Katingan Siaga Karhutla, Bupati Saiful Minta Warga Waspada di Tengah Cuaca Ekstrem
- Fransisca Fethy Angelina
- Aug 6
- 2 min read

KALTENG NETWORK, KASONGAN – Bupati Katingan Saiful mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring kondisi cuaca yang semakin kering serta memburuknya kualitas udara di wilayah Kabupaten Katingan.
Berdasarkan hasil pemantauan pada Rabu (5/8/2026), potensi karhutla di Kabupaten Katingan berada pada kategori ekstrem, sementara Indeks Kualitas Udara (IKU) mencapai 231 atau masuk kategori Sangat Tidak Sehat, yang berisiko terhadap kesehatan masyarakat.
Data menunjukkan wilayah utara yang meliputi Kecamatan Bukit Raya, Petak Malai, Katingan Hulu, Marikit, Sanaman Mantikei, Katingan Tengah, dan Pulau Malan tidak mengalami hujan sejak 31 Juli 2026 atau selama lima hari berturut-turut.
Kondisi serupa terjadi di wilayah tengah yang mencakup Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Katingan Hilir, dan Tasik Payawan, yang juga tidak menerima curah hujan selama lima hari terakhir.
Sementara itu, kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di wilayah selatan, yakni Kecamatan Katingan Kuala, Mendawai, dan Kamipang. Ketiga kecamatan tersebut tercatat tidak diguyur hujan sejak 4 Juli 2026 atau selama 32 hari berturut-turut, sehingga lahan menjadi sangat kering dan mudah terbakar.
Bupati Saiful mengatakan situasi tersebut harus menjadi perhatian seluruh masyarakat karena dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat, hingga perekonomian daerah.
"Saat ini kondisi cuaca sangat mendukung terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Katingan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api. Pencegahan jauh lebih baik daripada penanggulangan setelah kebakaran terjadi," tegas Saiful.
Ia juga meminta camat, lurah, kepala desa, dunia usaha, relawan, serta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
"Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Saya berharap seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungan sehingga kita dapat melindungi hutan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi dari dampak kebakaran," tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Katingan, Yobie Candra, menjelaskan bahwa kualitas udara yang berada pada kategori Sangat Tidak Sehat menunjukkan tingginya konsentrasi partikel di udara yang dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan.
"Indeks kualitas udara sebesar 231 menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan," ujar Yobie.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar karena kondisi lahan yang sangat kering dapat menyebabkan api cepat menyebar dan sulit dipadamkan.
Pemerintah Kabupaten Katingan menegaskan akan terus memperkuat langkah pencegahan melalui pemantauan cuaca, patroli lapangan, sosialisasi kepada masyarakat, serta koordinasi lintas instansi selama musim kemarau. Pemerintah berharap partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya karhutla sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan warga. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments