasiswa diminta aktif berorganisasi, mempelajari keterampilan baru, serta membangun kemampuan komunikasi, kepemimpinan, teknologi dan jejaring.
“Jangan biarkan waktu kalian habis hanya untuk hal-hal yang tidak produktif. Aktiflah di organisasi kampus, pelajari keterampilan baru, dan bangun jejaring seluas-luasnya,” pesan Gubernur.
Di sisi lain, Agustiar mengingatkan mahasiswa agar menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan, seperti pergaulan bebas, tindakan asusila, perjudian online, penyalahgunaan narkoba dan berbagai perilaku negatif lainnya.
Mahasiswa juga diminta mengingat perjuangan orang tua yang telah memberikan dukungan selama menempuh pendidikan.
“Ingatlah pengorbanan orang tua yang mendoakan dan membiayai kuliah kalian. Tunjukkan bahwa kepercayaan mereka tidak sia-sia,” tegasnya.
Agustiar turut mendorong mahasiswa memiliki cita-cita tinggi dan tidak mudah menyerah dalam menjalani proses pendidikan maupun kehidupan.
“Bercita-citalah setinggi bintang di langit, sehingga ketika terjatuh, kita tetap berada di antara bintang-bintang,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan. Kemauan, usaha, doa, kerja keras, kesabaran dan pengorbanan menjadi bagian dari proses untuk mencapai kesuksesan.
“Dalam hidup ini tidak ada yang tidak mungkin. Semua bergantung pada kemauan, usaha, dan doa. Tidak ada kesuksesan yang instan. Semua membutuhkan proses, kerja keras, kesabaran, dan pengorbanan,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, lanjutnya, berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi melalui berbagai program strategis, termasuk beasiswa serta dukungan sarana dan prasarana pendidikan.
“Kami terus berupaya menyediakan berbagai program strategis agar pemuda-pemudi Kalteng mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Kepada pimpinan dan dosen UIN Palangka Raya, Agustiar menitipkan mahasiswa baru agar dibimbing menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kedalaman spiritual dan kepedulian sosial.
“Bimbinglah mereka menjadi sarjana yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kepedulian sosial yang tinggi,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor UIN Palangka Raya Ahmad Dakhoir beserta jajaran akademisi UIN Palangka Raya. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments