top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Pemkab Kotim Perkuat Budaya Inovasi untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Pelatihan Inovasi Pelayanan Publik bagi aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kegiatan ini bertujuan memperkuat budaya inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. (Foto: Diskominfo Kotim)
Pelatihan Inovasi Pelayanan Publik bagi aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kegiatan ini bertujuan memperkuat budaya inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. (Foto: Diskominfo Kotim)

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendorong penguatan budaya inovasi di lingkungan pemerintahan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Inovasi Pelayanan Publik yang diikuti aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).


Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, yang mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa inovasi menjadi kebutuhan penting bagi setiap instansi pemerintah dalam menghadapi dinamika pelayanan publik yang terus berkembang.


"Inovasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat," ujarnya.

Menurut Rafiq, pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas ASN dalam menghadirkan pelayanan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Ia mendorong setiap perangkat daerah mampu melahirkan berbagai terobosan agar pelayanan publik semakin cepat, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata.


Pelatihan juga menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur, Cok Orda Putra Legawa, sebagai narasumber. Ia menekankan pentingnya membangun budaya inovasi yang berkelanjutan dengan memanfaatkan transformasi digital sebagai salah satu pendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.


Menurutnya, inovasi tidak hanya identik dengan penciptaan aplikasi atau teknologi baru, tetapi juga mencakup penyederhanaan proses kerja, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan kolaborasi antarperangkat daerah.


"Budaya inovasi harus tumbuh di setiap organisasi perangkat daerah. Inovasi bukan sekadar mengikuti perlombaan, tetapi menjadi solusi nyata dalam menyelesaikan permasalahan pelayanan publik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.

Ia juga mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan literasi digital, memperkuat kolaborasi, serta berani melakukan perubahan sebagai bagian dari transformasi birokrasi yang lebih modern dan adaptif.


Dalam kesempatan tersebut disampaikan sejumlah capaian Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur di bidang tata kelola pemerintahan, di antaranya Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebesar 3,22 dengan kategori Baik, Indeks Reformasi Birokrasi sebesar 76,68 berpredikat BB, nilai SAKIP sebesar 65,49 berpredikat B, Indeks Pelayanan Publik sebesar 4,06, serta Indeks Inovasi Daerah sebesar 56,34 dengan predikat Inovatif.


Berbagai capaian tersebut dinilai menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Meski demikian, pemerintah daerah menilai inovasi harus terus dikembangkan agar mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi, meningkatnya ekspektasi masyarakat, serta kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks.


Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai persoalan pelayanan di unit kerja masing-masing, menyusun inovasi yang aplikatif, mengimplementasikannya secara terukur, hingga melakukan monitoring dan evaluasi agar inovasi yang dihasilkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga mendorong seluruh pimpinan perangkat daerah memberikan dukungan terhadap implementasi berbagai inovasi yang lahir dari pelatihan tersebut sehingga menjadi bagian dari budaya kerja organisasi, sekaligus mendukung terwujudnya birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page