top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Puing Misterius Ditemukan di Kebun Sawit Kotim, TNI Minta Warga Tidak Menyentuh

45 minutes ago
3 min read
Puing logam misterius ditemukan di perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Jalan Jenderal Sudirman Km 27, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Foto: Dokumentasi warga)
Puing logam misterius ditemukan di perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Jalan Jenderal Sudirman Km 27, Kabupaten Kotawaringin Timur. (Foto: Dokumentasi warga)

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Penemuan puing logam misterius di perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Jalan Jenderal Sudirman Km 27, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menjadi perhatian setelah warga melaporkan suara dentuman keras di sejumlah wilayah sehari sebelumnya. Hingga Senin (19/10/2026), asal-usul benda tersebut belum dipastikan dan masih menunggu pemeriksaan pihak berwenang.


Puing itu ditemukan pekerja perkebunan sekitar pukul 06.00–06.30 WIB di area blok G/F 38/39. Benda tersebut memiliki panjang sekitar enam meter, dengan sejumlah kabel, sambungan logam, bekas pengelasan, serta kode yang tertera pada salah satu bagiannya.


Karyawan PT Agro Bukit, Karmansyah, membenarkan penemuan tersebut. Menurut informasi yang diterimanya, benda itu pertama kali ditemukan seorang pekerja yang hendak beraktivitas di perkebunan. Untuk mengangkatnya dari dalam parit, dibutuhkan bantuan sekitar 20 orang.


“Bobotnya sekitar 100 kilogram. Kami saja menariknya tadi sampai 20 orang saking beratnya. Bahannya full besi dan ada kabelnya,” ujar Karmansyah.


Pada bagian benda tersebut terlihat kode 2ZQE31-20-15 dan 240225KY. Bentuk serta keberadaan komponen kabel memunculkan dugaan bahwa benda itu merupakan bagian dari objek buatan manusia. Namun, ciri-ciri visual tersebut belum cukup untuk memastikan apakah puing berasal dari pesawat, roket, satelit, atau perangkat lainnya.


Penemuan tersebut semakin menjadi sorotan karena berdekatan dengan laporan suara dentuman keras yang terdengar di sejumlah wilayah Kotim pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 17.39 WIB. Warga di Cempaga Hulu, Telawang, Mentawa Baru Ketapang, Baamang, hingga Sampit melaporkan mendengar suara tidak biasa. Sebagian warga juga mengaku melihat benda terang melintas di langit.


Kedekatan waktu kedua peristiwa itu memunculkan dugaan bahwa puing tersebut berkaitan dengan objek yang menimbulkan dentuman. Salah satu spekulasi yang beredar adalah kemungkinan puing sampah antariksa atau bagian roket. Namun, belum ada hasil pemeriksaan resmi yang membuktikan hubungan tersebut.


Prakirawan BMKG Kotim, Ibnu Hasan Ali, sebelumnya menyatakan pihaknya masih menelusuri sumber suara dentuman, termasuk kemungkinan meteor atau sampah antariksa (space debris).


“Kami belum bisa memastikan, kami masih melakukan penelusuran serta analisis lebih lanjut terkait kepastian sumber suara dan apakah benda tersebut benar merupakan meteor atau sampah antariksa (space debris),” ungkap Ibnu saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026).


Sementara itu, Korem 102/Panju Panjung telah menerjunkan personel ke lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengidentifikasi benda tersebut. Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko melalui Pasi Intel Korem 102/Panju Panjung Mayor Inf Andry Suwiatmojo menyampaikan bahwa penanganan dilakukan bersama pihak yang memiliki kewenangan dan keahlian di bidang terkait.


“Untuk informasi awal, kami pastikan bahwa benda tersebut bukan merupakan benda milik militer. Untuk itu kami juga meminta kepada masyarakat agar tetap tenang sambil menunggu informasi lebih lanjut dari petugas di lapangan,” kata Andry.


Pihaknya juga telah melakukan pengamanan di sekitar lokasi dengan memasang garis pembatas agar masyarakat tidak mendekat. Benda tersebut direncanakan ditangani oleh tim Lanud Iskandar untuk dibawa ke Pangkalan Bun guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Andry mengingatkan masyarakat agar tidak menyentuh, membongkar, ataupun memindahkan puing tersebut secara mandiri. Langkah ini diperlukan karena material dan kemungkinan adanya komponen berbahaya di dalam benda itu belum diketahui.


“Kami minta jangan ada yang berani menyentuh, apalagi memindahkan benda ini. Karena kita tidak tahu apa risikonya jika menyentuh benda tersebut,” tegasnya.


Hingga kini, identitas, fungsi, dan asal-usul puing tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan. Dugaan bahwa benda itu merupakan bagian roket atau sampah antariksa belum dapat dipastikan, begitu pula kemungkinan kaitannya dengan dentuman yang terdengar sehari sebelumnya.


Masyarakat diimbau tetap tenang, menjaga jarak dari lokasi penemuan, serta menyerahkan proses identifikasi kepada pihak berwenang. Hasil pemeriksaan lebih lanjut diharapkan dapat menjelaskan asal benda sekaligus memastikan apakah terdapat hubungan dengan fenomena suara dentuman di wilayah Kotim.


-red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page