Search Results
2812 results found with an empty search
- Pedagang Nasi Kuning Keluhkan Harga Ikan Gabus Naik dan Pasokan Mulai Langka
Ilustrasi: Nasi kuning dengan lauk ikan gabus. (Foto: Dok. Kalteng Network) KALTENG NETWORK, SAMPIT - Kenaikan harga ikan gabus atau ikan haruan mulai dikeluhkan para pedagang nasi kuning di Sampit. Ikan yang menjadi salah satu lauk khas kuliner Kalimantan itu kini semakin sulit didapat dengan harga yang terus melonjak. Selama ini ikan gabus menjadi pilihan utama pelengkap nasi kuning karena memiliki cita rasa gurih dan banyak diminati masyarakat. Namun dalam beberapa pekan terakhir, harga ikan tersebut mengalami kenaikan cukup signifikan di sejumlah pasar tradisional. Salah seorang pedagang nasi kuning di kawasan Taman Kota Sampit, Narullah, mengatakan kondisi tersebut mulai memengaruhi biaya operasional usahanya. Menurutnya, harga ikan gabus yang biasanya relatif stabil kini meningkat tajam sehingga menyulitkan pedagang dalam menghitung modal usaha. “Kalau harga ikan terus naik, mau tidak mau harga jual atau porsi harus disesuaikan. Tapi kami juga khawatir pelanggan jadi berkurang,” ujarnya, Kamis (21/5). Ia menjelaskan, selain harga yang tinggi, pasokan ikan gabus di pasar juga mulai berkurang. Jika tersedia, harga ikan gabus bahkan bisa mencapai Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram. Para pedagang menduga kondisi cuaca serta menurunnya hasil tangkapan nelayan menjadi salah satu penyebab terbatasnya pasokan ikan gabus di pasaran. Meski menghadapi kenaikan harga dan kelangkaan pasokan, pedagang nasi kuning tetap berusaha mempertahankan kualitas rasa agar pelanggan tetap bertahan. Sebagian pedagang memilih mengurangi porsi lauk, sementara lainnya mencoba menggunakan alternatif lauk lain untuk sementara waktu. Warga yang biasa membeli nasi kuning berharap harga ikan gabus dapat kembali normal. Mereka menilai nasi kuning dengan lauk ikan gabus sudah menjadi menu sarapan khas yang sulit digantikan. Para pedagang juga berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat membantu menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan pasokan ikan gabus agar usaha kecil tetap dapat berjalan tanpa memberatkan masyarakat. “Kami berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap kesulitan pedagang kecil seperti kami,” pungkas Narullah. -red Penulis: Angel Editor: Nafiri
- Siapa yang Bertanggung Jawab atas Melemahnya Nilai Rupiah?
KALTENGNETWORK- Nilai tukar rupiah per 17 Mei 2026, tembus Rp17.601,57 per dollar Amerika. Bagi sebagian orang, angka ini terasa seperti urusan para ekonom dan analis keuangan saja. Padahal, hal ini lambat laun akan memengaruhi kita - mulai dari harga di warung yang semakin mahal, biaya produksi yang terus meningkat, hingga cicilan yang terasa semakin berat. Pelemahan rupiah sering kali langsung dikaitkan dengan kegagalan Bank Indonesia. Padahal, persoalannya tidak sesederhana itu. Nilai tukar adalah cerminan dari banyak hal sekaligus dan bersifat kausalitas. Kebijakan moneter memang berperan, tapi kebijakan fiskal juga punya andil yang tidak bisa diabaikan. Menyalahkan BI seorang diri adalah cara yang terlalu mudah untuk memahami masalah yang sesungguhnya jauh lebih dalam. Tekanan terhadap rupiah datang dari beberapa arah. Arah pertama adalah dari faktor eksternal. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuat investor global memilih untuk bermain aman, dan dollar Amerika selalu menjadi tempat pertama yang mereka tuju di saat seperti ini. Uang mengalir keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, dan rupiah ikut menanggung akibatnya. Ini bukan fenomena yang unik bagi kita. Hampir seluruh mata uang Asia mengalami tekanan yang sama. Tapi bukan berarti juga hal ini menjadi tidak penting untuk ditangani. Tekanan lainnya berasal dari struktur perdagangan kita sendiri. Sepanjang kuartal pertama 2026, impor tumbuh 10,05 persen sementara ekspor hanya naik 0,34 persen. Artinya, kita membutuhkan jauh lebih banyak dollar untuk membayar barang yang kita beli dari luar, sementara kemampuan kita menghasilkan dollar dari ekspor nyaris tidak bergerak. Ketidakseimbangan ini terus mendorong permintaan dollar yang semakin tinggis, sementara rupiah yang harus menanggung dampaknya. Situasi ini kian diperumit dengan kondisi APBN yang sedang mengalami defisit. Belanja negara di kuartal pertama telah mencapai Rp815 triliun, sementara pendapatan baru masuk Rp574,9 triliun. Tidak heran jika pada akhirnya terjadi defisit sebesar Rp240,1 triliun hanya dalam tiga bulan pertama, dua kali lipat lebih besar dibanding tahun lalu pada periode yang sama. Meskipun defisit pada APBN memang bukan otomatis hal yang buruk, hal ini diperkeruh dengan kondisi harga minyak dunia yang sedang melonjak. Harganya tembus di atas 108 dollar per barel akibat konflik Timur Tengah. APBN turut berkorban untuk kebijakan subsidi agar harga BBM agar tidak ikut naik, yang pada akhir Maret 2026 telah mencapai Rp118,7 triliun. Keputusan ini dapat dipahami. Jika pemerintah tidak melakukan hal ini, dampaknya pasti akan terasa melalui konsumsi masyarakat yang melemah secara signifikan. Sayangnya, dari kondisi APBN yang telah defisit, ruang fiskal pun ikut menyempit dan membuat kemampuan pemerintah untuk merespons tekanan berikutnya semakin terbatas. Di atas semua angka itu, ada satu faktor yang lebih sulit diukur namun dampaknya sangat signifikan, yakni kepercayaan investor. Investor tidak hanya membaca laporan keuangan. Mereka juga mendengar apa yang dikatakan oleh pejabat publik, dan mereka sangat peka terhadap ketidakselarasan antara janji dan kenyataan. Ketika pemerintah dan bank sentral terkesan tidak berbicara dalam satu arah dan saling lempar masalah, pasar membaca itu sebagai sinyal risiko. Sinyal risiko selalu berujung pada satu hal, pelemahan nilai tukar. Yang dibutuhkan sekarang bukan pernyataan bahwa semuanya terkendali. Yang dibutuhkan adalah penjelasan yang jujur oleh pihak yang berwenang tentang apa yang sedang terjadi, apa yang sedang dikerjakan, dan ke mana arah kebijakan akan dibawa. Kepercayaan pasar tidak dibangun dari optimisme yang diucapkan di depan kamera. Namun dibangun melalui konsistensi, transparansi, serta keberanian untuk berbicara apa adanya bahkan ketika situasinya tidak sedang baik-baik saja. -red Penulis : Muhammad Rani/Mind Your Money Editor : Kalteng Network Team Referensi: Babel Insight. (2026, Mei 15). Rupiah tembus Rp 17.600 per dollar AS pada 15 Mei 2026. https://www.babelinsight.id/rupiah-tembus-17600-dollar-15-mei-2026 Badan Pusat Statistik. (2026, Maret 3). Surplus neraca perdagangan di awal tahun 2026. https://www.bps.go.id/id/news/2026/03/03/870/surplus-neraca-perdagangan-di-awal-tahun-2026.html Kompas.com. (2026, Mei 6). Mengelola beban energi di tengah pertumbuhan 5,61 persen. https://money.kompas.com/read/2026/05/06/180300726/mengelola-beban-energi-di-tenga h-pertumbuhan-5-61-persen Matamata.com. (2026, Mei 5). Realisasi APBN kuartal I 2026: Pendapatan negara Rp574,9 T, defisit 0,93 persen terhadap PDB. https://www.matamata.com/news/2026/05/05/150055/realisasi-apbn-kuartal-i-2026-penda patan-negara-rp5749-t-defisit-093-persen-terhadap-pdb
- Gubernur Agustiar Sabran Resmi Buka FBIM 2026, Perkuat Budaya dan Dorong Ekonomi Daerah
KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran resmi membuka Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), Kalteng Expo, dan Karnaval Budaya Tahun 2026 di Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (17/5/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus mendorong pelestarian budaya, pertumbuhan ekonomi, dan sektor pariwisata daerah. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama meskipun pemerintah daerah sedang melakukan efisiensi anggaran. “Walaupun dalam kondisi efisiensi anggaran, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas, termasuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, olahraga, budaya, dan seni,” ujar Agustiar Sabran. Ia menjelaskan, meski APBD Kalimantan Tengah Tahun 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, pemerintah daerah tetap berupaya mengoptimalkan penggunaan anggaran secara efektif dan tepat sasaran. Menurutnya, pelaksanaan FBIM dan Kalteng Expo tahun ini menjadi bukti bahwa kegiatan besar tetap dapat berlangsung meriah dengan pengelolaan anggaran yang baik dan terukur. Gubernur juga menekankan bahwa Kalimantan Tengah memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah masa depan Indonesia. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat memperkuat persatuan dan menjaga semangat kebersamaan dalam keberagaman melalui falsafah Huma Betang. “Kalimantan Tengah adalah masa depan Indonesia. Mari kita jaga persaudaraan dalam keberagaman dan semangat Huma Betang dalam bingkai NKRI,” katanya. Selain itu, Agustiar mengingatkan generasi muda agar terus menjaga budaya dan sejarah daerah sebagai bagian dari identitas bangsa. Ia juga menyampaikan bahwa Kalteng Expo 2026 menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha lokal, khususnya UMKM dan industri kecil menengah (IKM), agar semakin berkembang dan mampu menarik investor. “Kalteng Expo menjadi sarana promosi produk unggulan daerah agar semakin dikenal luas,” ujarnya. Kegiatan tersebut juga dinilai sejalan dengan program nasional Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia. Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden mengatakan FBIM 2026 menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif masyarakat. Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan FBIM 2026 berlangsung selama tujuh hari, mulai 17 hingga 23 Mei 2026, di sejumlah lokasi di Kota Palangka Raya seperti Bundaran Besar, GOR Indoor Serbaguna, kawasan bawah Jembatan Kahayan, Stadion Tuah Pahoe, dan halaman Kantor Disbudpar Provinsi Kalimantan Tengah. Menurut Linae, Kalteng Expo 2026 diikuti 127 peserta yang terdiri dari perangkat daerah, pemerintah kabupaten dan kota, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perbankan, hingga pelaku UMKM dengan total 203 stand dan tenda pameran. Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga menghadirkan Pasar Rakyat untuk mendukung pedagang kecil serta memberikan program keringanan pajak kendaraan bermotor bagi kendaraan berpelat KH mulai 17 Mei hingga 22 Juli 2026. Program tersebut meliputi pembebasan denda pajak kendaraan bermotor sebesar 100 persen serta potongan pokok pajak bagi wajib pajak yang membayar lebih awal. Kegiatan pembukaan FBIM 2026 turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, Ketua TP-PKK Provinsi Kalimantan Tengah Aisyah Thisia Agustiar Sabran, kepala perangkat daerah, kepala instansi vertikal, bupati dan wali kota se-Kalimantan Tengah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat. -red Foto: MMC Kalteng
- DPRD Murung Raya Dukung Domino Jadi Olahraga Prestasi
KALTENG NETWORK, PURUK CAHU - Anggota DPRD Murung Raya, Kalimantan Tengah, Olivia Wiswanti menyatakan dukungannya terhadap Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Murung Raya dalam mengembangkan domino sebagai cabang olahraga prestasi. Menurut Olivia, perkembangan domino saat ini menunjukkan perubahan positif karena tidak lagi sekadar permainan hiburan, tetapi telah berkembang menjadi olahraga resmi yang memiliki sistem pertandingan hingga tingkat nasional. “Saya melihat domino sekarang sudah naik kelas. Karena itu saya mendukung upaya ORADO Murung Raya yang terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Olivia di Puruk Cahu, Rabu. Ia berharap kehadiran ORADO mampu mengarahkan generasi muda pada aktivitas yang lebih positif dan produktif, sekaligus menjauhkan mereka dari kegiatan negatif. Dengan pembinaan yang baik, Olivia optimistis Murung Raya dapat melahirkan atlet domino berprestasi. “Dengan perkembangan domino saat ini, saya berharap Murung Raya bisa meraih prestasi melalui cabang olahraga ini,” katanya. Olivia menjelaskan bahwa domino kini telah menjadi cabang olahraga resmi dengan aturan permainan yang lebih terstruktur, termasuk penggunaan format tim dan standar perlengkapan pertandingan yang berbeda dari permainan biasa. Ia juga berharap masyarakat semakin memahami aturan permainan domino modern dan ikut berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan yang diselenggarakan. “Bagi masyarakat yang belum ikut, bisa belajar dari pemain yang sudah lebih dulu terjun sehingga nantinya bisa ikut berpartisipasi dalam pertandingan,” jelasnya saat bertemu Sekretaris KONI Murung Raya Bertho K. Kodrat dan pengurus ORADO Murung Raya. Selain itu, Olivia meminta ORADO Murung Raya terus aktif melakukan sosialisasi, khususnya kepada kalangan muda, serta rutin menggelar turnamen untuk menjaring atlet potensial daerah. Menurutnya, pelaksanaan sosialisasi di kedai kopi atau coffee shop merupakan langkah tepat karena tempat tersebut menjadi lokasi yang sering dikunjungi anak muda untuk berkumpul dan beraktivitas. “Sebelumnya domino hanya dianggap permainan pengisi waktu, tetapi sekarang sudah berkembang dan naik kelas karena ada kompetisi mulai tingkat kabupaten hingga nasional,” pungkas Olivia. -red Foto: antara news
- DPRD Murung Raya Harapkan Hasil Rakerda PKK Berdampak Langsung bagi Masyarakat
KALTENG NETWORK, PURUK CAHU - Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, Kalimantan Tengah, Dina Maulidah berharap hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh wilayah Murung Raya. Menurut Dina, kegiatan yang diikuti ratusan kader PKK tersebut diharapkan mampu memperkuat peran organisasi mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. “Rakerda yang diikuti 325 peserta ini saya harapkan bisa memberikan manfaat bagi seluruh kader PKK di setiap tingkatan, baik kabupaten, kecamatan, maupun desa,” ujar Dina di Puruk Cahu, Rabu. Ia menegaskan, hasil dari rapat kerja tersebut tidak hanya berhenti pada penyusunan program, tetapi juga harus dapat diterapkan di lapangan sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung. Selain itu, Dina meminta para camat dan kepala desa turut mendukung kegiatan TP-PKK, baik melalui keterlibatan dalam kegiatan maupun dukungan anggaran agar program-program yang dijalankan dapat berjalan optimal. “Saya berharap camat dan kepala desa dapat membantu ibu-ibu PKK dalam menjalankan tugas dan fungsinya, termasuk mendukung kegiatan dan penganggarannya,” katanya. Ia juga berharap berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan di tingkat kabupaten dapat diterapkan hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Menurut Dina, TP-PKK memiliki peran penting dalam menggerakkan kegiatan masyarakat di desa sehingga keterlibatan seluruh unsur, termasuk kaum laki-laki, juga diperlukan dalam mendukung program pemberdayaan keluarga. Dalam Rakerda tersebut, dibahas penyusunan program kerja TP-PKK untuk periode 2026 hingga 2030, penyamaan persepsi dalam pelaksanaan program prioritas, serta penyusunan rekomendasi strategis guna meningkatkan kinerja TP-PKK di semua tingkatan. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pembangunan keluarga dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Murung Raya. -red Foto: antara news
- Dislutkan Kalteng dan UPR Perkuat Kerja Sama Pengembangan Sektor Kelautan dan Perikanan
KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Widanarni, menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Universitas Palangka Raya (UPR) di Aula Dislutkan Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (13/5/2026). Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Kalimantan Tengah. Melalui kolaborasi ini, potensi kelautan dan perikanan di Kalimantan Tengah diharapkan dapat dikelola secara optimal, terarah, dan berkelanjutan guna mendukung visi pembangunan daerah yang diusung Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo. Dalam sambutannya, Sri Widanarni menyampaikan bahwa pengembangan sektor kelautan dan perikanan memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian. “Kerja sama ini diharapkan menjadi dasar sinergi antara Dislutkan Kalimantan Tengah dan Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan UPR dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, pengelolaan sektor kelautan dan perikanan harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus tetap menjaga keberlanjutan lingkungan. Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan UPR, Wilson, memperkenalkan perubahan nomenklatur fakultas yang sebelumnya bernama Fakultas Pertanian menjadi Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Universitas Palangka Raya. Wilson menjelaskan, saat ini terdapat 10 program studi di fakultas tersebut, termasuk tiga program studi yang fokus pada bidang perikanan. Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi, pengembangan riset, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan. Perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Universitas Palangka Raya tentang peningkatan mutu penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang telah ditandatangani pada tahun 2024. Melalui penandatanganan PKS tersebut, kedua pihak berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang maju, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah. Kegiatan itu juga dirangkai dengan diskusi pemetaan kebutuhan riset daerah menuju “Kota Palangka Raya Keren” yang menghadirkan Guru Besar Fakultas Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan UPR, Sulmin Gumiri, sebagai narasumber. -red Foto: mmc.kalteng
- Dewan Juri FBIM 2026 Diambil Sumpah, Siap Jaga Profesionalisme dan Penilaian Objektif
KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Dewan Juri FBIM 2026 Diambil Sumpah, Siap Jaga Profesionalisme dan Penilaian Objektif Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden menghadiri kegiatan Pengambilan Sumpah dan Janji Dewan Juri Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2026 di Betang Eka Tingang Nganderang, Rabu (13/5/2026). Dalam sambutannya, Linae menyampaikan bahwa pelaksanaan Festival Budaya Isen Mulang Tahun 2026 menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus mendukung penyelenggaraan FBIM agar berlangsung meriah, berkualitas, dan melibatkan berbagai elemen masyarakat. “Festival ini menjadi bentuk rasa syukur sekaligus upaya menjaga kekayaan budaya Kalimantan Tengah agar tetap lestari sebagai identitas masyarakat,” ujarnya. Ia menilai nilai-nilai adat dan budaya daerah memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan berbudaya. Selain itu, FBIM juga dinilai menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan tradisi budaya daerah sekaligus mempererat persatuan dan mendukung pengembangan sektor pariwisata. Linae menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya serta penguatan semangat kebersamaan dalam keberagaman masyarakat. Pada kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya peran dewan juri dalam menjaga kualitas dan kredibilitas hasil perlombaan selama pelaksanaan FBIM 2026. Menurutnya, keberhasilan festival tidak lepas dari kerja sama dan profesionalisme seluruh pihak, mulai dari panitia, peserta, hingga dewan juri yang memiliki tanggung jawab menjaga jalannya kegiatan tetap tertib dan berkualitas. “Saya berharap para dewan juri dapat menjaga amanah dengan menjunjung tinggi integritas, kejujuran, dan prinsip keadilan dalam setiap proses penilaian,” katanya. Ia berharap hasil penilaian nantinya benar-benar mencerminkan kualitas dan prestasi terbaik dari para peserta yang mengikuti perlombaan. Sementara itu, Plt. Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Yosias, menjelaskan bahwa FBIM Tahun 2026 merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah yang diikuti peserta dari 14 kabupaten dan kota, perangkat daerah, komunitas, serta paguyuban. Berbagai kegiatan seni dan budaya akan ditampilkan dalam festival tersebut, di antaranya Karnaval Budaya, permainan tradisional seperti Sepak Sawut, Balogo, dan Habayang, olahraga tradisional Besei Kambe dan Menyipet, keterampilan tradisional Mangaruhi dan Manjawet Uwei, kuliner tradisional, parade tradisi lisan, parade tari kreasi Kalimantan Tengah, hingga pemilihan Jagau dan Nyai Kalimantan Tengah. Yosias menambahkan, sebanyak 60 orang dewan juri dilantik dan akan ditempatkan sesuai bidang kompetensi masing-masing selama pelaksanaan festival berlangsung. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah Agus Siswadi, koordinator panitia FBIM 2026, dewan juri, serta pengamat FBIM. -red Foto: mmc.kalteng
- Gubernur Kalteng Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Zero Accident dan Zero Fatality
KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menghadiri Rapat Kerja Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Daerah Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Graha Bhayangkara Polda Kalteng, Rabu (13/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya memperkuat kerja sama lintas sektor dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas dan menekan angka kecelakaan di wilayah Kalimantan Tengah. Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah sebagai provinsi terluas di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan transportasi dan keselamatan jalan. Tingginya aktivitas di sektor perkebunan, pertambangan, kehutanan, serta meningkatnya mobilitas masyarakat dinilai turut memicu kenaikan arus lalu lintas di berbagai wilayah. “Pertumbuhan aktivitas transportasi harus diimbangi dengan sistem keselamatan yang kuat. Keselamatan lalu lintas bukan hanya tanggung jawab satu sektor, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Agustiar Sabran. Ia mengungkapkan berdasarkan data nasional tahun 2025 terdapat lebih dari 158 ribu kasus kecelakaan lalu lintas dengan sekitar 24 ribu korban meninggal dunia. Sementara di Kalimantan Tengah sendiri tercatat sebanyak 1.104 kasus kecelakaan dengan sekitar 25 persen korban meninggal dunia. Menurut Gubernur, kondisi tersebut menjadi perhatian serius, terlebih masih banyak ruas jalan nasional maupun daerah yang dinilai rawan kecelakaan akibat kondisi infrastruktur yang belum optimal. Ia juga menyoroti tantangan pembangunan infrastruktur jalan yang dipengaruhi keterbatasan anggaran dan pengurangan transfer dana ke daerah. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta melakukan pemetaan terhadap berbagai persoalan lalu lintas, mulai dari titik rawan kecelakaan, kawasan dengan tingkat pelanggaran tinggi, jalan rusak dan minim penerangan, kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), hingga penanganan pascakecelakaan. Gubernur menegaskan pentingnya penerapan Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 33 Tahun 2023 tentang Rencana Aksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2023–2027 sebagai dasar penguatan sistem keselamatan transportasi di daerah. Ia juga mengajak pemerintah daerah, kepolisian, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat untuk memperkuat budaya tertib berlalu lintas melalui edukasi, penegakan hukum, peningkatan infrastruktur keselamatan jalan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengawasan lalu lintas. “Saya berharap forum ini mampu melahirkan solusi konkret untuk menciptakan sistem transportasi yang aman dan berkeselamatan,” katanya. Pada kesempatan tersebut, Gubernur turut mengapresiasi Polda Kalteng atas penyelenggaraan forum yang dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi menuju target Zero Accident dan Zero Fatality di Kalimantan Tengah. Sementara itu, Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan menyampaikan bahwa rapat kerja tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sinergi seluruh pihak terkait keselamatan lalu lintas. Menurut Kapolda, tingginya angka kecelakaan lalu lintas masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan menyeluruh dan berkelanjutan. Ia menegaskan keselamatan berkendara harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan produktivitas daerah. “Kami ingin membangun sistem yang lebih terintegrasi, termasuk memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Kapolda. Ia berharap forum tersebut dapat menghasilkan langkah strategis dan rencana aksi bersama guna menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Pusat Studi Ilmu Kepolisian Komjen Pol. Krisnanda Dwilaksana, Kasatgas Pusat Studi Ilmu Kepolisian Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo, unsur Forkopimda Provinsi Kalteng, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden, kepala perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kota, pimpinan instansi vertikal, para Kasat Lantas dan Kanit Kamsel Polres se-Kalteng, serta unsur dunia usaha dan mitra transportasi di Kalimantan Tengah. -red Foto: mmc.kalteng
- Pemprov Kalteng Perkuat Hilirisasi dan UMKM untuk Dorong Ekonomi Daerah
KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong kerja sama berbagai pihak guna menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui penguatan ketahanan pangan, pengendalian inflasi, serta pengembangan sektor unggulan daerah. Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Tengah Sunarti saat membacakan sambutan Gubernur pada kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah bertema “Batang Gawi: Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan dan Energi Menuju Kalteng Berdaya Saing” di Aula Betang Hapakat Lantai 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Selasa (12/5/2026). Dalam sambutannya, Sunarti menyampaikan bahwa perekonomian Kalimantan Tengah pada tahun 2026 diperkirakan tetap mengalami pertumbuhan positif meskipun kondisi ekonomi global sedang menghadapi tantangan akibat perlambatan ekonomi dan gejolak pasar keuangan internasional. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah didukung oleh sektor pertanian dan industri pengolahan melalui percepatan hilirisasi serta peningkatan investasi di berbagai sektor strategis. “Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah diproyeksikan tetap positif dengan dukungan sektor pertanian dan industri pengolahan yang terus berkembang,” ujarnya. Selain itu, tingkat inflasi di Kalimantan Tengah diperkirakan tetap terkendali sesuai target nasional di kisaran 2,5 ±1 persen. Perkembangan transaksi ekonomi dan keuangan digital juga menunjukkan tren yang semakin baik seiring sistem pembayaran yang semakin aman dan modern. Untuk menjaga momentum tersebut, Sunarti menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat pembangunan ekonomi daerah. Ia menjelaskan beberapa langkah strategis yang perlu terus didorong, salah satunya penguatan hilirisasi pada sektor unggulan daerah seperti pertambangan, pertanian, dan industri pengolahan secara berkelanjutan. Selain itu, sektor pangan juga perlu diperkuat melalui peningkatan produksi pertanian, pembangunan infrastruktur pendukung, serta pemanfaatan teknologi modern guna mendukung Kalimantan Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Sunarti turut mengajak kalangan akademisi untuk berperan aktif dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan pangan di daerah. Di sisi lain, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diminta terus memperkuat sinergi melalui penerapan Program 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif agar inflasi tetap terkendali. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga terus mendorong pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Sunarti, berbagai kegiatan pariwisata lokal, nasional, hingga internasional perlu terus ditingkatkan, termasuk kegiatan Huma Betang Night yang dinilai mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus menjadi sarana promosi produk UMKM unggulan daerah. Ia menambahkan, peningkatan daya saing UMKM perlu didukung melalui digitalisasi, pelatihan, penyediaan sarana dan prasarana, serta penguatan kemitraan dengan industri dalam negeri. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Ansyari, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah Adhi Nugroho, unsur Forkopimda, serta kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. -red Foto: mmc.kalteng
- DPRD Murung Raya Dorong Kontingen FBIM Tampilkan Potensi Budaya Terbaik
KALTENG NETWORK, PURUK CAHU - Wakil Ketua I DPRD Murung Raya, Kalimantan Tengah, Dina Maulidah memberikan dukungan penuh kepada kontingen Kabupaten Murung Raya yang akan mengikuti Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) di Kota Palangka Raya pada 17–23 Mei 2026. Menurut Dina, FBIM tidak hanya menjadi ajang festival budaya tahunan, tetapi juga sarana penting untuk memperkenalkan identitas serta kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas. “Festival Budaya Isen Mulang merupakan momentum untuk menunjukkan potensi seni, adat, dan budaya daerah. Kami berharap kontingen Murung Raya dapat tampil optimal dan memberikan kesan terbaik,” ujar Dina usai mengikuti pelepasan kontingen di halaman Kantor Bupati Murung Raya, Puruk Cahu, Rabu. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan strategis bagi Murung Raya dalam mempromosikan seni budaya, adat istiadat, hingga olahraga tradisional kepada publik. Dina juga meminta seluruh peserta yang tergabung dalam kontingen Murung Raya untuk tampil percaya diri, menjaga kekompakan, serta menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan FBIM. “Peserta membawa nama baik daerah, sehingga penting untuk menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjaga kebersamaan dan semangat sportivitas,” katanya. Selain itu, Dina mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Murung Raya yang terus mendukung pelestarian budaya daerah melalui partisipasi aktif dalam Festival Budaya Isen Mulang setiap tahunnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Murung Raya, Putu Suranta, menyampaikan bahwa jumlah peserta lomba dari Murung Raya yang mengikuti FBIM sebanyak 118 orang. Jumlah tersebut belum termasuk pelatih, official, serta OPD pendamping sehingga total kontingen yang diberangkatkan mencapai 225 orang. Ia menjelaskan sebagian tim telah lebih dulu berangkat ke Palangka Raya untuk mempersiapkan diri mengikuti pawai budaya. Murung Raya sendiri akan mengikuti 12 cabang perlombaan dalam ajang FBIM Tahun 2026. -red Foto: antara news
- Ziarah Hari Jadi ke-69 Kalteng, Gubernur Agustiar Sabran Tekankan Pentingnya Mengingat Sejarah
KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memimpin Upacara Ziarah dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang, Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 Palangka Raya, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus pengingat pentingnya menjaga nilai sejarah sebagai dasar dalam membangun daerah dan membentuk karakter generasi penerus bangsa. Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda Kalimantan Tengah, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, para asisten Setda, staf ahli gubernur, serta kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Usai pelaksanaan upacara, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Menurutnya, penggunaan pakaian putih dalam kegiatan tersebut melambangkan penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, dan jiwa demi kemajuan daerah dan bangsa. “Jangan pernah melupakan sejarah karena sejarah adalah pondasi dalam membangun masa depan,” ujar Agustiar Sabran. Ia mengatakan peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah harus menjadi momentum untuk menatap masa depan dengan belajar dari perjuangan dan pengalaman masa lalu. Menurutnya, sejarah bukan sekadar cerita, tetapi menjadi landasan penting dalam membangun Kalimantan Tengah yang lebih maju, kuat, dan mampu bersaing di era digital serta persaingan global. Gubernur juga mengajak generasi muda untuk terus menjaga semangat perjuangan dan menghargai sejarah para pendahulu. Ia menilai generasi yang memahami sejarah akan memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. “Kalau pondasi sejarah kuat, maka generasi muda juga akan lebih siap menghadapi perkembangan zaman,” katanya. Melalui peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan daerah dengan semangat persatuan, penghormatan terhadap sejarah, serta penguatan sumber daya manusia yang berkarakter dan berdaya saing menuju Kalteng Berkah, Maju, dan Sejahtera. -red Foto: mmc.kalteng
- Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pemerintah Siapkan Langkah Stabilisasi Pasar
KALTENG NETWORK, JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali melemah hingga menembus level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS), menjadi posisi terendah sepanjang sejarah. Berdasarkan data perdagangan pada Selasa (12/5/2026), rupiah sempat berada di kisaran Rp17.512 per dolar AS atau melemah sekitar 0,56 persen dibanding hari sebelumnya. Pelemahan rupiah dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, tingginya suku bunga AS, ketegangan geopolitik internasional, hingga kekhawatiran investor terhadap pasar keuangan Indonesia. Selain itu, penguatan dolar AS juga membuat banyak mata uang di Asia ikut tertekan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan mulai mengaktifkan sejumlah instrumen untuk menjaga stabilitas pasar dan membantu penguatan rupiah. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah intervensi di pasar obligasi atau Surat Berharga Negara (SBN). Menurutnya, langkah tersebut penting agar tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tidak melonjak terlalu tinggi yang bisa memicu keluarnya investor asing dari Indonesia. Pemerintah juga menyiapkan skema Bond Stabilization Fund (BSF) untuk membantu menjaga stabilitas pasar keuangan. Meski rupiah melemah, pemerintah memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam kondisi aman. Purbaya menjelaskan perhitungan APBN 2026 sudah memperhitungkan kemungkinan pelemahan rupiah di atas asumsi dasar yang ditetapkan pemerintah. Sementara itu, pengamat ekonomi menilai tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor global, tetapi juga dipengaruhi kekhawatiran investor terhadap kondisi pasar modal Indonesia. Pemerintah bersama Bank Indonesia diharapkan terus memperkuat koordinasi agar nilai tukar rupiah tetap stabil dan tidak memberikan dampak besar terhadap ekonomi masyarakat. -red













