Calon Paskibraka Katingan Jalani Prosesi Adat Tampung Tawar Sebelum Diklat
- Fransisca Fethy Angelina
- Aug 7
- 2 min read

KALTENG NETWORK, KASONGAN – Sebanyak 46 peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Katingan Tahun 2026 menjalani prosesi adat Tampung Tawar usai memasuki gerbang "Desa Bahagia" di Halaman Losmen Citra Katingan, Kamis (6/8/2026). Prosesi tersebut menjadi bagian dari pembukaan diklat sekaligus wujud pelestarian budaya lokal dalam pembinaan generasi muda.
Ritual adat dipimpin langsung oleh Mantir Adat setempat dan diikuti seluruh peserta, panitia, tim pelatih, pamong, pendamping, serta tenaga kesehatan yang akan mendampingi pemusatan latihan selama 12 hari.
Prosesi Tampung Tawar merupakan tradisi masyarakat Kalimantan Tengah yang sarat makna sebagai doa keselamatan, perlindungan, dan keberkahan bagi seseorang yang akan menjalani tugas atau perjalanan penting. Dalam pelaksanaan diklat Paskibraka, ritual ini menjadi simbol penyambutan sekaligus harapan agar seluruh peserta mampu mengikuti pembinaan dengan baik hingga menjalankan tugas pada Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain menjadi warisan budaya yang terus dilestarikan, prosesi tersebut juga mencerminkan penghormatan terhadap kearifan lokal yang tetap dipadukan dengan kegiatan kenegaraan. Melalui doa yang dipanjatkan, seluruh peserta diharapkan memperoleh kesehatan, keselamatan, keteguhan hati, serta kelancaran selama mengikuti setiap tahapan pendidikan dan pelatihan.
Pemerintah Kabupaten Katingan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memandang pelestarian budaya daerah sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Nilai-nilai budaya lokal dinilai sejalan dengan semangat nasionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, dan cinta tanah air yang menjadi dasar pembinaan anggota Paskibraka.
Selama mengikuti pemusatan latihan, para peserta akan mendapatkan berbagai materi, mulai dari latihan baris-berbaris, pembinaan fisik dan mental, penguatan wawasan kebangsaan, hingga pendidikan karakter. Seluruh rangkaian tersebut dipersiapkan untuk membentuk calon Paskibraka yang disiplin, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap mengemban amanah sebagai pengibar Sang Saka Merah Putih.
Melalui perpaduan antara tradisi adat dan pembinaan kebangsaan, Pemerintah Kabupaten Katingan berharap para calon Paskibraka tidak hanya mampu melaksanakan tugas dengan baik, tetapi juga menjadi generasi muda yang menghargai warisan budaya leluhur sekaligus memiliki semangat nasionalisme yang kuat. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments