UPR Bergerak Cepat Padamkan Karhutla di Kawasan Kampus
- Fransisca Fethy Angelina
- 2 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) bergerak cepat menangani kebakaran lahan yang terdeteksi di kawasan kampus di Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Tim langsung dikerahkan setelah titik api ditemukan untuk mencegah kebakaran meluas ke area kampus.
Kepala UPA Pengelola Lahan Gambut sekaligus Koordinator Lapangan Tim Penanggulangan Kebakaran Lahan UPR, Dr Adi Jaya PhD, mengatakan petugas langsung bergerak begitu menerima informasi adanya titik api.
“Begitu api terdeteksi, tim langsung bergerak melakukan pemadaman di lapangan,” kata Adi, Rabu (26/8/2026).
Penanganan melibatkan tim gabungan dari UPA Pengelolaan Lahan Gambut, Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG), Peat Techno Park (PTP), Tim Urusan Barang Milik Negara dan Rumah Tangga (BMN-RT), serta relawan dari sivitas akademika UPR.
Api sempat mendekati kawasan Gedung PPIIG dan Gedung Merah Putih. Tim kemudian melakukan pemadaman hingga titik api berhasil dikendalikan.
Meski api di permukaan telah padam, petugas tetap melakukan pembasahan dan pemantauan. Langkah tersebut dilakukan karena kondisi lahan gambut yang kering memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan dan kembali memicu kebakaran.
“Walaupun api di permukaan sudah padam, kita tetap melakukan pemantauan dan pembasahan karena lahan gambut masih berpotensi menyimpan api di bawah permukaan,” ujarnya.
Adi menjelaskan, kebakaran pada lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan atau mengalami smoldering. Kondisi tersebut membuat bara berpotensi muncul kembali ketika terjadi embusan angin dan suhu udara meningkat.
Karena itu, tim tanggap darurat UPR tetap bersiaga dan melakukan cooling down secara berkala selama 24 jam untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
“Kami terus melakukan pemantauan dan pembasahan untuk mengantisipasi munculnya kembali api,” katanya.
Selain pemantauan, UPR meningkatkan patroli dan pemeriksaan titik panas di seluruh kawasan kampus, terutama pada area yang memiliki karakteristik lahan gambut dan rentan terbakar.
UPR juga menyiapkan suplai air, tandon penampungan, serta pompa jinjing pemadam di sejumlah titik yang dianggap krusial. Koordinasi dengan instansi pemadam dan BPBD setempat turut diperkuat untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kawasan kampus tetap aman sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko karhutla.
“Kami tetap bersiaga dan melakukan pemantauan secara rutin untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul,” pungkas Adi. -red
Penulis: Angel
Editor: Emuna Asie





















Comments