Gebyar PAUD Kotim Kenalkan Budaya Dayak Sejak Dini
- Fransisca Fethy Angelina
- 1 hour ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong pengenalan budaya daerah sejak usia dini melalui Gebyar PAUD dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut dirangkai dengan peluncuran buku Aku Cinta Budaya Dayak di Atrium Citimall Sampit, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor dan diikuti ratusan anak PAUD dari berbagai sekolah di Kotim.
Halikinnor mengapresiasi pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Gebyar PAUD. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus mendukung pembentukan karakter anak sejak usia dini.
Salah satu kegiatan dalam Gebyar PAUD yakni lomba mewarnai kipas yang diikuti 510 peserta anak TK se-Kotawaringin Timur. Selain menjadi wadah bagi anak untuk menyalurkan kreativitas, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengenalkan unsur budaya lokal melalui aktivitas yang dekat dengan dunia anak.
Pengenalan budaya daerah juga diperkuat melalui peluncuran buku Aku Cinta Budaya Dayak karya Ermawati, SE., M.Pd.
Buku tersebut memperkenalkan berbagai unsur budaya Dayak dalam tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Dayak, dan Inggris. Buku ini juga dilengkapi QR Code yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran secara lebih interaktif.
Pengenalan budaya sejak dini dinilai penting untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah. Anak tidak hanya didorong untuk berkembang secara kreatif dan percaya diri, tetapi juga mengenal serta menghargai budaya yang menjadi bagian dari lingkungan mereka.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Kotim berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Gebyar PAUD dan peluncuran buku Aku Cinta Budaya Dayak diharapkan menjadi salah satu langkah untuk membentuk generasi Kotawaringin Timur yang kreatif, berkarakter, sekaligus memiliki kecintaan terhadap budaya daerah. -red
Penulis: Angel
Editor; Emuna Asie





















Comments