Ketua TSAK Palangka Meninggal Usai Sempat Tangani Karhutla di Petuk Katimpun
- Fransisca Fethy Angelina
- 3 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Kabar duka menyelimuti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya. Akhmad Rizani (54), Ketua sekaligus Koordinator Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Palangka, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Betang Pambelum.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan belasungkawa saat mendatangi rumah duka, Kamis (27/8/2026) sore. Fairid hadir bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya.
Menurut keterangan keluarga yang diterima Fairid, almarhum memiliki riwayat hipertensi dan sempat mendapatkan perawatan medis sebelum meninggal dunia.
“Almarhum memiliki riwayat hipertensi. Berdasarkan keterangan keluarga, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab meninggalnya almarhum setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit,” kata Fairid.
Sebelum menjalani perawatan, Akhmad Rizani diketahui sempat mendatangi lokasi karhutla di Kelurahan Petuk Katimpun. Saat itu, ia menerima informasi dari anggota TSAK yang sebelumnya telah menyelesaikan proses pemadaman di lokasi.
Sebagai koordinator TSAK Palangka, Rizani kemudian menuju lokasi untuk memastikan kondisi lahan setelah pemadaman. Namun, ketika berada di sekitar lokasi, kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun.
Ia kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
“Informasi yang kami terima, sebelum berangkat ke lokasi kondisi almarhum memang kurang sehat. Kemungkinan kondisi tersebut ditambah cuaca panas, kabut asap, dan faktor lainnya menyebabkan beliau tiba-tiba drop sehingga langsung dievakuasi untuk mendapatkan perawatan,” ujar Fairid.
Fairid mengenang Rizani sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan aktif membantu penanganan karhutla di wilayah Kota Palangka Raya.
Menurutnya, almarhum menunjukkan dedikasi dan semangat yang besar sebagai relawan, terutama dalam membantu petugas menangani kebakaran lahan yang terjadi di wilayahnya.
“Kami turut berduka atas meninggalnya almarhum. Dedikasi, perhatian, dan semangat beliau terhadap penanganan kebakaran lahan dan karhutla sangat luar biasa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran atas musibah ini,” tuturnya.
Berdasarkan rencana keluarga, almarhum akan dimakamkan di tempat pemakaman umum pada Jumat (28/8/2026) siang, setelah pelaksanaan Salat Jumat.
Di tengah duka tersebut, Fairid kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan karhutla. Ia meminta warga ikut mengawasi lahan milik sendiri maupun lingkungan di sekitar tempat tinggal.
Menurutnya, kebakaran lahan yang terjadi saat ini tidak hanya berada di kawasan kosong. Sejumlah kejadian bahkan telah mendekati jalan utama dan permukiman sehingga meningkatkan risiko terhadap masyarakat maupun petugas yang melakukan pemadaman.
“Ketika kebakaran lahan terjadi, masyarakat turut terdampak karena menghirup kabut asap. Sementara para petugas dan relawan di lapangan terus berjibaku menghadapi api dengan risiko yang sangat besar. Karena itu, mari bersama-sama menjaga agar kebakaran lahan tidak kembali terjadi,” tegasnya.
Sementara itu, data BPBD Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 336 kejadian karhutla sepanjang 1 Juni hingga 24 Agustus 2026. Total luas lahan yang terbakar mencapai 428,46 hektare.
Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 229 kejadian, disusul Sebangau sebanyak 72 kejadian, Pahandut 25 kejadian, dan Bukit Batu 8 kejadian. Sementara itu, Kecamatan Rakumpit tercatat tidak mengalami kejadian karhutla dalam periode tersebut.
Tingginya kejadian tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada petugas dan relawan. Pencegahan dari tingkat masyarakat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran sekaligus melindungi keselamatan warga yang berada di garis depan penanganan. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments