Pemprov Kalteng dan BBPOM Serahkan Sertifikat Pelaku Usaha Obat Bahan Alam
- Fransisca Fethy Angelina
- 9 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya menyerahkan sertifikat kepada pelaku usaha obat bahan alam sebagai upaya memperkuat industri berbasis kekayaan hayati daerah. Penyerahan sertifikat berlangsung di Aula Tjilik Riwut, Lantai II Kantor BBPOM Palangka Raya, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, yang mewakili Gubernur Kalimantan Tengah.
Dalam sambutannya, Sunarti mengatakan Kalimantan Tengah memiliki potensi besar menjadi salah satu daerah penghasil obat bahan alam karena didukung kekayaan hutan tropis dan keanekaragaman hayati yang melimpah.
Menurutnya, tanaman khas daerah seperti Pasak Bumi, Bajakah, dan Tabat Barito memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi produk yang aman, bermutu, berkhasiat, sekaligus memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong terciptanya ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri obat bahan alam melalui kolaborasi lintas sektor, pembinaan pelaku usaha, serta penguatan regulasi yang memberikan kepastian berusaha sekaligus melindungi masyarakat. Kami meyakini bahwa regulasi yang baik bukanlah hambatan, melainkan landasan untuk membangun kepercayaan dan daya saing," ujar Sunarti.
Ia menilai pengembangan industri obat bahan alam memerlukan sinergi antara BPOM, pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan agar produk lokal mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Selain penyerahan sertifikat, kegiatan juga dirangkaikan dengan Gerakan Minum Jamu Bersama sebagai upaya mengajak masyarakat kembali membiasakan konsumsi jamu sebagai warisan budaya bangsa sekaligus bagian dari gaya hidup sehat.
Masyarakat juga diimbau memilih produk jamu yang telah memiliki izin edar serta memenuhi standar keamanan dan mutu yang ditetapkan BPOM.
Sunarti berharap pengembangan tanaman obat lokal terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing Kalimantan Tengah di sektor obat bahan alam.
Kegiatan tersebut dihadiri Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI Mohamad Kashuri, Kepala BBPOM Palangka Raya Ali Yudhi Hartanto beserta jajaran, kepala perangkat daerah, instansi vertikal, serta kepala unit BPOM se-Kalimantan Tengah. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments