top of page

Search Results

2651 results found with an empty search

  • Puluhan Ribu Siswa SMA/SMK/SKH di Kalteng Terima Bantuan Seragam Sekolah

    KALTENGNETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada puluhan ribu siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Program ini menjangkau lebih dari 60 ribu siswa , baik yang berada di wilayah perkotaan maupun daerah pedalaman. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu meringankan beban orang tua serta memastikan siswa yang benar-benar membutuhkan tetap dapat mengikuti kegiatan belajar dengan layak. Bantuan yang disalurkan meliputi berbagai jenis seragam sekolah beserta perlengkapannya. Rinciannya antara lain 34.735 stel seragam olahraga  dan 34.735 stel seragam Batik Huma Betang  yang menjadi identitas kearifan lokal Kalimantan Tengah. Selain itu, pemerintah juga membagikan 25.123 stel seragam putih abu-abu  serta 25.123 stel seragam pramuka lengkap . Untuk mendukung kebutuhan siswa dalam kegiatan belajar dan ekstrakurikuler, bantuan tersebut juga dilengkapi dengan 26.030 pasang sepatu sekolah . Tidak hanya seragam utama, para siswa juga menerima berbagai perlengkapan tambahan berupa 25.123 topi sekolah , 25.123 dasi sekolah , serta 25.123 ikat pinggang sekolah . Program bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan di Kalimantan Tengah, terutama bagi pelajar dari keluarga yang membutuhkan. Dengan penyaluran bantuan ini, pemerintah berharap tidak ada lagi siswa yang terkendala mengikuti sekolah hanya karena keterbatasan perlengkapan belajar. - red

  • Komisi II DPRD Murung Raya Dorong Optimalisasi Aset Daerah untuk Tingkatkan PAD

    PURUK CAHU, KALTENG NETWORK - Ketua Komisi II DPRD Murung Raya, Bebie, S.Sos., S.H., S.P., M.M., M.AP. mendorong agar pada tahun anggaran 2026 mendatang Pemerintah Daerah Kabupaten Murung Raya semakin mengoptimalkan pengelolaan kekayaan daerah, khususnya terkait data hasil inventarisasi aset milik daerah. Ia menilai, pelaksanaan inventarisasi aset yang akurat dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan akan memungkinkan Pemda Mura mengambil langkah-langkah strategis terhadap aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, terutama dalam rangka menggenjot potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Hal yang paling utama tentu bagaimana Pemda bersama seluruh jajaran mampu meningkatkan kualitas dan integritas sumber daya manusia aparatur pengelola PAD. Dengan begitu, pengelolaan aset kekayaan daerah dapat benar-benar memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut saat dikonfirmasi awak media, Minggu (7/11/2025). Selain penataan dan inventarisasi aset secara tepat dan profesional, Bebie juga menekankan pentingnya optimalisasi sektor pajak daerah. “Penguatan basis data objek pajak melalui pembenahan dan pembaruan database, disertai sosialisasi kepatuhan secara berkala kepada masyarakat, sangat dibutuhkan. Di samping itu, penerapan sanksi denda harus dilakukan secara terpadu dan bertahap agar hasil yang dicapai bisa maksimal,” tambahnya. Dengan berbagai langkah tersebut, ia berharap Kabupaten Murung Raya ke depan mampu mewujudkan kemandirian pembangunan secara nyata, sehingga secara berkelanjutan dapat mencapai target peningkatan PAD yang menjadi tujuan bersama, tandasnya. -red

  • Komitmen Katingan Jaga Harga Pangan Lewat Gerakan Pangan Murah di Petak Bahandang

    KATINGAN, KALTENG NETWORK - Pemerintah melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Petak Bahandang, Kecamatan Tasik Payawan, pada Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini digelar untuk membantu warga mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan di tingkat desa. Dalam pelaksanaannya, sejumlah komoditas utama disiapkan bagi masyarakat, di antaranya beras SPHP sebanyak 500 kilogram, beras premium 250 kilogram, gula pasir 120 kilogram, serta minyak goreng 120 liter. Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu upaya nyata pemerintah dalam menekan laju inflasi dan memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pangan esensial, terutama di tengah dinamika kenaikan harga kebutuhan pokok. Masyarakat Desa Petak Bahandang terlihat antusias memanfaatkan program ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Melalui distribusi yang terencana dan langsung menyasar warga, GPM diharapkan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memperluas pelaksanaan kegiatan serupa di berbagai wilayah sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan serta stabilitas perekonomian masyarakat. -red Foto: Portal Katingan

  • Gubernur Agustiar Sabran Gelar Buka Puasa Bersama untuk Pererat Persatuan di Kalteng

    PALANGKA RAYA, KALTENG NETWORK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Tahun 1447 H / 2026 M. Dengan balutan busana muslim dan muslimah yang tertata rapi, acara berlangsung penuh kekhidmatan di Istana Isen Mulang (IIM), Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, pada Senin (23/2/2026) sore. Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Edy Pratowo, Plt. Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalteng. Turut hadir pula para pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh adat, kalangan akademisi, dan tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa momentum silaturahmi di bulan Ramadan memiliki arti strategis bagi pembangunan daerah. Ia menilai, pertemuan lintas unsur masyarakat dapat melahirkan gagasan serta solusi atas berbagai persoalan di Kalimantan Tengah. “Kami selalu menyampaikan bahwa silaturahmi ini sangat penting. Semakin sering bertemu, semakin baik bagi kita semua. Permasalahan apa pun, jika dibicarakan bersama dalam silaturahmi, tentu akan ditemukan solusinya. Selain itu, akan muncul ide dan gagasan baru. Dengan begitu, kita lebih mudah membangun Kalimantan Tengah,” ujar Gubernur di hadapan para undangan. Gubernur juga menekankan bahwa ibadah puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai kesempatan memperkuat persaudaraan dan kebersamaan, sejalan dengan falsafah Huma Betang. “Jika silaturahmi kita kuat, kebersamaan kita kokoh, maka kita hidup menyatu dalam betang, rukun dan guyub. Untuk membangun Kalimantan Tengah dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan negeri baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” imbuhnya. Menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda melalui pantun yang membangkitkan semangat persatuan. “Ayu Ting Ting anaknya satu. Yang penting Pak Pangdam, Pak Kapolda, Pak Kabinda, Pak Danrem, serta seluruh elemen masyarakat Kalimantan Tengah, kita bersatu membangun Kalimantan Tengah,” ucapnya disambut tawa dan tepuk tangan hadirin. Sebagai bentuk kepedulian pemerintah di bulan suci Ramadan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan panti asuhan di Kalimantan Tengah. Selain itu, suasana hangat juga tercipta saat penceramah asal Kalimantan Selatan, Ustadz H. Hasanuddin Al-Banjari yang akrab disapa UAS Banjar, menyerahkan cenderamata khusus kepada Gubernur. Cenderamata berupa karya seni foto siluet berbahan daun jati tersebut diberikan langsung oleh UAS Banjar dan diabadikan bersama jajaran Forkopimda sebagai simbol kedekatan antara ulama dan umara. Menjelang waktu berbuka puasa pada pukul 17.46 WIB, para undangan diajak memperdalam refleksi dan memperkuat keimanan melalui tausiah Ramadan yang disampaikan UAS Banjar. Dengan gaya penyampaian yang khas dan interaktif, ia membuka ceramah dengan doa untuk kemajuan Kalimantan Tengah. “Kalteng berkah, Kalteng maju, Kalteng sejahtera. Daun salam di dalam panci, yang menjawab salam semoga murah rezeki dan naik haji. Amin,” ucap UAS Banjar mengawali tausiah sore itu. Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, melainkan menjadi landasan spiritual dan sosial dalam memperkuat sinergi. Dengan dukungan doa para alim ulama serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan Forkopimda, percepatan pembangunan di Bumi Tambun Bungai diyakini akan semakin solid guna mewujudkan Kalimantan Tengah yang Berkah, Maju, dan Sejahtera. -red Foto: mmc.kalteng

  • BPBD Kalteng Bergerak Cepat, Pastikan Kebutuhan 78 Warga Terdampak Terpenuhi

    PALANGKA RAYA, KALTENG NETWORK - Kebakaran terjadi di kawasan Jalan Mendawai Sosial, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Sabtu sore (21/2/2026). Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya 15 rumah terdampak dan memaksa puluhan warga mengungsi. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, turun langsung ke lokasi pada Minggu untuk memastikan proses penanganan serta pendataan korban berjalan dengan baik dan akurat. Mengacu pada data terbaru BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, di RT 01 tercatat 8 rumah terdampak dengan 10 kepala keluarga (KK) atau 42 jiwa. Sementara itu, di RT 05 terdapat 7 rumah terdampak yang dihuni oleh 8 KK atau 36 jiwa. Secara total, kebakaran ini berdampak pada 15 rumah, 18 KK, dan 78 jiwa. Selain kerusakan pada bangunan, satu orang dilaporkan mengalami luka bakar akibat peristiwa tersebut. “Kebakaran terjadi pada Sabtu sore dan kami segera melakukan koordinasi serta assessment cepat di lapangan. Hari ini kami meninjau langsung untuk memastikan seluruh data sudah valid dan kebutuhan warga terpenuhi,” kata Ahmad Toyib saat berada di lokasi, Minggu. Ia menegaskan bahwa korban luka telah memperoleh penanganan medis dan kondisinya terus dipantau. “Satu korban mengalami luka bakar dan sudah mendapatkan perawatan. Kami berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan agar korban memperoleh penanganan yang optimal,” ujarnya. Hingga saat ini, warga yang terdampak masih mengungsi sementara di rumah-rumah warga sekitar karena belum tersedia lokasi pengungsian terpusat. Menurut Ahmad Toyib, kebutuhan mendesak saat ini meliputi tempat pengungsian yang memadai seperti aula sosial, serta perlengkapan dasar berupa palet, matras, dan selimut. “Kebutuhan paling prioritas adalah lokasi pengungsian yang layak seperti aula sosial. Selain itu, warga memerlukan palet, matras, dan selimut untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat,” jelasnya. Ia turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman. “Kami mengingatkan warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik serta penggunaan peralatan yang berisiko memicu kebakaran. Upaya pencegahan merupakan langkah terbaik agar kejadian serupa tidak terulang,” tutupnya. -red Foto: mmc.kalteng

  • Bupati Saiful Pastikan Bantuan Korban Berbasis Data dan Transparan

    KATINGAN, KALTENG NETWORK - Bupati Katingan, Saiful, menegaskan bahwa penanganan masyarakat terdampak harus dilaksanakan secara cepat, transparan, dan berkeadilan saat memimpin rapat bersama jajaran pemerintah daerah di Rumah Jabatan Bupati Katingan, Rabu (17/2/2026), untuk membahas langkah lanjutan bagi para korban. Ia menekankan bahwa setiap keputusan wajib didasarkan pada data yang valid agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Rapat tersebut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah terkait, Camat Katingan Hilir, Lurah Kasongan Lama, serta unsur Forkopimda yang meliputi perwakilan Polres, Dandim, dan Danyon. Dalam pertemuan itu disampaikan bahwa proses pendataan telah dilakukan secara komprehensif, mencakup jumlah korban, kondisi keluarga, kebutuhan pendidikan, hingga kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Data yang telah dikumpulkan menjadi pijakan utama dalam menentukan bentuk perhatian dan kontribusi pemerintah daerah. “Kita harus memastikan data yang kita terima seragam dan akurat sehingga kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat,” tegas Saiful. Bupati juga menegaskan bahwa prinsip keadilan menjadi landasan utama dalam penyaluran bantuan. Menurutnya, besaran bantuan tidak harus sama, tetapi harus menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat penerima. “Tidak harus sama besar, tetapi harus ada rasa keadilan yang dirasakan masyarakat dari keputusan pemerintah,” ujarnya. Selain bantuan finansial, pemerintah daerah turut membuka berbagai alternatif solusi, termasuk opsi relokasi maupun penguatan hunian di lokasi semula, dengan tetap mempertimbangkan aspirasi warga terdampak. “Kita perlu memastikan apa yang mereka inginkan, apakah relokasi atau tetap di lokasi dengan penguatan fasilitas. Semua harus diputuskan bersama,” katanya. Dalam kesempatan itu juga diungkapkan bahwa total donasi yang berhasil dihimpun dari berbagai pihak mencapai Rp362 juta. Bupati memastikan dana tersebut akan dikelola secara terbuka, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. “Saya tidak ingin ada asumsi atau pembicaraan keliru tentang dana bantuan. Semuanya harus jelas dan transparan,” tegasnya. Ia berharap melalui rapat tersebut dapat segera dirumuskan keputusan terbaik agar masyarakat terdampak memperoleh kepastian dan kejelasan mengenai langkah penanganan selanjutnya. “Saudara-saudara kita membutuhkan kepastian secepatnya. Karena itu, kita harus mencari keputusan terbaik dan segera melaksanakannya,” pungkas Saiful. Pemerintah Kabupaten Katingan memastikan seluruh proses penanganan akan mengedepankan prinsip kemanusiaan, musyawarah, serta akuntabilitas guna menjaga kepercayaan masyarakat dan memperkuat kehadiran pemerintah di tengah warga yang membutuhkan. -red Foto: Portal Katingan

  • Pemkab Katingan Kawal Stabilitas Harga Pangan Menjelang Ramadhan, Pastikan Sembako Tetap Terjangkau

    KATINGAN, KALTENG NETWORK Saiful turun langsung meninjau perkembangan harga serta ketersediaan bahan pokok di Pasar Tumbang Samba pada Selasa (17/2/2026), sebagai wujud perhatian pemerintah daerah terhadap daya beli masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas kebutuhan pokok terpantau mengalami kenaikan harga. Bahan seperti beras, gula, dan minyak goreng menunjukkan tren peningkatan. Kenaikan serupa juga terjadi pada komoditas lauk-pauk, di antaranya ikan nila, patin, serta ayam ras. Harga sayur-mayur pun ikut terdongkrak, terutama yang pasokannya berasal dari luar daerah seperti kol, kentang, dan wortel. Para pedagang menyampaikan bahwa kenaikan harga berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per kilogram. Selain persoalan harga, ketersediaan telur ayam ras juga dilaporkan mengalami keterbatasan. Menurut para pedagang, distribusi dari daerah pemasok seperti Palangkaraya, Sampit, dan Banjarmasin lebih banyak terserap untuk kebutuhan perayaan Imlek, sehingga suplai ke Tumbang Samba menjadi berkurang. Bupati Saiful menegaskan agar lonjakan harga tidak terjadi secara berlebihan sehingga tidak semakin membebani masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa. Ia juga meminta para pedagang untuk tetap berupaya menyediakan telur ayam ras maupun telur bebek, mengingat komoditas tersebut merupakan kebutuhan penting rumah tangga selama Ramadhan. “Pemerintah daerah akan terus memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Kita ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga yang signifikan,” ujarnya saat berdialog dengan para pedagang. Pemantauan ini merupakan bagian dari langkah antisipatif Pemerintah Kabupaten Katingan dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga bahan pokok, sekaligus memastikan distribusi tetap lancar menjelang Ramadhan. -red

  • Lewat Media BPJS Ketenagakerjaan Dorong Literasi Program Jaminan Sosial ke Masyarakat Kalteng

    PALANGKA RAYA, KALTENG NETWORK – BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan kegiatan Media Gathering bersama Kominfo serta media online dan cetak se-Kalimantan Tengah. Dalam upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dan kemitraan dengan insan pers, kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk nonton bareng di XXI Premier Duta Mall Palangka Raya, Kamis (18/2/2026). Kepala Kantor Wilayah Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan, Adi Hendrata, menyampaikan bahwa tingkat kepesertaan di Kalimantan Tengah masih perlu terus didorong. “Di Kalimantan Tengah terdapat potensi sekitar 1,7 hingga 1,8 juta pekerja. Namun yang sudah terlindungi baru sekitar 40 persen. Artinya, masih banyak pekerja yang memerlukan informasi dan perlindungan melalui program ini,” ujarnya. Adi menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan mengelola lima program utama, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Ia mencontohkan salah satu manfaat konkret yang dirasakan masyarakat adalah pemberian beasiswa bagi anak pekerja yang meninggal dunia. “Dengan masa kepesertaan minimal tiga tahun, anak peserta berhak memperoleh beasiswa hingga menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, dengan total manfaat mencapai Rp174 juta untuk dua orang anak. Ini merupakan wujud nyata kehadiran negara,” jelasnya. Dengan iuran yang dimulai dari Rp16.800 per bulan untuk dua program dasar, perlindungan tersebut dinilai sangat terjangkau. Meski demikian, tantangan utama masih terletak pada rendahnya literasi dan kesadaran masyarakat. “Kami tidak dapat bekerja sendiri. Kami menyebutnya sebagai ‘perang udara’, yakni bagaimana pesan program ini bisa tersampaikan secara cepat dan luas melalui pemberitaan rekan-rekan media,” katanya. Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan berencana menyusun agenda kerja bersama media secara berkala untuk menentukan tema kampanye serta membangun kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah, perusahaan, hingga lembaga keagamaan. Selain itu, terdapat pula program “Sertakan”, yakni gerakan gotong royong untuk membantu pekerja informal yang belum mampu membayar iuran secara mandiri. Masyarakat dapat mendaftarkan serta membayarkan iuran bagi satu atau dua pekerja informal sebagai bentuk kepedulian sosial. BPJS Ketenagakerjaan juga menyediakan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) berupa fasilitas pembiayaan perumahan bagi peserta, baik untuk renovasi maupun pembelian rumah subsidi dan non-subsidi, dengan suku bunga kompetitif serta tenor hingga 15 tahun. Sepanjang satu tahun terakhir, total klaim yang telah dibayarkan di wilayah Kalimantan mencapai Rp4,9 triliun kepada ratusan ribu peserta yang menghadapi risiko sosial ekonomi, mulai dari kecelakaan kerja, pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga kematian. “Hal ini menunjukkan bahwa sistem gotong royong berjalan dengan baik dan negara hadir melalui mekanisme perlindungan sosial ketenagakerjaan,” tegas Adi. Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palangkaraya, Subhan Adi Nugroho, menekankan bahwa media memegang peranan strategis dalam mendukung penyebaran informasi terkait program jaminan sosial ketenagakerjaan. “Rekan-rekan media merupakan mitra strategis kami dalam menyampaikan informasi mengenai implementasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di wilayah Kalimantan Tengah,” ujarnya. Ia berharap sinergi yang terus dibangun tersebut dapat memperluas cakupan perlindungan bagi seluruh pekerja, baik di sektor formal maupun informal. “Masih banyak pekerja, khususnya di wilayah pedesaan dan pelaku UMKM, yang belum sepenuhnya memahami manfaat program ini. Semoga melalui kolaborasi ini, perlindungan dapat semakin luas dan menjangkau seluruh lapisan pekerja,” tutupnya. -red Foto: mmc.kalteng

  • Agustiar Sabran Luncurkan KHBS untuk 279 Ribu Keluarga Miskin di Kalteng, Tepat Sasaran dan Transparan

    PALANGKA RAYA, KALTENG NETWORK - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyelenggarakan Sosialisasi Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) di Aula Serba Guna Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah pada Rabu (18/2/2026). Dalam arahannya, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan bahwa penyaluran Program Kartu Huma Betang Sejahtera harus benar-benar tepat sasaran. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaannya, terutama menjelang peluncuran resmi pada 20 Februari 2026. “Program ini harus tepat sasaran. Tanpa kebersamaan, koordinasi, dan informasi yang terintegrasi dengan baik, potensi kendala di lapangan akan sulit diantisipasi. Karena itu, saya meminta seluruh pihak untuk bersinergi dan mengawal implementasinya,” tegas Gubernur. Gubernur menjelaskan bahwa distribusi kartu dan bantuan perlu dilakukan secara sistematis dan terkoordinasi dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), aparat keamanan, pemerintah kabupaten/kota, serta relawan di lapangan. “Penyaluran ini dilakukan dalam skala besar, bahkan mungkin yang terbesar sepanjang sejarah Kalimantan Tengah. Saya berharap seluruh unsur, mulai dari bupati, camat, kepala desa, hingga relawan, dapat bergerak bersama,” ujar Gubernur. Ia juga menegaskan bahwa program tersebut dilaksanakan tanpa membedakan latar belakang politik, suku, maupun agama penerima manfaat. “Tidak ada perbedaan partai, suku, ataupun agama. Bantuan diberikan kepada masyarakat yang memang berhak menerimanya,” pungkasnya. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah Rangga Lesmana memaparkan mekanisme teknis penyaluran bantuan yang menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC). “Pemanfaatan mesin EDC bertujuan memastikan proses klaim dan pencairan bantuan berlangsung transparan serta terdokumentasi dengan baik. Petugas penyalur menggunakan perangkat ini dalam layanan klaim Bantuan Kartu Huma Betang Sejahtera bagi Keluarga Penerima Manfaat,” terang Rangga. Ia menambahkan bahwa mesin EDC dilengkapi dengan berbagai fitur, antara lain untuk menampilkan jenis bantuan, melakukan pencairan dana, merekam log transaksi, hingga memblokir kartu apabila diperlukan. “Seluruh transaksi terekam dalam sistem, sehingga mempermudah proses pemantauan dan pengawasan distribusi bantuan di lapangan,” jelasnya. Rangga juga menyebutkan bahwa fitur pemindaian kartu pada mesin EDC berfungsi memastikan keabsahan penerima manfaat. “Melalui pemindaian kartu dan pencatatan secara digital, proses penyaluran menjadi lebih akuntabel serta dapat meminimalkan potensi kesalahan,” tambah Rangga. Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah Eddy Karusman menyampaikan bahwa Bantuan Sosial Huma Betang disalurkan dalam bentuk tunai maupun non-tunai kepada keluarga miskin dan rentan miskin. “Bantuan Sosial Huma Betang ditujukan untuk membantu meringankan beban rumah tangga serta mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat,” ujar Eddy. Ia menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan meliputi paket bahan pangan senilai Rp150.000 yang terdiri atas beras premium 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, dan gula putih 1 kilogram, serta bantuan tunai sebesar Rp250.000. Penyaluran dilakukan melalui Perum BULOG dan Bank Kalteng. “Program ini menargetkan 279.434 Keluarga Penerima Manfaat yang tersebar di 13 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Tengah, dengan satu orang penerima dalam setiap Kartu Keluarga,” jelas Eddy. Eddy menegaskan bahwa penetapan penerima manfaat dilakukan berdasarkan data dan ketentuan yang berlaku. “Sasaran program ini adalah keluarga miskin dan rentan miskin yang terdaftar dalam DTSEN atau ditetapkan melalui Keputusan Gubernur, serta belum menerima bantuan PKH, bantuan sembako, maupun BLT Dana Desa. Pemerintah kabupaten/kota dan relawan Huma Betang memiliki peran strategis dalam proses verifikasi, validasi, pemantauan, dan pelaporan berbasis koordinat lapangan,” tegasnya. Melalui kegiatan sosialisasi ini, pelaksanaan Program Kartu Huma Betang Sejahtera diharapkan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Tengah yang membutuhkan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah Herson B. Aden serta sejumlah Kepala OPD terkait. -red Foto: mmc.kalteng

  • Lestarikan Budaya, TPKK Kotim Gelar Lomba Masak Tumpeng Dayak

    SAMPIT, KALTENG NETWORK - Tim Penggerak PKK Kotim bekerja sama dengan Dinas Budaya dan Pariwisata menggelar lomba memasak tumpeng Dayak, yang digelar di Borneo City Mall Sampit, Kamis (12/2). Lomba diikuti oleh TPKK 15 kecamatan, dari 17 kecamatan yang ada di daerah ini. Kegiatan lomba diharapkan mampu memunculkan juara yang akan mewakili Kotim pada festival Isen Mulang bulan Mei mendatang. Ketua TPKK Kotim, Hj. Khairiyah Halikinnur mengungkapkan kegiatan tahunan tersebut bertujuan untuk melestarikan tradisi. masyarakat Dayak dalam memasak. "Namun kita berikan ruang untuk berinovasi guna mengatur jenis masakan dan cara pengemasannya dengan catatan tak boleh melenceng jauh dari rempah-rempah khas lokal, " katanya. Selain melahirkan juara yang akan mewakili daerah di kancah propinsi, dirinya juga berharap event tersebut bisa mengenalkan masakan khas Dayak bahkan hingga ke tingkat nasional. "Masakan kita potensial, hanya saja perlu upaya pengenalan ke khalayak luas, baik melalui lomba ataupun promosi pariwisata, " katanya. Sekretaris Dinas Budaya dan Pariwisata Kotim, Gusti Mukafi mengungkapkan kegiatan tersebut selain bertujuan melestarikan kuliner tradisi lokal, juga meningkatkan nilai jualnya dengan kemasan dan inovasi kekinian. Sementara Staff Ahli Bupati, bidang pemerintahan, Win RK Bening dalam sambutannya berharap peserta yang juara nantinya juga akan mampu membawa nama baik bagi daerah. "Bilamana perlu para juara nantinya sebelum festival isen mulang dilakukan dulu upaya training center agar skill mereka terpelihara dan lebih siap menghadapi festival akan datang dan membawa nama baik daerah, karena kecamatan MB ketapang beberapa waktu lalu juga juara 1 tingkat propinsi sehingga mereka tidak diikutkan lagi pada lomba di sini, " katanya. -red Foto: ketua TPKK Kotim Khairiyah Halikinnur saat melakukan peninjauan kepada peserta lomba memasak khas daerah

  • TP-PKK Katingan Perkuat Aksi Nyata Turunkan Stunting dan Bangun Ketahanan Keluarga

    KATINGAN, KALTENG NETWORK - Ketua TP-PKK Kabupaten Katingan, Ny. Sumiati Saiful, bersama Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga, Ny. Tri Windarti Firdaus, menggelar pembinaan Sepuluh Program Pokok PKK bagi Tim Penggerak PKK tingkat kecamatan dan desa se-Kecamatan Katingan Tengah pada Kamis (12/2/2026) di Aula Kecamatan Katingan Tengah. Kegiatan ini bertujuan memperkuat posisi PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat, mulai dari penanganan stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga peningkatan literasi dan ketahanan keluarga. Camat Katingan Tengah, Purwoko, menyampaikan bahwa gerakan PKK selama ini telah memberikan kontribusi konkret di tengah masyarakat. Ia menilai peran PKK terlihat dalam upaya penurunan stunting melalui edukasi gizi dan optimalisasi posyandu, pemberdayaan ekonomi keluarga lewat program UP2K, serta penguatan nilai gotong royong dalam keluarga dan lingkungan sosial. “Namun kami juga secara terbuka mengakui masih ada kekurangan dalam pelaksanaan di lapangan. Pembinaan hari ini kami harapkan menjadi ruang evaluasi dan konsultasi agar program yang dijalankan sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Katingan,” ujar Purwoko. Ia menginstruksikan seluruh pengurus dan kader PKK, baik di tingkat kecamatan maupun desa, untuk aktif berdiskusi, mencari solusi, serta memaknai 10 Program Pokok PKK sebagai aksi nyata yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Ketua TP-PKK Kecamatan Katingan Tengah, Ambar Wati, menyebut pembinaan ini sebagai dorongan motivasi bagi para pengurus hingga level desa. Ia mengakui bahwa meskipun TP-PKK Kecamatan Katingan Tengah telah berupaya optimal menjalankan 10 Program Pokok PKK, masih terdapat kendala administratif serta tantangan dalam implementasinya di lapangan. “Kami seperti menimba ilmu langsung dari sumbernya. Kami berharap arahan dan evaluasi dari TP-PKK Kabupaten Katingan dapat meluruskan langkah kami agar program kerja berjalan selaras dengan visi dan misi kabupaten,” tuturnya, sembari mengajak seluruh ketua TP-PKK desa dan kader untuk mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Katingan, Ponny Natalia, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan konsistensi gerakan PKK yang dinilainya sebagai mitra pemerintah yang paling setia dari waktu ke waktu. Ia juga mengingatkan bahwa pada 2026 akan terjadi pengurangan signifikan dalam alokasi anggaran desa, namun kondisi tersebut tidak boleh melemahkan semangat pengabdian. “Keterbatasan anggaran justru menuntut adanya inovasi, kolaborasi, dan ketepatan sasaran dalam menjalankan program. PKK memiliki modal sosial yang kuat untuk memastikan program tetap memberikan dampak,” tegasnya. Dalam arahannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Katingan, Ny. Sumiati Saiful, menegaskan bahwa pembinaan 10 Program Pokok PKK harus berorientasi pada dampak nyata (impact-driven). Program difokuskan pada isu-isu prioritas, yakni pencegahan pernikahan usia anak dan penyalahgunaan narkoba (Pokja I), peningkatan literasi serta penguatan ekonomi keluarga (Pokja II), optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan (Pokja III), serta penguatan gizi ibu dan anak termasuk pemberian makanan tambahan pendamping ASI guna mencegah stunting (Pokja IV). Ia menekankan bahwa kader PKK merupakan garda terdepan dalam edukasi keluarga, khususnya terkait pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, perbaikan sanitasi, serta penerapan pola asuh yang tepat. “Program tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Yang diperlukan adalah pendampingan berkelanjutan, monitoring, serta kolaborasi lintas sektor agar perubahan benar-benar terwujud di tingkat keluarga,” pesannya. Rangkaian pembinaan kemudian dilanjutkan dengan sesi teknis oleh masing-masing Pokja kepada TP-PKK kecamatan dan desa/kelurahan. Materi yang disampaikan berfokus pada peningkatan kapasitas kader, penyelarasan program dengan kebijakan daerah, serta berbagi praktik baik (best practices) yang dapat direplikasi di desa. Melalui pembinaan ini, diharapkan 10 Program Pokok PKK semakin terintegrasi dengan program pembangunan daerah, sehingga mampu mempercepat penurunan stunting, memperkuat ekonomi keluarga, meningkatkan literasi, dan membangun ketahanan keluarga di Kecamatan Katingan Tengah. -red Foto: Portal Katingan

  • Bupati Heriyus Resmikan Taman Kota Pasir Putih Siap Gerakkan Ekonomi Lokal

    MURUNG RAYA, KALTENG NETWORK – Bupati Murung Raya (Mura) Heriyus secara resmi meluncurkan Objek Wisata Taman Kota Pasir Putih pada Jumat (13/2/2026). Diketahui, kawasan wisata Pasir Putih memiliki luas lahan sekitar 5.000 meter persegi dengan berbagai sarana dan prasarana yang telah dibangun, meliputi rumah jaga, titian dan gazebo utama, beberapa gazebo kecil, jembatan penyeberangan, pendopo, kantin, toilet, pagar keliling, hingga papan nama objek wisata. Bupati Mura Heriyus menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas oleh Pemerintah Daerah tersebut bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan melalui peningkatan kenyamanan dan kemudahan akses. Selain itu, pengembangan objek wisata ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat, serta meningkatkan taraf hidup warga melalui perbaikan infrastruktur. Heriyus juga menekankan pentingnya pemeliharaan seluruh sarana dan prasarana di Taman Kota Pasir Putih agar tetap terjaga dengan baik, sehingga mampu memberikan rasa nyaman, aman, serta kepuasan bagi para pengunjung dan memastikan fasilitas tetap berfungsi optimal. Menurut Bupati Mura, objek wisata Taman Kota Pasir Putih dirancang sebagai zona kreatif yang memadukan unsur seni, budaya, dan industri kreatif lokal ke dalam daya tarik wisata, seperti kegiatan workshop kerajinan, pertunjukan seni, serta kuliner, sehingga menghadirkan pengalaman yang lebih mendalam bagi wisatawan. “Saya mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan. Objek wisata ini menjadi ruang partisipatif yang mendukung pengembangan ekonomi kreatif sekaligus mempererat interaksi sosial,” ujar Heriyus. -red Foto : Pemerintahan Murung Raya

bottom of page