top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

DPRD Kotim Sampaikan Aspirasi Daerah ke DPR RI, Karhutla hingga Infrastruktur Jadi Sorotan

Ketua DPRD Kotim Rimbun bersama jajaran melakukan pertemuan dengan anggota DPR RI asal Kalteng, Muhammad Syauqie, untuk menyampaikan sejumlah aspirasi daerah. (Foto: Istimewa)
Ketua DPRD Kotim Rimbun bersama jajaran melakukan pertemuan dengan anggota DPR RI asal Kalteng, Muhammad Syauqie, untuk menyampaikan sejumlah aspirasi daerah. (Foto: Istimewa)

KALTENG NETWORK, SAMPIT – DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyampaikan sejumlah persoalan daerah yang dinilai membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah pusat kepada anggota DPR RI asal Kalimantan Tengah, Muhammad Syauqie, Rabu (2/9/2026).


Pertemuan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD Kotim ke Jakarta untuk memperkuat komunikasi dengan wakil rakyat Kalteng di tingkat pusat.


Rombongan dipimpin Ketua DPRD Kotim Rimbun dan didampingi Wakil Ketua II DPRD Kotim Rudianur serta sejumlah anggota DPRD, di antaranya Akhyannoor, Wahito Fajriannoor, Pardamean Gultom, Ramadhana Rahman, dan Cindy Maulidtika.


Rimbun mengatakan, pertemuan tersebut penting karena Muhammad Syauqie merupakan wakil masyarakat Kalteng di DPR RI sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.


“Kami datang karena beliau merupakan wakil rakyat asal Kalteng. Kami berharap bisa membantu memperjuangkan persoalan yang ada di Kotim, apalagi beliau juga anggota Banggar DPR RI,” kata Rimbun.


Dalam pertemuan tersebut, DPRD Kotim menyampaikan berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat. Persoalan yang dibahas mencakup keterbatasan fiskal daerah, minimnya dana bagi hasil (DBH), konflik sosial, serta persoalan yang berkaitan dengan PT Agrinas Palma Nusantara.


DPRD juga meminta perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur, termasuk peningkatan jalan, pembangunan jembatan, penanganan alur sungai, hingga pengembangan sektor transportasi udara.


Selain infrastruktur, sejumlah persoalan kebutuhan dasar masyarakat turut disampaikan. Di antaranya kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM), gangguan pasokan listrik, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.


Rimbun menyoroti dampak karhutla terhadap masyarakat, terutama karena kebun milik warga yang menjadi sumber penghidupan ikut terdampak kebakaran.


“Karhutla yang terjadi saat ini telah berdampak langsung terhadap masyarakat. Banyak kebun pribadi yang menjadi sumber penghidupan warga ikut terbakar. Ini persoalan serius karena menyangkut mata pencaharian masyarakat,” ujarnya.


Menurut Rimbun, kondisi fiskal daerah yang terbatas membuat dukungan pemerintah pusat dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan yang terus meningkat. Karena itu, aspirasi yang disampaikan diharapkan dapat dikawal melalui kebijakan maupun dukungan anggaran di tingkat pusat.


Rimbun juga mengapresiasi perhatian Syauqie terhadap sejumlah kebutuhan Kotim selama ini. Beberapa di antaranya berkaitan dengan pengembangan Bandara H Asan Sampit, pembangunan infrastruktur, sektor pertanian, dan berbagai program pembangunan lainnya.


“Kami mengakui selama ini sudah banyak perjuangan Pak Syauqie untuk Kotim. Kami berharap perjuangan itu terus dilanjutkan,” ujarnya.


Ia berharap komunikasi antara DPRD Kotim dan wakil rakyat di tingkat pusat dapat terus diperkuat sehingga berbagai persoalan daerah tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi berlanjut pada pengawalan program dan dukungan konkret.


“Beliau ada di Banggar DPR RI. Besar harapan kami persoalan-persoalan yang kami sampaikan bisa diakomodir dan diperjuangkan,” pungkas Rimbun. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page