Lapas Sampit Perkuat Pembinaan Kemandirian WBP Lewat Pelatihan Barbershop
- Fransisca Fethy Angelina
- 1 day ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu program yang dikembangkan adalah pelatihan keterampilan pangkas rambut melalui layanan barbershop di dalam lapas, Selasa (7/7/2026).
Program tersebut menjadi wadah bagi warga binaan untuk mempelajari teknik dasar hingga praktik memangkas rambut secara langsung. Selain mengasah kemampuan teknis, peserta juga mendapatkan pengalaman melayani pelanggan sehingga mampu meningkatkan keterampilan sekaligus membangun rasa percaya diri.
Layanan barbershop tersebut mendapat respons positif karena hasil cukuran yang rapi dan menarik. Pelanggannya tidak hanya berasal dari sesama warga binaan, tetapi juga petugas lapas.
Seluruh aktivitas pembinaan berlangsung di bawah pengawasan petugas bersama Kepala Regu Pengamanan (Karupam) Lapas Sampit, Andie Ramadhahi, guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, mengatakan pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan yang bernilai ekonomis setelah menyelesaikan masa pidana.
"Program barbershop ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang kami berikan kepada warga binaan. Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk bekerja atau bahkan membuka usaha sendiri setelah kembali ke masyarakat. Dengan demikian, mereka memiliki peluang lebih besar untuk hidup mandiri dan produktif," ujarnya.
Menurut Muhammad Yani, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan memangkas rambut, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Ia menegaskan, Lapas Sampit akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga setelah mereka bebas. -red
Penulis: Angel
Editor: Wiyandri





















Comments