Search Results
2912 results found with an empty search
- Polsek Sabangau Sosialisasikan Layanan Polri 110 kepada Warga
Personel Polsek Sabangau memberikan sosialisasi layanan Polri 110 kepada warga saat kegiatan sambang di Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya, Selasa (9/6/2026). (Foto. Dok. Wiyandri) KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Polsek Sabangau Polresta Palangka Raya terus mendorong pemanfaatan layanan darurat Polri 110 melalui kegiatan sambang dan dialog langsung dengan masyarakat di wilayah hukumnya, Selasa (9/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian memberikan edukasi mengenai layanan Polri 110 yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan laporan, pengaduan, maupun informasi terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Selain sosialisasi, petugas juga berdialog dengan warga untuk menyerap berbagai informasi yang berkembang di lingkungan masyarakat serta mengajak warga berperan aktif menjaga keamanan lingkungan. Kapolsek Sabangau Iptu Ahmad Taufiq mengatakan layanan Polri 110 menjadi salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh bantuan kepolisian secara cepat dan mudah. “Melalui layanan 110, masyarakat dapat menyampaikan berbagai informasi maupun pengaduan yang memerlukan tindak lanjut dari kepolisian,” ujarnya mewakili Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi. Menurutnya, partisipasi masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Layanan Polri 110 merupakan saluran pengaduan yang dapat diakses masyarakat untuk melaporkan berbagai kejadian yang membutuhkan respons kepolisian. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat mempermudah komunikasi antara masyarakat dan aparat penegak hukum. Melalui kegiatan sambang yang dilakukan secara rutin, Polsek Sabangau berharap informasi terkait kondisi keamanan di lingkungan masyarakat dapat tersampaikan lebih cepat sehingga penanganan berbagai persoalan kamtibmas dapat dilakukan secara lebih efektif. -red Penulis: Angel Editor: Wiyandri
- Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi, Cabai dan Bawang Merah Jadi Sorotan
Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Yuas Elko memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (8/6/2026). (Foto. Dok. Wiyandri) KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat langkah pengendalian inflasi menyusul kenaikan harga sejumlah komoditas pangan strategis, terutama cabai merah dan bawang merah yang menjadi penyumbang utama tekanan harga pada awal Juni 2026. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri yang diikuti secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (8/6/2026). Rapat dipimpin Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, serta dihadiri perwakilan perangkat daerah dan instansi terkait. Berdasarkan paparan Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 34 provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu pertama Juni 2026. Secara nasional, kenaikan harga terutama dipengaruhi oleh cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit. Data BPS menunjukkan harga cabai merah mengalami kenaikan sebesar 13,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, bawang merah naik 9 persen, cabai rawit 7,56 persen, dan minyak goreng 0,68 persen. Kenaikan harga komoditas pangan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi daya beli masyarakat, terutama pada kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, pengendalian inflasi terus menjadi salah satu fokus pemerintah daerah bersama pemerintah pusat. Sementara itu, Kantor Staf Presiden (KSP) mengidentifikasi sejumlah komoditas yang masih berada dalam kategori rentan, di antaranya beras medium zona 3, cabai rawit merah, bawang merah, jagung pakan ternak, dan telur ayam ras. Untuk mengantisipasi tekanan inflasi, pemerintah mendorong penguatan distribusi pangan antardaerah, optimalisasi penyaluran cadangan pangan pemerintah, pengawasan harga dan distribusi, serta penguatan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Melalui koordinasi yang berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi serta melindungi daya beli masyarakat. Pengendalian inflasi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Selain memastikan harga tetap terkendali, langkah tersebut juga diharapkan mampu memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang. -red Penulis: Angel Editor: Wiyandri
- Gubernur Kalteng Tekankan Peran Strategis Desa dalam Pembangunan Daerah
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD APDESI Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (10/6/2026). (Foto. Dok. MMC Kalteng) KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai fondasi pembangunan daerah. Karena itu, penguatan kapasitas pemerintahan desa dinilai menjadi kunci dalam mendorong kemajuan Kalimantan Tengah sekaligus mendukung program pembangunan nasional. Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD APDESI) Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang dirangkai dengan dialog interaktif di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (10/6/2026). “Desa adalah fondasi utama kemajuan daerah. Kemajuan Kalimantan Tengah ditentukan oleh keberhasilan pembangunan desa,” tegas Agustiar. Menurutnya, keberhasilan berbagai program strategis pemerintah menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif pemerintah desa sebagai ujung tombak pelayanan dan pembangunan di tingkat masyarakat. Karena itu, kepala desa diharapkan mampu memastikan program-program pembangunan berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi warga. Selain mendukung program pemerintah, Agustiar juga mendorong desa untuk terus mengembangkan inovasi dan mengoptimalkan potensi lokal guna memperkuat perekonomian masyarakat. “Desa perlu memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan inovasi dan pemanfaatan potensi lokal secara optimal sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian Koperasi Republik Indonesia Ahmad Zabadi menyoroti pentingnya peran desa dalam memperkuat ekonomi nasional melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong pemerataan ekonomi dan pengurangan kemiskinan melalui pembangunan berbasis desa. “Desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu mendorong berkembangnya aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. Penguatan ekonomi desa saat ini menjadi salah satu fokus pembangunan nasional. Selain berperan sebagai pusat produksi dan penyedia sumber daya, desa juga dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Sementara itu, Ketua DPD APDESI Kalimantan Tengah Seger Satria mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap pelaksanaan Rakerda APDESI 2026. Ia berharap forum tersebut dapat menjadi sarana memperkuat organisasi, meningkatkan kapasitas pemerintahan desa, serta mempererat sinergi antar kepala desa dalam mendukung pembangunan daerah. Rakerda APDESI Kalimantan Tengah Tahun 2026 diikuti 652 kepala desa dari 13 kabupaten di Kalimantan Tengah. Selain menjadi forum konsolidasi organisasi, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dan merumuskan berbagai rekomendasi terkait pembangunan desa. Melalui pertemuan tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045. -red Penulis: Angel Editor: Emuna Asie
- BPS Siapkan 220 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 di Palangka Raya
Perwakilan Pemerintah Kota Palangka Raya bersama jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya berfoto bersama usai kegiatan Pencanangan Pelaksanaan dan Pembukaan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kota Palangka Raya, Senin (9/6/2026). (Foto. Dok. MC Palangka Raya) KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya menyiapkan 220 petugas lapangan untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus mendatang. Persiapan tersebut ditandai dengan pencanangan pelaksanaan dan pembukaan Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Hotel Swiss-Bel Danum Palangka Raya, Selasa (9/6/2026). Kegiatan itu dibuka Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini. Kepala BPS Kota Palangka Raya, Amos Adam Residul, mengatakan sensus ekonomi menjadi instrumen penting untuk memperoleh data akurat mengenai kondisi dan perkembangan dunia usaha sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi. “Sensus Ekonomi akan menghasilkan berbagai informasi strategis, mulai dari struktur ekonomi, karakteristik usaha, perkembangan ekonomi digital, ekonomi lingkungan, hingga kondisi ekonomi rumah tangga,” ujarnya. Pelaksanaan sensus di Kota Palangka Raya melibatkan 220 mitra statistik yang terdiri dari 194 petugas pendataan lapangan dan 28 petugas pemeriksa lapangan atau supervisor. Kegiatan tersebut juga didukung 26 pegawai BPS Kota Palangka Raya. Sebelumnya, BPS telah melaksanakan pendataan pendahuluan sejak 1 Mei 2026 dengan melibatkan berbagai sektor usaha dan institusi melalui dukungan sejumlah perangkat daerah. Amos mengungkapkan proses pendataan awal berjalan lancar dan mendapat respons positif dari pelaku usaha maupun instansi terkait. “Kami bersyukur proses pendataan awal berlangsung dengan baik. Sudah cukup banyak perusahaan dan pelaku usaha yang melakukan pengisian dan mengirimkan data,” katanya. Sementara itu, Achmad Zaini menilai pelaksanaan sensus ekonomi menjadi semakin penting di tengah pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya pada triwulan I 2026 mencapai 5,94 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen maupun Kalimantan Tengah yang tercatat 3,79 persen. Menurutnya, capaian tersebut perlu didukung oleh data ekonomi yang akurat agar kebijakan pembangunan dapat disusun sesuai kebutuhan dan potensi daerah. “Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi kompas bagi pemerintah dalam menentukan arah pembangunan yang tepat sasaran. Selain itu, data ini juga menjadi referensi penting bagi investor dan pelaku usaha,” ungkapnya. Pendataan yang dilakukan BPS nantinya diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan dunia usaha di Kota Palangka Raya, mulai dari usaha berskala besar hingga UMKM. Data tersebut juga akan menjadi dasar dalam mendukung perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Achmad Zaini mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas di lapangan. Menurutnya, keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi modal penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Kota Palangka Raya ke depan. BPS menegaskan seluruh data yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik sesuai ketentuan yang berlaku. -red Penulis: Angel Editor: Emuna Asie
- Ekonomi Palangka Raya Tumbuh 5,94 Persen, Tertinggi di Kalimantan Tengah
Aktivitas ekonomi masyarakat melalui pameran produk UMKM di Kota Palangka Raya. Sektor perdagangan dan jasa menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah. (Foto. Dok. Pribadi) KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Perekonomian Kota Palangka Raya mencatat pertumbuhan impresif pada Triwulan I 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya, ekonomi ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah itu tumbuh sebesar 5,94 persen secara tahunan (year on year), menjadikannya daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kalimantan Tengah pada periode tersebut. Capaian tersebut juga melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Tengah yang tercatat sebesar 3,79 persen, serta berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen. BPS mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Palangka Raya atas dasar harga berlaku pada Triwulan I 2026 mencapai Rp7.169,5 miliar. Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang terjadi menjadi indikasi bahwa aktivitas masyarakat, dunia usaha, serta berbagai program pembangunan daerah berjalan dengan baik. “Ini tentu menjadi kabar baik bagi kita semua. Pertumbuhan ekonomi yang positif menunjukkan bahwa Palangka Raya terus bergerak. Namun yang paling penting, pertumbuhan ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Palangka Raya ditopang oleh sejumlah sektor strategis, di antaranya administrasi pemerintahan, konstruksi, jasa keuangan, transportasi dan pergudangan, serta perdagangan dan reparasi. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di berbagai sektor terus bergerak dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan daerah. Selain sektor pemerintahan dan jasa, meningkatnya aktivitas perdagangan serta pembangunan infrastruktur juga menjadi faktor yang turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi umumnya menjadi indikator meningkatnya aktivitas produksi, investasi, konsumsi, dan layanan di suatu daerah. Namun demikian, tantangan berikutnya adalah memastikan manfaat pertumbuhan tersebut dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi lokal. Karena itu, Fairid menegaskan Pemerintah Kota Palangka Raya tidak ingin cepat berpuas diri dengan capaian tersebut. Berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat akan terus diperkuat agar tren positif dapat dipertahankan pada periode berikutnya. Ia menyebut penguatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penciptaan iklim usaha yang kondusif menjadi beberapa langkah yang akan terus didorong pemerintah daerah. “Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus bekerja agar ekonomi daerah tumbuh lebih kuat, lebih merata, dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya. Menurut Fairid, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dunia usaha, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat secara luas. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat kolaborasi agar momentum pertumbuhan ekonomi dapat terus berlanjut. “Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Mari kita jaga momentum ini agar Palangka Raya semakin maju, modern, berkelanjutan, dan semakin keren,” pungkasnya. Capaian pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan Kota Palangka Raya di tengah dinamika ekonomi nasional dan global. Ke depan, tantangan yang dihadapi tidak hanya menjaga laju pertumbuhan, tetapi juga memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat. -red Penulis: Angel Editor: Ivonne Hana
- Gubernur Kalteng Resmi Buka Pasar Murah untuk Mahasiswa dalam Rangka Hari Jadi ke-69 Provinsi
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran saat membuka kegiatan Pasar Murah bagi Mahasiswa dalam rangka Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah di Halaman Istana Isen Mulang Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Rabu (20/05/2026). (Foto. Dok. MMC Kalteng) KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA -Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan 3.500 paket sembako murah bagi mahasiswa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah. Program tersebut ditujukan untuk membantu meringankan kebutuhan pokok mahasiswa, khususnya yang berasal dari daerah pedalaman, penerima KIP Kuliah, dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Kegiatan yang dipusatkan di Halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (20/5/2026), dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran. Dalam sambutannya, Agustiar mengatakan peringatan Hari Jadi Kalimantan Tengah tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga kesempatan untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah tidak mengurangi komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebaliknya, anggaran diarahkan agar lebih tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan yang benar-benar dirasakan warga. “Setiap anggaran yang digunakan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya. Agustiar menilai mahasiswa merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia daerah. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi agar dapat fokus menjalani pendidikan. Ia menegaskan bahwa sektor pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah daerah melalui berbagai program yang telah berjalan. Salah satunya melalui program Beasiswa Satu Rumah Satu Sarjana dan program sekolah gratis yang menjadi bagian dari Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). “Karena masa depan Kalimantan Tengah dan Indonesia ada di tangan generasi muda,” katanya. Selain mengajak mahasiswa untuk terus semangat belajar, Gubernur juga mendorong generasi muda agar berani bermimpi besar, meningkatkan kemampuan diri, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden menjelaskan bahwa pasar murah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok sekaligus mendukung stabilisasi harga pangan dan pengendalian inflasi daerah. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh paket sembako yang terdiri dari beras lima kilogram, gula pasir satu kilogram, dan minyak goreng dua liter. Nilai satu paket mencapai Rp149.500, namun telah mendapat subsidi pemerintah sebesar Rp139.500 sehingga penerima hanya membayar Rp10 ribu untuk setiap paket yang diperoleh. Selain paket sembako murah, mahasiswa penerima manfaat juga mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp100 ribu dari Gubernur Kalimantan Tengah. Di tengah meningkatnya kebutuhan hidup dan biaya pendidikan, dukungan terhadap mahasiswa menjadi salah satu langkah yang dinilai penting untuk membantu menjaga keberlangsungan studi, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Program bantuan semacam ini juga diharapkan dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk lebih fokus dalam mengembangkan potensi akademik dan nonakademik. Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari mahasiswa yang hadir. Sejumlah penerima manfaat tampak antre untuk mendapatkan paket sembako yang telah disiapkan panitia. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, staf ahli gubernur, para asisten sekda, kepala perangkat daerah, instansi vertikal, serta pimpinan perguruan tinggi di Kalimantan Tengah. Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap perhatian terhadap kesejahteraan mahasiswa dapat terus diperkuat sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia daerah. -red Penulis: Angel Editor: Emuna Asie
- BI Kalteng Siapkan Pesona Tambun Bungai 2026 untuk Dorong UMKM dan Edukasi Rupiah
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, saat memberikan pemaparan dalam program Podcast Diskominfosantik Kalteng. (Foto: Dok. MMC Kalteng) KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Upaya memperkuat daya saing UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah kembali dilakukan melalui penyelenggaraan Pesona Tambun Bungai 2026. Agenda tahunan yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah tersebut akan berlangsung pada 29 hingga 31 Mei 2026 di Duta Mall Palangka Raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus wadah kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan Pesona Tambun Bungai telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan sejak 2022 dan tahun ini memasuki penyelenggaraan kelima. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Podcast Diskominfosantik Kalteng yang disiarkan dari arena Kalteng Expo 2026 di halaman GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya, Rabu (20/5/2026). Menurut Yuliansah, pemilihan Duta Mall sebagai lokasi kegiatan bertujuan untuk memperluas jangkauan masyarakat terhadap berbagai program edukasi, promosi produk lokal, dan pengembangan ekonomi digital. “Tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah secara inklusif dan berkelanjutan melalui sinergi dan kolaborasi,” ujarnya. Ia menjelaskan, Pesona Tambun Bungai 2026 mengusung konsep Exhibition, Education, dan Empowerment atau 3E yang dirancang untuk mendukung pengembangan UMKM dari berbagai aspek. Melalui pameran (Exhibition), Bank Indonesia bersama mitra terkait akan memfasilitasi promosi berbagai produk unggulan daerah, mulai dari kerajinan tangan, wastra, kuliner, hingga kopi binaan Bank Indonesia dan instansi terkait. Sementara pada aspek Education dan Empowerment, masyarakat dan pelaku usaha akan mendapatkan berbagai materi edukasi mengenai literasi keuangan digital, keamanan transaksi non-tunai, hingga peningkatan kapasitas usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Pengembangan UMKM menjadi salah satu fokus penting dalam pembangunan ekonomi daerah karena sektor ini memiliki kontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan perputaran ekonomi masyarakat. Dukungan promosi, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi digital dinilai menjadi faktor penting agar pelaku usaha mampu berkembang dan beradaptasi dengan perubahan pasar. Tidak hanya menyasar pelaku usaha, kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai komunitas dan generasi muda melalui sejumlah kegiatan pendukung, seperti kompetisi basket dan seni meracik kopi atau barista. Selain itu, Bank Indonesia juga terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah melalui digitalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) bekerja sama dengan Baznas. Program sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) menjelang Hari Raya Iduladha juga akan dilaksanakan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan UIN Palangka Raya. Menurut Yuliansah, keberhasilan pengembangan ekonomi daerah memerlukan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, maupun masyarakat sebagai konsumen. Berdasarkan konsep yang disiapkan, Pesona Tambun Bungai 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga sarana edukasi dan penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat. Di akhir dialog, Yuliansah mengajak masyarakat untuk turut meramaikan berbagai rangkaian kegiatan yang berlangsung selama peringatan Hari Jadi Kalimantan Tengah. “Mari bersama-sama memanfaatkan momentum ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cinta, bangga, dan paham rupiah, serta menggunakan transaksi digital secara aman dan bijak,” pungkasnya. Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, Pesona Tambun Bungai diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah sekaligus memperluas peluang UMKM lokal untuk berkembang dan naik kelas. -red Penulis: Angel Editor: Emuna Asie Sumber: MMC Kalteng
- Dinas TPHP Kalteng Dukung Gerakan Pangan Murah di Kalteng Expo 2026
Pemandu stand indoor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah saat melayani pengunjung di Hall A Indoor pada rangkaian Kalteng Expo 2026. (Foto: Dok. MMC Kalteng) KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Gerakan Pangan Murah yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangkaian Kalteng Expo 2026 mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejak hari pertama hingga hari keempat pelaksanaan pameran, stand penjualan pangan murah terus dipadati pengunjung yang mencari kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih murah sekaligus mendukung stabilitas harga di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat. Berbagai komoditas dijual dengan harga di bawah harga pasar, mulai dari beras, telur, bawang merah, bawang putih, cabai, sayuran hortikultura, hingga aneka produk pangan lokal hasil petani dan pelaku usaha Kalimantan Tengah. Kepala Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, mengatakan kehadiran Gerakan Pangan Murah tidak hanya menjadi bagian dari promosi sektor pertanian dan pangan daerah, tetapi juga bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat. “Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program pembangunan daerah dan penguatan ketahanan pangan,” ujarnya. Menurut Rendy, kegiatan tersebut juga mendukung upaya pengendalian inflasi daerah melalui penyediaan bahan pangan dengan harga yang lebih stabil serta mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan mengonsumsi produk lokal. Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah yang kerap dilakukan pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan. Program semacam ini juga dinilai membantu masyarakat, terutama saat terjadi fluktuasi harga pada sejumlah komoditas strategis. Selain membuka stand utama di Hall A Indoor yang menampilkan produk pertanian kemasan dan layanan Klinik Tani, Dinas TPHP juga menyediakan stand outdoor untuk mendukung promosi produk UMKM binaan dan hasil pertanian lokal. Di stand outdoor yang berada di samping stand Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), masyarakat dapat membeli berbagai komoditas seperti telur ayam, telur omega, gula pasir, minyak goreng, serta produk olahan pertanian dan peternakan. Berdasarkan pantauan di lokasi, pengunjung tampak memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dalam jumlah cukup banyak. Antrean pembeli terlihat silih berganti mendatangi stand pangan murah selama pelaksanaan expo berlangsung. Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura Dinas TPHP Provinsi Kalimantan Tengah, Mukti Aji, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi. Ia menjelaskan sejumlah komoditas hortikultura segar seperti pokcoy, selada, tomat, kecipir, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai keriting, dan cabai merah besar dijual dalam kemasan seharga Rp10 ribu, baik di stand indoor maupun outdoor. Sedangkan telur ayam ditawarkan dengan harga Rp50 ribu per tabak di stand outdoor. “Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga yang terjangkau dan kualitas produk yang tetap terjamin,” ungkap Mukti Aji. Kegiatan penjualan dan promosi produk pangan tersebut berlangsung setiap hari mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai. Melalui program ini, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap bahan pangan berkualitas sekaligus mendukung pemasaran produk hasil pertanian dan UMKM lokal Kalimantan Tengah. -red Penulis: Angel Editor: Emuna Asie Sumber: MMC Kalteng
- Pemprov Kalteng dan BI Perkuat Kolaborasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif melalui Pesona Tambun Bungai 2026
Suasana saat pelaksanaan kegiatan Bincang Media Pesona Tambun Bungai 2026 di Executive Lounge Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (21/5/2026), yang membahas penguatan sinergi dan kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. (Foto: Dok. MMC Kalteng) KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bank Indonesia terus memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Bincang Media Pesona Tambun Bungai 2026 yang digelar di Executive Lounge Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju penyelenggaraan Pesona Tambun Bungai 2026, yang diarahkan untuk memperkuat promosi produk lokal, mendukung pengembangan UMKM, serta memperluas pemanfaatan ekonomi dan transaksi digital di Kalimantan Tengah. Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfosantik Kalteng, Edi Juardi, mengatakan tema yang diangkat tahun ini, yakni “Sinergi dan Kolaborasi dalam Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Inklusif”, sejalan dengan arah pembangunan daerah maupun nasional. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tidak dapat diwujudkan hanya oleh satu pihak, tetapi memerlukan kerja sama berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, hingga masyarakat. “Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Edi menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong penguatan UMKM melalui berbagai program, antara lain digitalisasi usaha, perluasan akses pasar, dukungan pembiayaan, dan promosi produk lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, ia menilai media memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi melalui penyebaran informasi yang akurat, edukatif, dan mampu memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada masyarakat luas. “Media memiliki peran penting dalam membangun optimisme masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pembangunan daerah,” katanya. Pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif saat ini menjadi salah satu sektor yang terus didorong karena dinilai mampu menciptakan lapangan kerja, memperluas aktivitas ekonomi masyarakat, serta meningkatkan daya saing daerah. Dukungan promosi dan pemanfaatan teknologi digital juga menjadi faktor penting agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Edi menambahkan, pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan lembaga lainnya perlu terus diperkuat guna mendukung pembangunan ekonomi yang lebih merata. Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan Pesona Tambun Bungai merupakan agenda tahunan yang telah diselenggarakan sejak 2022 dan tahun ini memasuki pelaksanaan keempat. “Pesona Tambun Bungai menjadi wadah untuk mendekatkan UMKM kepada masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi daerah,” ungkapnya. Menurut Yuliansah, Pesona Tambun Bungai 2026 akan berlangsung pada 29–31 Mei 2026 di Atrium Duta Mall Palangka Raya dengan mengusung konsep Exhibition, Education, and Empowerment. Berbagai kegiatan akan digelar dalam ajang tersebut, mulai dari promosi produk UMKM, edukasi literasi keuangan, sosialisasi digitalisasi pembayaran, kompetisi barista, invitasi basket, hingga promosi wastra dan produk kreatif unggulan Kalimantan Tengah. Berdasarkan paparan yang disampaikan dalam kegiatan, Pesona Tambun Bungai tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat jejaring usaha, meningkatkan literasi keuangan masyarakat, serta mempercepat adopsi teknologi digital dalam aktivitas ekonomi. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, media, dan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya saing Kalimantan Tengah di tengah perkembangan ekonomi yang semakin dinamis. -red Penulis: Angel Editor: Emuna Asie
- Latsar CPNS Kalteng 2026 Ditutup, ASN Didorong Jadi Agen Perubahan dan Inovasi
Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, saat membacakan sambutan pada penutupan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat (22/5/2026). (Foto: Dok. MMC Kalteng) KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendorong aparatur sipil negara (ASN) yang baru menyelesaikan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS untuk menjadi agen perubahan dan menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik. Pesan tersebut disampaikan saat penutupan Latsar CPNS Gelombang VI, Gelombang 2 dan 3 Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat (22/5/2026). Penutupan kegiatan dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, yang mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam sambutannya, Sunarti menegaskan bahwa pelatihan dasar bukan sekadar tahapan administratif bagi calon aparatur sipil negara, melainkan proses pembentukan karakter dan kompetensi untuk menghadapi tantangan birokrasi yang terus berkembang. “Peserta tidak sedang dipersiapkan menjadi pegawai biasa, tetapi menjadi pelayan publik yang profesional, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan birokrasi,” ujarnya. Menurutnya, ASN saat ini dituntut tidak hanya memahami tugas dan fungsi pemerintahan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan, memanfaatkan teknologi, serta menghadirkan pelayanan yang cepat dan responsif kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa transformasi birokrasi yang sedang berjalan menuntut aparatur untuk memiliki pola pikir yang inovatif serta berorientasi pada hasil. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong digitalisasi pelayanan publik, penguatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, dan pembangunan yang berbasis kebutuhan masyarakat. Sunarti berharap para alumni Latsar CPNS dapat membawa semangat perubahan ke lingkungan kerja masing-masing dan tidak hanya menjalankan rutinitas administratif semata. “Bawalah inovasi, bukan hanya rutinitas. Perbaiki sistem, bukan sekadar menjalankan sistem yang kurang tepat,” tegasnya. Penguatan kapasitas ASN menjadi salah satu aspek penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan pemerintah, keberadaan ASN yang profesional, adaptif, dan berintegritas dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah. Selain penguasaan kompetensi teknis, ASN juga dituntut memiliki kemampuan berkolaborasi, berpikir kreatif, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Sunarti turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Latsar CPNS, mulai dari tahap perencanaan, proses pembelajaran, hingga evaluasi kegiatan. Menurutnya, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari tingkat kelulusan peserta, tetapi juga dari sejauh mana ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. “Jangan menjadi ASN yang hanya berada di zona nyaman. Jadilah ASN yang berani berpikir, bertindak, dan bertanggung jawab,” katanya. Berdasarkan pantauan selama kegiatan berlangsung, penutupan Latsar berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat. Para peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan tampak mengikuti kegiatan hingga selesai bersama para pejabat dan tenaga pengajar. Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Harian Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah Ida Suharti Ningsih, kepala perangkat daerah, kepala BKPSDM kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah, widyaiswara, serta peserta Latsar CPNS Tahun 2026. Melalui pelatihan tersebut, pemerintah berharap lahir ASN yang tidak hanya kompeten secara administratif, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak perubahan dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat Kalimantan Tengah. -red Penulis: Angel Editor: Emuna Asie
- Murung Raya Raih Juara I Lomba Balogo di FBIM Kalteng 2026
Kontingen Kabupaten Murung Raya saat menerima trofi juara pertama pada lomba permainan tradisional balogo dalam rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 di Palangka Raya, Kamis (21/5/2026). (Foto: Dok. Antara News Kalteng) KALTENG NETWORK, PURUK CAHU - Kontingen Kabupaten Murung Raya berhasil meraih juara pertama pada lomba permainan tradisional balogo dalam rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 yang digelar untuk memeriahkan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah. Ketua Gabungan Olahraga Balogo Indonesia (GOBI) Kabupaten Murung Raya, Seniadinoor, mengatakan prestasi tersebut diraih pada kategori berkawan tiga yang dipertandingkan di halaman Museum Balanga, Palangka Raya. “Alhamdulillah, tim balogo Murung Raya berhasil meraih juara pertama di kategori berkawan tiga,” ujarnya saat dihubungi dari Puruk Cahu, Kamis. Tim Murung Raya pada kategori tersebut diperkuat oleh Reno, Sugiannor, dan Kusuma Jaya. Menurut Seniadinoor, pertandingan balogo berlangsung menggunakan sistem empat set dan tim Murung Raya berhasil mengumpulkan poin tertinggi, mengungguli kontingen dari Kotawaringin Barat dan Barito Timur. Ia mengaku bangga atas pencapaian atlet binaan GOBI Murung Raya, terlebih persiapan menuju FBIM 2026 dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, yakni sekitar 20 hari sebelum pertandingan berlangsung. Atas keberhasilan tersebut, Seni berharap dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian olahraga tradisional balogo dapat terus ditingkatkan agar semakin dikenal dan diminati masyarakat, khususnya generasi muda. “Setelah ini kami akan terus melakukan pembinaan atlet balogo dan mempersiapkan diri menghadapi Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) ke-9 tahun 2027 di Kota Palu, Sulawesi Tengah,” katanya. Sebagai salah satu cabang olahraga tradisional di bawah binaan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Murung Raya, GOBI menilai daerah tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang dan berprestasi di cabang olahraga balogo. Karena itu, Seniadinoor mengajak generasi muda Murung Raya untuk ikut bergabung dan mengembangkan kemampuan di olahraga tradisional tersebut. -red Penulis: Angel Editor: Ivonne Hana
- Ketua Komisi II DPRD Murung Raya Bangga Tim Sepak Sawut Pertahankan Gelar Juara
Anggota DPRD Murung Raya, Bebie (paling kiri), bersama Bupati Murung Raya Heriyus merayakan kemenangan tim sepak sawut Murung Raya usai pertandingan pada ajang Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 di Palangka Raya, Rabu malam (20/5/2026). (Foto: Dok. Antara News Kalteng) KALTENG NETWORK, PURUK CAHU - Kontingen Kabupaten Murung Raya kembali menorehkan prestasi pada cabang permainan tradisional sepak sawut dalam rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Kalimantan Tengah Tahun 2026. Tim sepak sawut Murung Raya berhasil mempertahankan gelar juara usai mengalahkan Kabupaten Barito Utara melalui adu penalti dengan skor 2-1. Koordinator Sepak Sawut Kontingen Murung Raya, Bebie, mengatakan kemenangan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena Murung Raya kembali sukses mempertahankan gelar juara yang juga diraih pada FBIM tahun sebelumnya. “Tim sepak sawut Murung Raya berhasil mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan Barito Utara lewat adu penalti,” ujar Bebie saat dihubungi dari Puruk Cahu, Kamis malam (21/5/2026). Bebie yang juga Ketua Komisi II DPRD Murung Raya menilai keberhasilan tersebut menunjukkan konsistensi dan kemampuan para atlet dalam menjaga prestasi di cabang olahraga tradisional sepak sawut. Ia berharap tim sepak sawut Murung Raya dapat kembali mempertahankan prestasi pada pelaksanaan FBIM tahun mendatang. Atas capaian tersebut, Bebie turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, dewan juri, hingga para atlet yang dinilai mampu menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung. “Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan juri, dan atlet yang telah menjaga sportivitas selama pertandingan. Juara memang penting, tetapi yang utama adalah persaudaraan dan silaturahmi dalam ajang Isen Mulang ini,” katanya. Menurutnya, kemenangan dalam sebuah pertandingan merupakan hal yang wajar, namun bukan menjadi tujuan utama dari permainan rakyat tersebut. Ia menegaskan bahwa sepak sawut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan serta melestarikan budaya daerah di Kalimantan Tengah. “Dalam pertandingan tentu ada yang menang dan kalah, tetapi yang paling penting adalah menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga kebersamaan,” pungkas Bebie. -red Penulis: Angel Editor: Ivonne Hana













