top of page

Search Results

2848 results found with an empty search

  • Kenalkan Rupiah Lewat Cara Kreatif, Fricella Aprianda Raih Juara 1 Duta Muda CBP Rupiah Kalteng 2026

    Fricella Aprianda berhasil meraih Juara 1 Duta Muda CBP Rupiah Kalteng 2026 dan siap mengajak generasi muda untuk lebih cinta, bangga, dan paham rupiah. (Foto. Dok. Fricella) KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Fricella Aprianda berhasil meraih Juara 1 Duta Muda Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah Provinsi Kalimantan Tengah 2026. Melalui gagasan edukasi yang kreatif dan dekat dengan generasi muda, mahasiswi Universitas Palangka Raya tersebut berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memahami, menghargai, dan mencintai rupiah. Perempuan yang akrab disapa Ella itu merupakan mahasiswi semester akhir Program Studi Manajemen Universitas Palangka Raya. Saat ini, ia menjalani program magang di Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah. Selain aktif di dunia akademik, Ella juga terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan generasi muda serta bidang kreatif dan public speaking. Ketertarikannya mengikuti ajang Duta Muda CBP Rupiah berangkat dari minatnya terhadap dunia perbankan dan moneter yang sejalan dengan bidang studi yang sedang ditempuh. Baginya, rupiah memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar alat pembayaran. “Saya ingin masyarakat memandang rupiah bukan hanya sebagai alat pembayaran, tetapi juga sebagai simbol kedaulatan negara dan identitas bangsa Indonesia,” ujarnya. Menurut Ella, menjaga, merawat, dan menggunakan rupiah dengan bijak merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung stabilitas nilai rupiah sekaligus memperkuat rasa kebangsaan. Dalam kompetisi tersebut, Ella mengusung konsep edukasi yang lebih relevan dengan kehidupan generasi muda. Menurutnya, tantangan saat ini bukan hanya menyampaikan informasi mengenai rupiah, tetapi juga bagaimana membuat anak muda tertarik untuk memahami dan peduli terhadap isu tersebut. Karena itu, ia mendorong pemanfaatan media sosial, konten kreatif, public speaking, serta berbagai pendekatan interaktif sebagai sarana edukasi yang lebih menarik dan mudah dipahami. Melalui cara tersebut, pesan tentang cinta, bangga, dan paham rupiah dapat diterima dengan lebih baik oleh generasi muda. Selain meningkatkan pemahaman mengenai rupiah, Ella juga ingin menumbuhkan kesadaran bahwa kebiasaan sederhana seperti menggunakan rupiah secara bijak, menghargai uang, dan mendukung produk dalam negeri dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian sekaligus memperkuat identitas bangsa. Di balik keberhasilannya meraih gelar juara, Ella menghadapi tantangan yang tidak ringan. Dua hari sebelum pelaksanaan kompetisi, kondisi kesehatannya sempat menurun hingga harus menjalani perawatan. Meski demikian, ia tetap berupaya mempersiapkan diri dan mengikuti seluruh rangkaian seleksi hingga final. “Dari pengalaman itu saya belajar bahwa proses tidak selalu berjalan sempurna. Terkadang tantangan terbesar justru datang dari diri sendiri, dan yang terpenting adalah bagaimana kita tetap bertahan serta memberikan yang terbaik dalam kondisi yang tidak ideal,” katanya. Usaha dan kerja kerasnya akhirnya membuahkan hasil. Saat namanya diumumkan sebagai Juara 1 Duta Muda CBP Rupiah Provinsi Kalimantan Tengah 2026, rasa haru dan syukur pun menyelimuti dirinya. “Puji Tuhan, saya sangat bersyukur diberikan kesempatan dan kepercayaan ini. Bagi saya, pencapaian ini bukan hanya tentang gelar, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk terus belajar, berkembang, dan membawa dampak yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ungkap Ella. Melalui amanah tersebut, ia berharap dapat terus berkontribusi bersama Bank Indonesia dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya cinta, bangga, dan paham rupiah. Menurut Ella, edukasi CBP Rupiah perlu dikenalkan sejak dini karena generasi muda memiliki peran penting dalam membentuk masa depan ekonomi Indonesia. Di tengah perkembangan teknologi dan transaksi digital yang semakin pesat, literasi keuangan menjadi bekal penting agar anak muda mampu mengelola keuangan dengan bijak dan memahami nilai rupiah sebagai simbol identitas bangsa. “Kita tidak harus langsung menjadi ahli ekonomi untuk mulai peduli. Semua bisa dimulai dari langkah kecil dan kebiasaan sederhana,” tuturnya. Ia menambahkan, ketika generasi muda memahami nilai rupiah dan menggunakannya secara bijak, mereka juga turut berkontribusi dalam membangun masa depan Indonesia yang lebih kuat. “Yuk, cinta, bangga, dan paham rupiah, karena semua dimulai dari kita,” tutup Ella. -red Penulis: Angel Editor: Ivonne Hana

  • Wealth Illusion: Terlihat Kaya, Padahal Dompet Menangis

    Apakah kita benar-benar mapan atau hanya terlihat mapan? (Gambar: AI generated) KALTENGNETWORK- Buka media sosial selama lima menit. Kamu mungkin akan melihat: teman yang sedang liburan ke Jepang, seseorang yang baru membeli iPhone terbaru, nongkrong di kafe estetik setiap akhir pekan, konser, staycation, outfit baru, hingga mobil baru. Jika melihat semua itu terus-menerus, mudah sekali muncul pikiran: "Kok semua orang kaya ya?" Namun ada kemungkinan yang jarang terlihat di balik layar: Sebagian orang tidak benar-benar kaya. Mereka hanya terlihat kaya. Fenomena ini dikenal sebagai wealth illusion atau ilusi kekayaan. Kaya dan Terlihat Kaya Itu Berbeda Ketika mendengar kata "kaya", banyak orang langsung membayangkan: rumah besar, mobil mewah, liburan ke luar negeri, barang bermerek. Padahal secara finansial, kekayaan lebih berkaitan dengan aset, tabungan, investasi, dan kemampuan bertahan menghadapi masa sulit. Seseorang bisa terlihat sangat makmur tetapi sebenarnya: tidak memiliki dana darurat, terlilit cicilan, hidup dari gaji ke gaji, atau bahkan memiliki utang yang besar. Sebaliknya, ada orang yang tampak biasa saja tetapi memiliki kondisi keuangan yang jauh lebih sehat. Media Sosial: Mesin Pembuat Ilusi Masalahnya, media sosial hampir selalu menampilkan puncak kehidupan seseorang. Kita melihat liburannya, pencapaiannya, atau barang barunya. Yang tidak kita lihat tagihan kartu kredit, cicilan kendaraan, pinjaman online,stres keuangan, dan rekening yang hampir kosong. Akibatnya, otak kita mulai membandingkan kehidupan sehari-hari yang lengkap dengan versi terbaik kehidupan orang lain. Perbandingan yang sebenarnya tidak adil. Fenomena "Luxury on Credit" Di banyak negara, termasuk Indonesia, semakin banyak barang dan pengalaman yang bisa diperoleh melalui: kartu kredit, paylater, cicilan, pinjaman konsumtif. Akibatnya, seseorang bisa terlihat memiliki gaya hidup premium meskipun kemampuan finansialnya belum tentu mendukung. Bukan berarti semua cicilan buruk. Masalah muncul ketika gaya hidup dibangun terutama untuk mempertahankan citra tertentu. Karena pada akhirnya, kemewahan yang dibayar dengan utang tetap harus dilunasi. Kenapa Kita Ingin Terlihat Kaya? Secara psikologis, manusia adalah makhluk sosial. Kita peduli pada bagaimana orang lain memandang kita. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa status sosial sering dikaitkan dengan berbagai simbol eksternal seperti pakaian, kendaraan, gadget, atau lingkungan tempat tinggal. Karena itu, sebagian orang tidak membeli sesuatu karena benar-benar membutuhkannya. Mereka membeli karena benda tersebut mengirimkan pesan tertentu kepada lingkungan sosialnya. Misalnya: "Aku sukses." "Aku tidak ketinggalan zaman." "Aku berada di level ekonomi tertentu." Masalahnya, citra dan kondisi keuangan tidak selalu berjalan searah. Orang Kaya Sering Tidak Terlihat Kaya Ini mungkin terdengar aneh. Namun banyak penelitian tentang perilaku keuangan menemukan bahwa orang dengan kondisi finansial yang kuat sering kali justru tidak terlihat spektakuler. Mereka cenderung: hidup di bawah kemampuan finansialnya, menabung secara konsisten, berinvestasi, menghindari pengeluaran yang tidak perlu. Karena uang yang mereka miliki tidak selalu diubah menjadi simbol status yang terlihat. Sementara itu, orang yang mengejar simbol status terkadang justru memiliki ruang keuangan yang lebih sempit. Biaya Tersembunyi dari Gaya Hidup Ada satu hal yang sering dilupakan. Ketika standar gaya hidup naik, biaya untuk mempertahankannya juga ikut naik. Misalnya: awalnya nongkrong Rp30 ribu, kemudian terbiasa Rp80 ribu, lalu Rp150 ribu. Yang berubah bukan kebutuhan, tetapi ekspektasi. Fenomena ini dikenal sebagai lifestyle inflation. Semakin tinggi gaya hidup, semakin sulit kembali ke level sebelumnya meskipun kondisi keuangan memburuk. Bagaimana Menghindari Wealth Illusion? Bukan berarti kita tidak boleh menikmati hasil kerja keras. Namun ada beberapa pertanyaan yang bisa membantu: Apakah saya membeli ini karena membutuhkan atau karena ingin terlihat tertentu? Jika media sosial tidak ada, apakah saya tetap akan membeli barang ini? Apakah saya masih mampu menghadapi keadaan darurat setelah membeli ini? Apakah pengeluaran saya meningkat lebih cepat daripada penghasilan saya? Pertanyaan sederhana seperti ini sering kali lebih berguna daripada sekadar mengikuti tren terbaru. Penutup Di era media sosial, menjadi terlihat kaya mungkin lebih mudah daripada sebelumnya. Namun terlihat kaya dan benar-benar memiliki kondisi keuangan yang sehat adalah dua hal yang berbeda. Karena pada akhirnya, kekayaan bukan tentang seberapa mewah hidup kita terlihat di layar orang lain. Melainkan tentang seberapa aman kondisi keuangan kita ketika layar dimatikan. Tidak semua yang tampak mewah adalah tanda kekayaan, dan tidak semua yang terlihat sederhana berarti kekurangan. Di era ketika citra dapat dibangun hanya dengan beberapa unggahan, penting untuk mengingat bahwa kesehatan finansial tidak diukur dari jumlah likes, tetapi dari kemampuan seseorang memenuhi kebutuhan, menghadapi keadaan darurat, dan merencanakan masa depannya dengan tenang. -red Penulis: Ivonne Hana Editor: Emuna Asie

  • Menelusuri Perjalanan Sampah hingga Bantargebang

    Gunung sampah di Bantargebang. (Foto: Forest Digest) KALTENGNETWORK- Setiap hari, jutaan orang membuang sampah ke tempat sampah lalu melanjutkan aktivitas seperti biasa. Kantong plastik bekas belanja, bungkus makanan, botol minuman, hingga sisa makanan menghilang dari rumah hanya dalam hitungan jam. Namun pernahkah kamu bertanya: Setelah truk sampah datang, sebenarnya ke mana sampah itu pergi? Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, sebagian besar jawabannya adalah satu tempat: TPST Bantargebang. Tempat ini sering disebut sebagai "rumah terakhir" bagi sampah jutaan orang. Gunung yang Bukan Gunung Jika dilihat dari kejauhan, beberapa bagian Bantargebang tampak seperti perbukitan. Namun bukit-bukit tersebut bukan terbentuk dari tanah atau batu. Mereka terbentuk dari tumpukan sampah yang terus bertambah setiap hari. Setiap harinya, ribuan ton sampah dari wilayah Jakarta diangkut menggunakan ratusan truk menuju kawasan ini. Selama puluhan tahun, sampah terus datang lebih cepat daripada sampah bisa terurai. Akibatnya, terbentuklah "gunung-gunung sampah" yang tingginya dapat menyaingi gedung bertingkat. Perjalanan Sampah dari Rumahmu Banyak orang membayangkan sampah yang mereka buang akan langsung didaur ulang. Kenyataannya tidak sesederhana itu. Secara umum, perjalanan sampah biasanya seperti berikut: Sampah dibuang dari rumah atau tempat usaha. Petugas mengangkut ke TPS (Tempat Penampungan Sementara). Sampah dimasukkan ke truk pengangkut. Truk membawa sampah ke tempat pengolahan atau tempat pembuangan akhir. Sebagian kecil dipilah atau didaur ulang, sementara sisanya ditimbun. Masalahnya, jika sampah tidak dipilah sejak awal, proses daur ulang menjadi jauh lebih sulit. Botol plastik yang tercampur sisa makanan, misalnya, sering kali tidak lagi memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Tidak semua sampah berakhir di Bantargebang. Sebagian sampah berhasil didaur ulang, digunakan kembali, atau dimanfaatkan oleh industri tertentu. Namun jumlahnya masih relatif kecil dibanding total sampah yang dihasilkan setiap hari. Karena itu, sebagian besar sampah tetap berakhir di tempat pembuangan seperti Bantargebang. Ada Kehidupan di Tengah Gunung Sampah Ketika mendengar kata "tempat pembuangan sampah", banyak orang membayangkan lokasi kosong yang hanya berisi truk dan alat berat. Padahal realitasnya lebih kompleks. Di sekitar kawasan Bantargebang terdapat komunitas pemulung yang bekerja memilah berbagai jenis material bernilai ekonomi seperti botol plastik, kardus, logam, dan barang bekas lainnya. Material tersebut kemudian dijual kembali ke pengepul dan masuk ke rantai daur ulang. Dengan kata lain, sebagian sampah yang kita anggap tidak berguna masih menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang. Masalah yang Mengintai Meski memiliki peran penting, tempat pembuangan sampah juga menghadapi berbagai tantangan. 1. Lahan yang Terbatas Sampah terus bertambah setiap hari, sementara luas lahan tidak bertambah secepat jumlah sampah yang masuk. 2. Gas Metana Sampah organik yang membusuk menghasilkan gas metana. Gas ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, tetapi juga berkontribusi terhadap pemanasan global jika tidak dikelola dengan baik. 3. Lindi Lindi adalah cairan hasil pembusukan sampah yang dapat mencemari tanah dan air apabila tidak ditangani secara benar. 4. Bau dan Kualitas Udara Tumpukan sampah dalam jumlah besar tentu menghasilkan dampak terhadap lingkungan sekitar jika pengelolaannya tidak optimal. Apakah Daur Ulang Bisa Menyelesaikan Semuanya? Sayangnya tidak. Daur ulang memang penting, tetapi tidak semua material dapat didaur ulang tanpa batas. Selain itu, proses daur ulang juga membutuhkan energi, biaya, dan sistem pengelolaan yang baik. Karena itu para ahli lingkungan sering menggunakan konsep: Reduce, Reuse, Recycle Urutannya penting. Banyak orang langsung fokus pada daur ulang, padahal langkah yang paling efektif justru mengurangi sampah sejak awal. Apa yang Bisa Dilakukan Individu? Mungkin satu orang tidak bisa mengurangi ribuan ton sampah per hari. Namun kebiasaan kecil tetap memiliki dampak. Misalnya: Membawa botol minum sendiri. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Memilah sampah organik dan anorganik. Menggunakan kembali barang yang masih layak. Membeli seperlunya. Terdengar sederhana, tetapi jika dilakukan oleh jutaan orang, dampaknya bisa sangat besar. Penutup Sampah tidak benar-benar "hilang" ketika kita membuangnya. Ia hanya berpindah tempat. Banyak dari sampah yang kita buang setiap hari akhirnya menempuh perjalanan panjang hingga tiba di lokasi seperti Bantargebang, tempat jutaan ton sampah dikumpulkan dan dikelola. Karena itu, pertanyaan pentingnya bukan hanya: "Ke mana sampah kita pergi?" Tetapi juga: "Berapa banyak sampah yang sebenarnya bisa kita cegah sejak awal?" -red Penulis: Ivonne Hana Editor: Emuna Asie

  • Kenapa Hal yang Kita Bicarakan Langsung Muncul Jadi Iklan

    Apakah ponsel bisa mendengar percakapan kita? (Gambar: AI generated) KALTENGNETWORK- Pernah mengalami situasi seperti ini? Kamu sedang ngobrol dengan teman tentang sepatu lari. Tidak mencari di Google. Tidak membuka toko online. Tidak mengetik apa pun. Beberapa jam kemudian, saat membuka Instagram atau TikTok, tiba-tiba muncul iklan sepatu lari. Kebetulan? Atau ponselmu diam-diam mendengarkan semua percakapan? Fenomena ini begitu umum hingga melahirkan salah satu teori teknologi paling populer di internet: "HP kita pasti nguping." Tapi benarkah demikian? Kenapa Rasanya Terlalu Kebetulan? Bayangkan. Dalam satu hari, kita membicarakan ratusan topik. Namun ketika salah satu topik tersebut tiba-tiba muncul sebagai iklan, otak langsung memberi perhatian khusus. Sementara ratusan topik lain yang tidak pernah muncul sebagai iklan akan segera dilupakan. Psikolog menyebut fenomena ini sebagai confirmation bias dan frequency illusion (atau Baader-Meinhof phenomenon). Ketika kita mulai memperhatikan sesuatu, otak cenderung melihatnya di mana-mana. Akibatnya, sebuah kebetulan terasa seperti pola yang disengaja. Jadi HP Tidak Mendengarkan Kita? Sampai saat ini, tidak ada bukti kuat bahwa platform besar secara rutin merekam seluruh percakapan pengguna untuk menampilkan iklan. Bahkan dari sisi teknis, praktik semacam itu akan sangat mahal dan berisiko. Bayangkan miliaran pengguna di seluruh dunia berbicara setiap hari. Merekam, mengirim, menyimpan, dan menganalisis seluruh percakapan tersebut akan membutuhkan sumber daya yang luar biasa besar. Selain itu, jika praktik seperti itu benar-benar terjadi secara masif, kemungkinan besar akan sangat sulit disembunyikan dari peneliti keamanan siber dan regulator. Lalu Kenapa Iklannya Bisa Akurat? Jawabannya mungkin lebih menyeramkan. Karena mereka tidak perlu mendengarkan percakapanmu. Mereka sudah mengetahui banyak hal tentangmu dari data lain. Misalnya: akun yang kamu ikuti, video yang kamu tonton, lokasi yang sering dikunjungi, usia, jenis perangkat, aktivitas pencarian, kebiasaan belanja, interaksi dengan teman. Dari data-data tersebut, algoritma dapat membangun profil yang cukup akurat mengenai minat dan perilakumu. Kadang-kadang prediksinya terasa seperti membaca pikiran. Contoh Sederhana Misalnya: Kamu berusia 25 tahun. Baru saja mencari informasi tentang olahraga. Mengikuti akun kesehatan. Teman-temanmu sedang membeli perlengkapan lari. Tinggal di kota yang sedang mengadakan acara marathon. Algoritma mungkin menyimpulkan: "Orang ini kemungkinan tertarik pada sepatu lari." Lalu muncullah iklan sepatu lari. Padahal kamu merasa tidak pernah memberi tahu siapa pun. Efek "Mereka Tahu Sebelum Saya Tahu" Inilah yang membuat banyak orang merasa sedang diawasi. Kadang algoritma mampu memprediksi ketertarikan kita sebelum kita menyadarinya secara sadar. Bukan karena algoritma membaca pikiran. Tetapi karena algoritma melihat pola dari jutaan pengguna lain yang memiliki perilaku serupa. Jika seribu orang dengan pola aktivitas tertentu akhirnya membeli sepatu lari, sistem akan mulai menawarkan produk yang sama kepada pengguna lain dengan pola yang mirip. Apakah Mikrofon Pernah Digunakan? Bukan berarti mikrofon tidak pernah digunakan sama sekali. Aplikasi tertentu memang dapat meminta izin akses mikrofon untuk fungsi yang jelas, misalnya panggilan dan merekam video. Karena itu penting untuk memeriksa izin aplikasi secara berkala. Namun izin mikrofon tidak otomatis berarti aplikasi mendengarkan seluruh percakapan sepanjang waktu untuk kebutuhan iklan. Dua hal tersebut berbeda. Yang Perlu Dikhawatirkan Justru Data Kita Fokus publik sering tertuju pada pertanyaan: "Apakah HP mendengarkan saya?" Padahal pertanyaan yang mungkin lebih penting adalah: "Berapa banyak data yang saya bagikan setiap hari?" Setiap klik, like, pencarian, lokasi, dan interaksi digital meninggalkan jejak. Secara individu mungkin terlihat tidak berarti. Namun ketika digabungkan, data tersebut dapat membentuk gambaran yang cukup rinci mengenai kebiasaan dan preferensi seseorang. Kenapa Teori "HP Nguping" Sulit Mati? Karena teori tersebut memberikan penjelasan yang sederhana. Jauh lebih mudah percaya bahwa: "HP mendengar pembicaraanku." Daripada memahami jaringan kompleks algoritma, data perilaku, machine learning, dan sistem periklanan digital. Padahal sering kali penjelasan yang rumit justru lebih mendekati kenyataan. Penutup Apakah ponsel memiliki telinga? Secara harfiah, ya. Ada mikrofon di dalamnya. Namun hingga saat ini, tidak ada bukti kuat bahwa platform besar secara rutin mendengarkan seluruh percakapan pengguna demi menampilkan iklan. Yang lebih mungkin terjadi adalah sesuatu yang tidak kalah mengejutkan: Mereka tidak perlu mendengarkanmu untuk mengetahui apa yang mungkin kamu inginkan. Karena dari jejak digital yang kita tinggalkan setiap hari, algoritma sering kali sudah memiliki cukup informasi untuk membuat tebakan yang sangat akurat. -red Penulis: Ivonne Hana Editor: Emuna Asie

  • Rapuhnya Kelas Menengah: One Emergency Away From Doom

    Bisa beli kopi, tapi masih hidup dari gaji ke gaji. (Gambar: AI generated) KALTENGNETWORK- Bayangkan skenario berikut. Kamu memiliki pekerjaan tetap. Setiap bulan gaji masuk tepat waktu. Bisa membayar cicilan, membeli kopi sesekali, berlangganan internet, bahkan liburan setahun sekali. Dari luar, hidupmu terlihat baik-baik saja. Lalu suatu hari motor rusak. Minggu berikutnya orang tua sakit. Sebulan kemudian perusahaan melakukan efisiensi dan penghasilan berkurang. Tiba-tiba kondisi keuangan yang terlihat stabil mulai goyah. Fenomena inilah yang sering disebut dengan istilah: "One Emergency Away From Doom." Sebuah kondisi ketika seseorang terlihat aman secara finansial, tetapi sebenarnya hanya berjarak satu krisis dari masalah keuangan yang serius. Siapa Itu Kelas Menengah? Secara sederhana, kelas menengah adalah kelompok masyarakat yang berada di antara kelompok berpendapatan rendah dan kelompok kaya. Mereka biasanya memiliki pekerjaan formal, akses pendidikan yang lebih baik, kepemilikan aset tertentu serta kemampuan memenuhi kebutuhan dasar dan sebagian kebutuhan sekunder. Selama beberapa dekade terakhir, kelas menengah sering dianggap sebagai simbol keberhasilan pembangunan ekonomi. Namun di banyak negara, termasuk Indonesia, muncul kekhawatiran bahwa posisi kelas menengah semakin rapuh. Terlihat Mapan Belum Tentu Aman Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah menganggap pendapatan tinggi otomatis berarti kondisi keuangan yang kuat. Padahal terdapat perbedaan besar antara berpenghasilan tinggi dan memiliki ketahanan finansial. Misalnya, seseorang dengan penghasilan Rp15 juta per bulan mungkin terlihat lebih sejahtera dibanding seseorang yang berpenghasilan Rp8 juta. Namun jika hampir seluruh penghasilannya habis untuk cicilan, gaya hidup dan kebutuhan rutin, maka ruang geraknya ketika menghadapi keadaan darurat bisa sangat terbatas. Mengapa Kelas Menengah Rentan? Ada beberapa faktor yang membuat banyak keluarga kelas menengah rentan terhadap guncangan ekonomi. 1. Biaya Hidup yang Terus Naik Harga kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, dan perumahan cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Sementara itu, kenaikan pendapatan tidak selalu berjalan secepat kenaikan biaya hidup. Akibatnya, banyak orang merasa penghasilannya meningkat tetapi daya belinya tidak berubah secara signifikan. 2. Tabungan Darurat yang Terbatas Berbagai survei di banyak negara menunjukkan bahwa cukup banyak rumah tangga tidak memiliki dana darurat yang memadai untuk menghadapi kehilangan pekerjaan atau kebutuhan medis mendadak. Padahal keadaan darurat jarang datang dengan pemberitahuan. 3. Beban Finansial yang Semakin Kompleks Generasi muda saat ini sering menghadapi berbagai pengeluaran sekaligus mulai dari biaya tempat tinggal, kebutuhan keluarga, hingga asuransi dan persiapan masa pensiun. Beban tersebut membuat sebagian orang kesulitan membangun cadangan keuangan yang kuat. Media Sosial dan Ilusi Kemapanan Ada faktor lain yang jarang dibahas: media sosial. Di internet, kita sering melihat liburan dan gaya hidup yang terlihat mewah. Namun yang jarang terlihat adalah jumlah utang, tau saldo rekening yang sebenarnya. Akibatnya, banyak orang membandingkan kondisi keuangannya dengan versi kehidupan orang lain yang sudah dipilih dan dipoles sebelum dipublikasikan. Fenomena ini dapat menciptakan ilusi bahwa semua orang baik-baik saja secara finansial, padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Mengapa Keadaan Darurat Sangat Berbahaya? Masalahnya bukan karena keadaan darurat sering terjadi. Masalahnya adalah ketika keadaan darurat datang, biayanya sering kali besar dan tidak bisa ditunda. Contohnya: kehilangan pekerjaan, kecelakaan, biaya kesehatan, kerusakan rumah, bencana alam, atau kebutuhan keluarga yang mendesak. Ketika seseorang tidak memiliki bantalan keuangan yang cukup, satu kejadian saja dapat memicu efek domino yang berkepanjangan. Apakah Ini Berarti Kelas Menengah Sedang "Miskin"? Tidak. Kelas menengah tetap memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih baik dibanding banyak kelompok lainnya. Namun istilah "rapuh" digunakan karena sebagian dari mereka belum memiliki ketahanan finansial yang cukup kuat untuk menghadapi guncangan besar. Dengan kata lain: Mereka tidak miskin. Tetapi mereka juga belum cukup aman. Membangun Ketahanan Finansial Meski tidak ada solusi instan, beberapa langkah yang sering direkomendasikan perencana keuangan antara lain: Membangun dana darurat secara bertahap. Menghindari utang konsumtif yang berlebihan. Menyiapkan perlindungan kesehatan dan asuransi yang sesuai kebutuhan. Memiliki sumber pendapatan tambahan jika memungkinkan. Meningkatkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja. Tujuannya bukan menjadi kaya dalam semalam, melainkan memperbesar kemampuan bertahan ketika situasi tidak berjalan sesuai rencana. Penutup Banyak orang mengira masalah keuangan hanya dialami oleh mereka yang berpenghasilan rendah. Padahal kenyataannya lebih kompleks. Seseorang bisa memiliki pekerjaan yang baik, pendapatan yang cukup, bahkan gaya hidup yang terlihat mapan, tetapi tetap rentan terhadap satu kejadian tak terduga yang mengubah semuanya. Karena itu, ukuran kesehatan finansial bukan hanya tentang berapa banyak uang yang masuk setiap bulan. Kadang pertanyaan yang lebih penting adalah: Jika penghasilan berhenti besok, berapa lama kita bisa bertahan? -red Penulis: Ivonne Hana Editor: Emuna Asie

  • Legislator Kalteng Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Kotim dan Seruyan

    Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Ferry Khaidir, mendorong percepatan pembangunan jalan, jembatan, dan infrastruktur pertanian di Kabupaten Kotawaringin Timur serta Seruyan guna mendukung mobilitas dan perekonomian masyarakat. (Foto. Dok. Kalteng Network) KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Ferry Khaidir, meminta pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Kabupaten Seruyan. Infrastruktur yang menjadi perhatian utama meliputi jalan, jembatan, serta sarana pendukung pertanian yang dinilai masih sangat dibutuhkan masyarakat. Menurut Ferry, aspirasi terkait pembangunan infrastruktur menjadi salah satu usulan yang paling banyak disampaikan warga saat kegiatan reses di daerah pemilihannya. “Mayoritas masyarakat berharap adanya peningkatan kualitas infrastruktur karena sangat berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari maupun perekonomian daerah,” ujarnya di Palangka Raya, Rabu. Politisi yang mewakili daerah pemilihan Kotim dan Seruyan tersebut menjelaskan, sejumlah kecamatan di Kotim seperti Seranau, Parenggean, Mentaya Hilir Selatan, dan Kota Besi mengusulkan peningkatan akses jalan. Aspirasi serupa juga datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Seruyan. Selain perbaikan jalan, masyarakat turut mengharapkan pembangunan jembatan dan box culvert untuk memperlancar konektivitas antarwilayah. Menurutnya, keterbatasan sarana penghubung masih menjadi kendala yang menghambat mobilitas warga maupun distribusi hasil usaha masyarakat. “Beberapa daerah masih menghadapi keterbatasan akses transportasi. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena berdampak langsung terhadap kegiatan ekonomi masyarakat,” katanya. Ferry menambahkan, sektor pertanian juga menjadi perhatian warga. Sejumlah kelompok tani mengusulkan peningkatan jaringan irigasi guna mendukung produktivitas lahan pertanian dan menjaga keberlanjutan hasil panen. Ia menilai pembangunan infrastruktur pertanian akan memberikan manfaat besar bagi peningkatan produksi sekaligus mendukung kesejahteraan petani di wilayah pedesaan. “Kami akan terus mendorong agar pembangunan infrastruktur dasar, baik transportasi maupun pertanian, dapat dilakukan secara bertahap dan merata sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. -red Penulis: Angel Editor: Ivonne Hana

  • DPRD Palangka Raya Minta Kebutuhan Aula SMPN 6 Segera Dipenuhi

    Jajaran Komisi III DPRD Kota Palangka Raya saat melakukan kunjungan kerja ke SMPN 6 Palangka Raya untuk meninjau kondisi sarana dan prasarana pendidikan, beberapa waktu lalu. (Foto. Dok. Antara News Kalteng) KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – DPRD Kota Palangka Raya mendorong pemerintah daerah untuk segera memenuhi kebutuhan pembangunan aula di SMP Negeri 6 Palangka Raya guna menunjang berbagai kegiatan sekolah yang selama ini terkendala keterbatasan fasilitas. Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, mengatakan kebutuhan tersebut diketahui saat pihaknya melakukan peninjauan langsung ke sekolah. Hingga saat ini, SMPN 6 belum memiliki aula yang memadai untuk menampung kegiatan yang melibatkan banyak peserta. Menurutnya, kondisi tersebut membuat pihak sekolah harus memanfaatkan ruangan lain untuk pelaksanaan berbagai kegiatan, termasuk rapat dan pertemuan. “Dari hasil peninjauan kami, SMPN 6 masih memerlukan aula karena sampai sekarang belum memiliki fasilitas tersebut,” kata Sri Ani Rintuh di Palangka Raya, Rabu. Ia menjelaskan, keterbatasan ruang membuat beberapa kegiatan sekolah terpaksa dilaksanakan di laboratorium atau ruangan lain yang sebenarnya memiliki fungsi berbeda. Situasi itu dinilai kurang efektif dan berpotensi mengganggu aktivitas pembelajaran. Keberadaan aula, lanjutnya, sangat penting sebagai sarana pendukung berbagai agenda sekolah, baik kegiatan akademik maupun nonakademik, seperti pembinaan siswa, pertemuan, sosialisasi, hingga kegiatan pengembangan karakter. Dengan tersedianya aula, pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lebih optimal tanpa mengurangi fungsi ruang belajar dan fasilitas pendidikan lainnya. Selain pembangunan aula, Sri Ani juga menekankan pentingnya pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan secara menyeluruh agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih nyaman dan berkualitas. Ia menegaskan Komisi III DPRD Kota Palangka Raya akan terus mendorong peningkatan fasilitas pendidikan di berbagai sekolah sebagai bagian dari upaya mendukung mutu pendidikan di daerah. “Pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Karena itu, kebutuhan fasilitas penunjang harus menjadi perhatian bersama agar peserta didik dapat belajar dengan nyaman dan maksimal,” ujarnya. DPRD berharap usulan pembangunan aula di SMPN 6 Palangka Raya dapat menjadi perhatian pemerintah sehingga berbagai kebutuhan penunjang kegiatan sekolah dapat terpenuhi secara bertahap. -red Penulis: Angel Editor: Ivonne Hana Sumber: Antara News Kalteng

  • KPK Dampingi Palangka Raya Menuju Kota Antikorupsi, Soroti Sejumlah Aspek yang Perlu Diperbaiki

    Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI Kunto Ariawan menyampaikan materi pada Bimbingan Teknis Percontohan Kabupaten/Kota Ber-AKSI di Aula Hapakat Jaya Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Rabu (3/6/2026). (Foto. Dok. Pribadi) KALTENG, NETWORK, PALANGKA RAYA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terus mendorong upaya penguatan budaya antikorupsi di daerah. Salah satunya melalui pendampingan terhadap Kota Palangka Raya yang masuk dalam tiga besar kandidat Kabupaten/Kota Percontohan Antikorupsi Tahun 2026. Hal tersebut disampaikan Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Kunto Ariawan, saat membuka Bimbingan Teknis Percontohan Kabupaten/Kota Ber-AKSI (Berani Berantas Korupsi) di Aula Hapakat Jaya Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Rabu (3/6/2026). Menurut Kunto, hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) menempatkan Kota Palangka Raya pada kategori waspada. Capaian tersebut dinilai cukup baik karena berada di atas sejumlah daerah lain di Kalimantan Tengah, namun masih memerlukan berbagai pembenahan untuk mencapai kategori yang lebih tinggi. “Posisinya belum masuk kategori hijau, tetapi juga tidak berada di zona merah. Ini menunjukkan masih ada ruang yang perlu diperbaiki agar kualitas integritas terus meningkat,” ujarnya. Ia menjelaskan, penilaian SPI berasal dari responden internal pemerintah, pengguna layanan publik, serta kelompok ahli yang terdiri dari akademisi, auditor, dan unsur pengawasan lainnya. Dari hasil evaluasi tersebut, KPK mencatat beberapa aspek yang masih perlu mendapat perhatian, di antaranya pelaksanaan program antikorupsi yang nilainya mengalami penurunan serta persepsi terkait tata kelola sumber daya manusia, khususnya dalam proses mutasi dan promosi jabatan. Selain itu, survei juga menemukan adanya persepsi sebagian responden mengenai kemungkinan pengaruh pihak tertentu dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kebijakan maupun program pembangunan daerah. Kunto menegaskan bahwa pencegahan korupsi tidak cukup dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan sistem yang kuat dan sumber daya manusia yang berintegritas. “Kalau sistemnya baik tetapi integritas pelaksananya lemah, maka tetap akan muncul celah yang bisa dimanfaatkan. Karena itu keduanya harus berjalan beriringan,” katanya. Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan dukungan terhadap pencalonan Kota Palangka Raya sebagai Kabupaten/Kota Percontohan Antikorupsi Tahun 2026. Dukungan tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Darliansjah, yang mewakili Gubernur Kalimantan Tengah. Ia menyebut pencalonan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun pemerintahan yang bersih dan akuntabel. “Besar harapan kami Kota Palangka Raya dapat meraih predikat Kota Percontohan Antikorupsi dan menjadi contoh bagi daerah lain di Kalimantan Tengah,” ujarnya. Kunto menambahkan, Palangka Raya terpilih sebagai kandidat bersama Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Penetapan tersebut didasarkan pada sejumlah indikator, antara lain Monitoring Center for Prevention (MCP), SPI, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), kepatuhan pelayanan publik, maturitas SPIP, indeks SPBE, opini BPK, serta rekam jejak pemerintahan. Melalui bimbingan teknis tersebut, KPK berharap seluruh unsur pemerintah daerah dapat terus memperkuat budaya integritas dan memperbaiki berbagai indikator yang masih menjadi catatan, sehingga Palangka Raya mampu memenuhi kriteria sebagai Kota Percontohan Antikorupsi Tahun 2026. -red Penulis: Angel Editor: Ivonne Hana

  • Pemprov Kalteng Gelar Operasi Katarak Gratis, Perluas Akses Layanan Kesehatan bagi Masyarakat

    Pj Sekda Kalteng Linae Victoria Aden membuka kegiatan operasi katarak gratis dalam rangka Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, Rabu (3/6/2026). (Foto. Dok. MMC Kalteng) KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar operasi katarak gratis bagi masyarakat dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, mewakili Gubernur Kalimantan Tengah di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, Rabu (3/6/2026). Dalam sambutan Gubernur yang dibacakannya, Linae menyampaikan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Pemerintah terus berupaya meningkatkan akses layanan kesehatan agar dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah pedalaman. Menurutnya, kesehatan merupakan hak dasar yang harus diperoleh setiap warga negara karena berperan penting dalam mendukung kualitas hidup dan pembangunan daerah. “Kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara sekaligus pilar penting pembangunan. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang semakin baik dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. Ia menjelaskan, program operasi katarak gratis merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Katarak sendiri masih menjadi salah satu penyebab gangguan penglihatan dan kebutaan yang dapat ditangani melalui tindakan medis. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap masyarakat yang mengalami keterbatasan akses maupun kendala biaya dapat memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengobatan yang diperlukan. “Operasi katarak gratis ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab pemerintah dalam memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang adil dan merata,” katanya. Selain memberikan layanan operasi, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan paket sembako kepada para peserta sebagai bentuk dukungan sosial bagi masyarakat penerima manfaat. Usai membuka kegiatan, Linae meninjau langsung pelayanan di Poli Mata RSUD dr. Doris Sylvanus untuk memastikan kesiapan tenaga medis, fasilitas kesehatan, serta kelancaran pelaksanaan operasi. Ia berharap para peserta dapat memperoleh kembali kualitas penglihatan yang lebih baik sehingga mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan produktif. Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju Kalimantan Tengah yang semakin maju dan sehat. Kegiatan itu turut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, manajemen RSUD dr. Doris Sylvanus, dokter spesialis mata, serta tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelaksanaan operasi katarak gratis. -red Penulis: Angel Editor: Emuna Asie Sumber MMC Kalteng

  • Klien Pembebasan Bersyarat Kembali Terjerat Kasus Narkotika, Bapas Sampit Lakukan Pemeriksaan

    Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sampit memproses evaluasi terhadap seorang klien penerima Pembebasan Bersyarat (PB) yang kembali berhadapan dengan hukum dalam perkara dugaan tindak pidana narkotika. (Foto. Dok. Wiyandri) KALTENG NETWORK, SAMPIT – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sampit melakukan pemeriksaan terhadap seorang klien pemasyarakatan yang kembali berhadapan dengan hukum saat menjalani program Pembebasan Bersyarat (PB). Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Sampit, Nurdilah Rachman, melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Selasa (2/6/2026). Klien yang sebelumnya memperoleh hak integrasi berupa Pembebasan Bersyarat itu diketahui kembali tersangkut perkara dugaan tindak pidana narkotika. Saat ini, yang bersangkutan berstatus sebagai tahanan di Lapas Sampit dan menjalani proses hukum atas dugaan pelanggaran Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi terhadap pelaksanaan program integrasi yang telah diberikan. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar dalam pengusulan pencabutan hak Pembebasan Bersyarat apabila terbukti terjadi pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku. Kepala Bapas Kelas II Sampit, Prayudha Rachmadany, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan seluruh prosedur sesuai regulasi terhadap klien yang melakukan pelanggaran selama menjalani program integrasi. “Bapas Sampit mendukung proses pencabutan program integrasi apabila klien terbukti melanggar syarat umum maupun syarat khusus yang telah ditetapkan. Hal ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam melakukan pembimbingan dan pengawasan terhadap klien pemasyarakatan,” ujarnya. Prayudha menjelaskan, ketentuan mengenai pencabutan hak integrasi telah diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 7 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Permenkumham Nomor 3 Tahun 2018. Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa hak Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Bersyarat, maupun Cuti Menjelang Bebas dapat dicabut apabila penerima program melanggar syarat yang telah ditetapkan. Menurutnya, langkah pemeriksaan dan evaluasi ini penting untuk memastikan program pembinaan dan reintegrasi sosial berjalan sesuai tujuan serta ketentuan yang berlaku. Melalui proses tersebut, Bapas Sampit berharap seluruh klien pemasyarakatan dapat lebih memahami pentingnya menaati aturan selama menjalani masa pembimbingan di tengah masyarakat agar hak integrasi yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal. -red Penulis: Angel Editor: Wiyandri

  • Pemprov Kalteng Dukung Palangka Raya Menuju Kota Percontohan Antikorupsi Nasional

    Staf Ahli Gubernur Kalteng Darliansjah saat menghadiri Bimbingan Teknis Calon Percontohan Kabupaten/Kota Antikorupsi 2026 di Palangka Raya, Rabu (3/6/2026). (Foto. Dok. Pribadi) KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap pencalonan Kota Palangka Raya sebagai Calon Percontohan Kabupaten/Kota Antikorupsi Tahun 2026. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas. Dukungan itu disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Darliansjah, saat membuka Bimbingan Teknis Kabupaten/Kota Ber-AKSI di Aula Hapakat Jaya Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Rabu (3/6/2026). Dalam sambutannya, Darliansjah menegaskan bahwa korupsi masih menjadi tantangan serius yang berdampak luas terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Selain menyebabkan kerugian negara, praktik korupsi juga dapat menghambat pelayanan publik, melemahkan perekonomian, serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Menurutnya, upaya pemberantasan korupsi tidak cukup dilakukan melalui penegakan hukum semata, tetapi harus dibarengi langkah pencegahan yang terencana, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. “Pencegahan harus menjadi bagian penting dalam strategi pemberantasan korupsi agar tercipta sistem pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” ujarnya. Ia menilai program Kabupaten/Kota Percontohan Antikorupsi merupakan salah satu instrumen strategis untuk mendorong lahirnya budaya integritas di lingkungan pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Darliansjah juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Palangka Raya yang terus melakukan berbagai pembenahan dalam penguatan tata kelola pemerintahan, transparansi pelayanan publik, dan sistem pencegahan korupsi. Upaya tersebut menjadi modal penting dalam proses penilaian sebagai calon daerah percontohan tingkat nasional. “Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kami menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap pencalonan Kota Palangka Raya sebagai Calon Percontohan Kabupaten/Kota Antikorupsi Tahun 2026,” katanya. Lebih lanjut, ia berharap Palangka Raya mampu menunjukkan kinerja terbaik dan meraih predikat sebagai kota percontohan antikorupsi, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun pemerintahan yang profesional dan berintegritas. Menurutnya, keberhasilan membangun budaya antikorupsi tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari aparat penegak hukum, dunia usaha, akademisi, media massa, hingga masyarakat luas. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan integritas sebagai landasan dalam setiap aktivitas serta pengambilan keputusan. “Integritas merupakan fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang dipercaya masyarakat dan menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah,” tegasnya. Melalui kegiatan bimbingan teknis tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat dalam memperkuat budaya integritas dan pencegahan korupsi. Pemprov Kalteng optimistis Palangka Raya mampu menjadi contoh penerapan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di tingkat nasional. -red Penulis: Angel Editor: Ivonne Hana

  • Pemko Palangka Raya Perkuat Budaya Antikorupsi dan Dorong Perbaikan Berkelanjutan

    Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat menyampaikan sambutan Bimbingan Teknis Calon Percontohan Kabupaten/Kota Antikorupsi 2026 di Aula Hapakat Jaya, Palangka Raya, Rabu (3/6/2026). (Foto. Dok. Pribadi) KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat langkah menuju daerah yang bersih, transparan, dan berintegritas melalui keikutsertaan dalam Bimbingan Teknis Calon Percontohan Kabupaten/Kota Antikorupsi Tahun 2026 yang digelar di Aula Hapakat Jaya Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Rabu (3/6/2026). Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan dan evaluasi dalam upaya mewujudkan Palangka Raya sebagai salah satu kota percontohan antikorupsi di tingkat nasional. Menurutnya, pembangunan budaya antikorupsi tidak hanya berorientasi pada pencapaian penghargaan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi pada pelayanan publik. “Yang terpenting adalah bagaimana ada progres dari hasil evaluasi yang dilakukan. Jika masih ada indikator yang kurang, maka harus terus diperbaiki dan ditingkatkan secara bertahap serta berkelanjutan,” ujarnya. Fairid menegaskan, setiap hasil evaluasi harus menjadi bahan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas kinerja pemerintah daerah. Ia menilai kemajuan tidak dapat dicapai secara instan, melainkan melalui proses yang konsisten dan berkesinambungan. Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kota Palangka Raya telah membentuk tim kerja yang melibatkan seluruh perangkat daerah guna memenuhi indikator penilaian kota antikorupsi sekaligus memperkuat sistem pencegahan korupsi di lingkungan pemerintahan. Berbagai program penguatan integritas juga terus dijalankan, mulai dari pelaksanaan probity audit, pengembangan Whistle Blowing System, penguatan kanal pengaduan masyarakat, hingga sosialisasi antikorupsi, antigratifikasi, dan antipungutan liar kepada aparatur maupun masyarakat. Upaya tersebut turut membuahkan sejumlah capaian positif. Berdasarkan hasil Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi, Kota Palangka Raya meraih nilai tertinggi di Kalimantan Tengah. Selain itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palangka Raya berhasil memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Fairid menilai capaian tersebut menunjukkan adanya perkembangan yang positif, namun evaluasi dan pembenahan tetap harus dilakukan agar kualitas tata kelola pemerintahan terus meningkat. “Dari yang sebelumnya merah menjadi kuning, tentu ini menunjukkan adanya kemajuan. Selanjutnya akan terus dievaluasi agar bisa meningkat lagi menjadi hijau,” katanya. Ia menambahkan, semangat perbaikan berkelanjutan harus menjadi komitmen seluruh perangkat daerah agar berbagai pencapaian yang telah diraih dapat terus ditingkatkan. Melalui sinergi antara pemerintah, aparatur, dan masyarakat, Pemerintah Kota Palangka Raya optimistis dapat memperkuat budaya integritas sekaligus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan bebas dari praktik korupsi. -red Penulis: Angel Editor: Ivonne Hana

bottom of page