Karhutla di Kotim Hanguskan Kebun Sawit Warga, BPBD Harapkan Bantuan Water Bombing
- Fransisca Fethy Angelina
- 1 day ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali meluas dan mulai menghanguskan kebun milik warga. Kebakaran terjadi di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Senin (27/7/2026), dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai lima hektare.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam, mengatakan titik kebakaran berada di sekitar Desa Eka Bahurui. Lokasinya yang cukup jauh dari Jalan HM Arsyad menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman.
“Lokasinya dekat Desa Eka Bahurui. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sudah mencapai lima hektare,” ujarnya.
Selain akses yang sulit dijangkau kendaraan pemadam, keterbatasan sumber air di sekitar lokasi juga memperberat upaya pemadaman.
Untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas, BPBD berharap mendapat dukungan operasi pemadaman dari udara melalui water bombing menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disiagakan di Posko Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya.
BPBD juga memanfaatkan pesawat nirawak atau drone untuk memantau perkembangan kebakaran dari udara. Hasil pemantauan menunjukkan kepulan asap tebal masih membumbung dari lokasi kebakaran.
Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, kebakaran tidak hanya melanda lahan kosong, tetapi juga membakar sebagian kebun kelapa sawit milik warga yang telah memasuki usia produktif.
“Sebagian saja (sawit terbakar). Sebagian sepertinya semak belukar,” kata Multazam.
Khawatir Memicu Kabut Asap
Hingga Senin sore, api dilaporkan masih aktif dan dikhawatirkan terus meluas, terutama apabila telah menjalar ke lahan gambut yang memiliki karakteristik mudah terbakar hingga ke lapisan bawah tanah.
Menurut Multazam, kondisi cuaca yang kering selama musim kemarau membuat vegetasi menjadi lebih mudah terbakar sehingga memperbesar risiko meluasnya kebakaran.
Ia berharap penanganan dapat segera dilakukan agar kabut asap seperti yang mulai muncul di Kota Palangka Raya tidak terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Multazam mengingatkan, kabut asap dapat berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari gangguan kesehatan, aktivitas pendidikan, hingga perekonomian. Pengalaman kabut asap parah beberapa tahun lalu di Kotawaringin Timur, menurutnya, harus menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kami meminta kepedulian seluruh masyarakat karena dampak karhutla ini sangat buruk. Ekonomi terganggu dan kasihan anak-anak dan orang tua kita bisa terganggu kesehatannya akibat asap,” ujarnya.
BPBD juga mengimbau masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar karena berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan. Selain membahayakan lingkungan dan masyarakat, pelaku pembakaran lahan juga dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku. -red
Penulis: Angel
Editor: Ivonne Hana





















Comments