top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Karhutla Tumbang Nusa Mulai Terkendali, Polda Kalteng Perkuat Cadangan Air

Tim gabungan melakukan penanganan karhutla di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, dengan memperkuat akses sumber air melalui pembangunan kanal dan embung. (Foto: Humas Polda Kalteng)
Tim gabungan melakukan penanganan karhutla di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, dengan memperkuat akses sumber air melalui pembangunan kanal dan embung. (Foto: Humas Polda Kalteng)

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, mulai terkendali setelah penanganan dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Meski sebagian besar titik api telah berhasil diatasi, sejumlah titik masih memerlukan penanganan dan pemantauan.


Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan kondisi karhutla di kawasan tersebut menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa hari terakhir. Namun, upaya pemadaman dan pembasahan tetap dilakukan untuk mencegah api kembali muncul.


“Sebagian besar titik api di wilayah tersebut sudah berhasil diatasi dalam beberapa hari terakhir, meskipun masih ada beberapa titik yang memerlukan penanganan serius,” kata Iwan, Rabu (26/8/2026).


Salah satu langkah yang dilakukan Satgas Karhutla untuk memperkuat penanganan adalah membangun Kanal Medson sepanjang sekitar lima kilometer. Kanal tersebut membentang dari Jalan Poros Tengah menuju Sungai Kahayan dan disiapkan untuk mempermudah akses sumber air bagi proses pemadaman.


Di sepanjang kanal juga telah dibangun sekitar 25 embung yang berfungsi sebagai cadangan air. Keberadaan kanal dan embung tersebut diharapkan dapat membantu tim pemadam ketika membutuhkan pasokan air di lokasi kebakaran.


“Sebagai strategi dan langkah taktis, Satgas Karhutla membangun kanal khusus bernama Kanal Medson dan di sepanjang kanal tersebut juga telah dibuat sekitar 25 embung sebagai cadangan air,” ujar Iwan.


Polda Kalteng juga berencana menambah embung baru dengan jarak sekitar 100 meter di sepanjang kawasan tersebut. Selain itu, pembangunan sumur bor disiapkan untuk memperkuat ketersediaan sumber air, terutama ketika kondisi sungai dan embung mengalami penyusutan akibat kemarau.


Menurut Iwan, persoalan ketersediaan air masih menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan karhutla di Tumbang Nusa. Debit air di sejumlah embung dan Sungai Kahayan mulai surut sehingga pengambilan air untuk mendukung operasi pemadaman, termasuk water bombing, menjadi lebih sulit.


“Kendala utama saat ini adalah kesulitan air. Debit embung maupun Sungai Kahayan mulai surut sehingga menyulitkan pengambilan air untuk water bombing,” jelasnya.


Selain memperkuat sumber air, penanganan di lapangan juga didukung penambahan personel dan peralatan. Mesin penyedot air serta alkon disiapkan untuk mempercepat respons petugas ketika api kembali muncul atau mendekati kawasan tertentu.


Meskipun kondisi secara umum mulai terkendali, tim gabungan masih melakukan pembasahan di sejumlah titik rawan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah bara api yang masih tersisa di dalam lahan kembali menyala dan memicu kebakaran baru.


“Kita pastikan situasi sudah dapat dikendalikan dan tim gabungan tetap siaga untuk menuntaskan sisa titik api,” tegas Iwan.


Penanganan karhutla di Tumbang Nusa akan terus dilakukan dengan mengandalkan sinergi personel, penguatan sarana pemadaman, serta penyediaan sumber air. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah kebakaran kembali meluas di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung. -red


Penulis: Angel

Editor: Ivonne Hana

Comments


bottom of page