Mahasiswa UPR Dorong Wisata Budaya Kereng Bangkirai Lewat Smart Cultural Tourism
- Fransisca Fethy Angelina
- 1 day ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Potensi seni dan budaya Dayak di Kelurahan Kereng Bangkirai terus didorong menjadi daya tarik utama sektor pariwisata. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sanggar Seni dan Budaya (MAPAS) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR) menginisiasi pengembangan Smart Cultural Tourism berbasis potensi lokal.
Program bertajuk "Pengembangan Smart Cultural Tourism Berbasis Potensi Lokal untuk Mendukung Penguatan Ekonomi Berkelanjutan di Kelurahan Kereng Bangkirai" tersebut mendapat dukungan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Sebagai langkah awal, tim PPK Ormawa MAPAS telah melaksanakan sosialisasi kepada Pemerintah Kelurahan Kereng Bangkirai, tokoh masyarakat, pengelola destinasi wisata, pelaku seni, serta kelompok masyarakat yang menjadi mitra pelaksana program.
Ketua Tim PPK Ormawa MAPAS mengatakan program tersebut lahir sebagai respons terhadap menurunnya jumlah kunjungan wisata ke kawasan Dermaga Kereng Bangkirai dalam beberapa tahun terakhir.
"Melalui Smart Cultural Tourism, kami ingin mengintegrasikan kekayaan budaya Dayak, atraksi seni, dan pemanfaatan teknologi digital agar Kereng Bangkirai semakin menarik sebagai destinasi wisata sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, berbagai kegiatan telah disiapkan, mulai dari pelatihan seni, penguatan kapasitas sanggar budaya, pengembangan promosi wisata berbasis digital, hingga penyelenggaraan Festival Handep Lewu Sebangau sebagai agenda unggulan untuk menarik wisatawan.
Lurah Kereng Bangkirai, Fitriyaturrahman, menyambut baik keterlibatan mahasiswa dalam upaya mengembangkan potensi budaya dan pariwisata di wilayahnya.
"Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat sangat penting. Program seperti ini diharapkan dapat membantu melestarikan budaya Dayak sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi masyarakat," katanya.
Program tersebut juga melibatkan sejumlah mitra strategis, di antaranya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Palangka Raya, serta sejumlah sanggar seni di Kota Palangka Raya.
Kolaborasi lintas sektor itu diharapkan mampu membangun ekosistem wisata budaya yang berkelanjutan dengan tetap menjadikan kearifan lokal sebagai fondasi utama pengembangannya.
Program Smart Cultural Tourism dijadwalkan berlangsung hingga September 2026. Selain meningkatkan daya tarik wisata Kereng Bangkirai, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Dayak, menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat, serta menjadi model pemberdayaan berbasis budaya yang dapat diterapkan di daerah lain.
Melalui program tersebut, mahasiswa MAPAS FKIP UPR juga menunjukkan perannya sebagai agen perubahan yang tidak hanya berkontribusi di lingkungan akademik, tetapi turut terlibat dalam upaya pembangunan masyarakat melalui pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri





















Comments