top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Banggar DPRD Kalteng Cermati Belanja Daerah Bersama TAPD

Sekda Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden menghadiri Rapat Badan Anggaran DPRD Provinsi Kalteng bersama TAPD dan perangkat daerah di Ruang Rapat Gabungan DPRD Provinsi Kalteng, Palangka Raya, Senin (10/8/2026). (Foto: MMC Kalteng)
Sekda Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden menghadiri Rapat Badan Anggaran DPRD Provinsi Kalteng bersama TAPD dan perangkat daerah di Ruang Rapat Gabungan DPRD Provinsi Kalteng, Palangka Raya, Senin (10/8/2026). (Foto: MMC Kalteng)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Tengah bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan perangkat daerah melanjutkan pembahasan anggaran dengan mencermati sisi belanja daerah di Ruang Rapat Gabungan DPRD Provinsi Kalteng, Senin (10/8/2026).


Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden dan dipimpin Ketua DPRD Provinsi Kalteng Arton S. Dohong. Pembahasan belanja menjadi kelanjutan setelah sebelumnya Banggar bersama TAPD membahas pendapatan daerah.


Dalam pengantarnya, Arton mengatakan pencermatan belanja diperlukan agar setiap alokasi anggaran memiliki dasar yang jelas serta selaras dengan program pembangunan daerah.


“Beberapa hari yang lalu kita telah menuntaskan pembahasan secara detail terkait pendapatan daerah, baik pendapatan asli daerah maupun dana transfer. Hari ini kita melanjutkan pembahasan pada sisi belanja,” tutur Arton.

Sejumlah komponen belanja menjadi perhatian Banggar, di antaranya belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja subsidi, serta komponen belanja lainnya.


Menurut Arton, pencermatan dilakukan untuk memastikan perencanaan anggaran dan realisasi belanja dapat berjalan selaras. Untuk mendukung pembahasan tersebut, Banggar meminta TAPD menyampaikan sejumlah data pendukung, termasuk jumlah pegawai serta informasi terkait belanja barang dan jasa.


“Seluruh anggota DPRD kami harapkan dapat melakukan pencermatan terhadap belanja pegawai, belanja barang dan jasa, termasuk hal-hal lain yang perlu dikonfirmasi kepada pemerintah daerah,” katanya.

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan TAPD bersama sejumlah perangkat daerah. Pemaparan tersebut dilakukan untuk menjawab pertanyaan sekaligus memberikan penjelasan atas masukan anggota Banggar terkait pelaksanaan dan perencanaan anggaran.


Dari pembahasan tersebut, Banggar memperoleh penjelasan mengenai sejumlah hal yang menjadi perhatian legislatif. Namun, beberapa poin masih memerlukan pendalaman dan konfirmasi lebih lanjut.


Arton menegaskan proses pembahasan anggaran masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Ia meminta anggota Banggar mencatat berbagai hal yang masih perlu ditanyakan untuk kemudian dibahas bersama TAPD.


“Kita masih memiliki waktu beberapa hari. Karena itu, hal-hal yang penting untuk ditanyakan atau dikonfirmasikan agar dicatat dan dibahas bersama TAPD,” ungkapnya.

Ia juga meminta para kepala perangkat daerah tetap mengikuti agenda pembahasan lanjutan bersama DPRD, termasuk rapat yang berlangsung pada malam hari, agar proses pembahasan dapat berjalan efektif dan tidak terputus.


Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalteng memastikan penyusunan anggaran dilakukan secara cermat, terbuka, dan sesuai kebutuhan pembangunan serta pelayanan masyarakat.


Melalui koordinasi antara Banggar, TAPD, dan perangkat daerah, setiap kebijakan penganggaran diharapkan dapat dipertanggungjawabkan sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kalimantan Tengah. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page