Pedagang Nasi Kuning Keluhkan Harga Ikan Gabus Naik dan Pasokan Mulai Langka
- Fransisca Fethy Angelina
- 4 days ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT - Kenaikan harga ikan gabus atau ikan haruan mulai dikeluhkan para pedagang nasi kuning di Sampit. Ikan yang menjadi salah satu lauk khas kuliner Kalimantan itu kini semakin sulit didapat dengan harga yang terus melonjak.
Selama ini ikan gabus menjadi pilihan utama pelengkap nasi kuning karena memiliki cita rasa gurih dan banyak diminati masyarakat. Namun dalam beberapa pekan terakhir, harga ikan tersebut mengalami kenaikan cukup signifikan di sejumlah pasar tradisional.
Salah seorang pedagang nasi kuning di kawasan Taman Kota Sampit, Narullah, mengatakan kondisi tersebut mulai memengaruhi biaya operasional usahanya. Menurutnya, harga ikan gabus yang biasanya relatif stabil kini meningkat tajam sehingga menyulitkan pedagang dalam menghitung modal usaha.
“Kalau harga ikan terus naik, mau tidak mau harga jual atau porsi harus disesuaikan. Tapi kami juga khawatir pelanggan jadi berkurang,” ujarnya, Kamis (21/5).
Ia menjelaskan, selain harga yang tinggi, pasokan ikan gabus di pasar juga mulai berkurang. Jika tersedia, harga ikan gabus bahkan bisa mencapai Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.
Para pedagang menduga kondisi cuaca serta menurunnya hasil tangkapan nelayan menjadi salah satu penyebab terbatasnya pasokan ikan gabus di pasaran.
Meski menghadapi kenaikan harga dan kelangkaan pasokan, pedagang nasi kuning tetap berusaha mempertahankan kualitas rasa agar pelanggan tetap bertahan. Sebagian pedagang memilih mengurangi porsi lauk, sementara lainnya mencoba menggunakan alternatif lauk lain untuk sementara waktu.
Warga yang biasa membeli nasi kuning berharap harga ikan gabus dapat kembali normal. Mereka menilai nasi kuning dengan lauk ikan gabus sudah menjadi menu sarapan khas yang sulit digantikan.
Para pedagang juga berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat membantu menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan pasokan ikan gabus agar usaha kecil tetap dapat berjalan tanpa memberatkan masyarakat.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah terhadap kesulitan pedagang kecil seperti kami,” pungkas Narullah. -red
Penulis: Angel
Editor: Nafiri















Comments