DPRD Murung Raya Dukung Domino Jadi Olahraga Prestasi
- Fransisca Fethy Angelina
- 6 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PURUK CAHU - Anggota DPRD Murung Raya, Kalimantan Tengah, Olivia Wiswanti menyatakan dukungannya terhadap Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Murung Raya dalam mengembangkan domino sebagai cabang olahraga prestasi.
Menurut Olivia, perkembangan domino saat ini menunjukkan perubahan positif karena tidak lagi sekadar permainan hiburan, tetapi telah berkembang menjadi olahraga resmi yang memiliki sistem pertandingan hingga tingkat nasional.
“Saya melihat domino sekarang sudah naik kelas. Karena itu saya mendukung upaya ORADO Murung Raya yang terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Olivia di Puruk Cahu, Rabu.
Ia berharap kehadiran ORADO mampu mengarahkan generasi muda pada aktivitas yang lebih positif dan produktif, sekaligus menjauhkan mereka dari kegiatan negatif. Dengan pembinaan yang baik, Olivia optimistis Murung Raya dapat melahirkan atlet domino berprestasi.
“Dengan perkembangan domino saat ini, saya berharap Murung Raya bisa meraih prestasi melalui cabang olahraga ini,” katanya.
Olivia menjelaskan bahwa domino kini telah menjadi cabang olahraga resmi dengan aturan permainan yang lebih terstruktur, termasuk penggunaan format tim dan standar perlengkapan pertandingan yang berbeda dari permainan biasa.
Ia juga berharap masyarakat semakin memahami aturan permainan domino modern dan ikut berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan yang diselenggarakan.
“Bagi masyarakat yang belum ikut, bisa belajar dari pemain yang sudah lebih dulu terjun sehingga nantinya bisa ikut berpartisipasi dalam pertandingan,” jelasnya saat bertemu Sekretaris KONI Murung Raya Bertho K. Kodrat dan pengurus ORADO Murung Raya.
Selain itu, Olivia meminta ORADO Murung Raya terus aktif melakukan sosialisasi, khususnya kepada kalangan muda, serta rutin menggelar turnamen untuk menjaring atlet potensial daerah.
Menurutnya, pelaksanaan sosialisasi di kedai kopi atau coffee shop merupakan langkah tepat karena tempat tersebut menjadi lokasi yang sering dikunjungi anak muda untuk berkumpul dan beraktivitas.
“Sebelumnya domino hanya dianggap permainan pengisi waktu, tetapi sekarang sudah berkembang dan naik kelas karena ada kompetisi mulai tingkat kabupaten hingga nasional,” pungkas Olivia. -red
Foto: antara news















Comments