Bupati Kotim Ajak Masyarakat Cegah Karhutla Meluas ke Permukiman
- Fransisca Fethy Angelina
- 22 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H. Halikinnor mengajak masyarakat ikut mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas, terutama di sekitar kawasan permukiman.
Imbauan tersebut disampaikan Halikinnor saat memantau langsung proses penanganan karhutla di Jalan H.M. Arsyad, Sampit, Jumat (21/8/2026).
Halikinnor meminta masyarakat tidak menunggu api membesar apabila menemukan titik kebakaran di sekitar lingkungan. Menurutnya, pemadaman sejak dini dapat mencegah api menjalar dan mengancam rumah warga.
“Kalau ada mulai titik api kecil, segera dipadamkan dulu mumpung masih kecil. Jangan sampai melebar. Kita mengutamakan pemadaman di lingkungan permukiman untuk menjaga rumah-rumah masyarakat,” ujar Halikinnor.
Halikinnor menegaskan penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterbatasan armada dan sumber air menjadi salah satu kendala yang dihadapi petugas dalam menangani kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Karena itu, ia mengajak dunia usaha dan masyarakat turut membantu proses pemadaman sesuai kemampuan masing-masing.
“Memadamkan api ini bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi tanggung jawab bersama. Tolong kita sama-sama berkolaborasi, bersinergi dan bergotong royong untuk sama-sama memadamkan,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemkab Kotim terus memperkuat penanganan karhutla dengan melibatkan perangkat daerah, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga dikerahkan untuk membantu penyediaan air melalui armada tangki masing-masing.
Upaya tersebut dilakukan menyusul kembali munculnya sejumlah titik api yang sebelumnya sempat berhasil dipadamkan. Pada Jumat, sekitar 12 titik api terpantau di wilayah sekitar Kota Sampit.
Selain melakukan pemadaman, pemerintah daerah terus memantau perkembangan titik api dan memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas.
Halikinnor juga meminta masyarakat ikut memonitor kondisi lingkungan masing-masing dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran lahan yang diduga dilakukan secara sengaja.
“Saya minta bantuan masyarakat untuk memonitor lingkungan masing-masing. Jika memang ada yang sengaja membakar, segera laporkan kepada pihak berwajib,” ujarnya.
Menurut Halikinnor, keterbatasan sumber air menjadi tantangan lain dalam penanganan karhutla. Cuaca panas menyebabkan sejumlah embung dan sumur bor yang selama ini digunakan sebagai sumber air pemadaman mengalami kekeringan.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan air di lokasi kebakaran.
Halikinnor mengapresiasi seluruh OPD, TNI, Polri, petugas pemadam, serta unsur terkait yang terus terlibat dalam penanganan karhutla.
Ia berharap kolaborasi pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga setiap titik api dapat ditangani lebih cepat dan kebakaran tidak menjalar ke kawasan permukiman.
“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah api meluas,” pungkasnya. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments