Kapolda Kalteng Tegaskan Tindak Tegas Pelaku Karhutla, Luas Kebakaran di Tumbang Nusa Diperkirakan Capai 31 Hektare
- Fransisca Fethy Angelina
- 19 hours ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PULANG PISAU – Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan menegaskan komitmennya menindak tegas setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai upaya menekan meningkatnya ancaman kebakaran selama musim kemarau.
Penegasan tersebut disampaikan usai patroli udara bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran untuk memantau perkembangan titik panas berdasarkan data aplikasi Sipongi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
"Siapa pun yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan akan kami tindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tidak ada toleransi terhadap pelaku yang mengancam keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan," tegas Iwan, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, patroli udara menjadi bagian dari langkah deteksi dini guna memastikan kondisi di lapangan sehingga setiap titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
"Patroli udara ini merupakan langkah cepat untuk memastikan kondisi di lapangan sehingga setiap titik api yang ditemukan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas," ujarnya.
Kapolda menjelaskan, setiap titik api yang terdeteksi langsung diteruskan kepada personel Satuan Tugas (Satgas) Karhutla untuk segera dilakukan pemadaman.
"Begitu titik kebakaran ditemukan, kami langsung menginstruksikan seluruh Satgas Karhutla agar bergerak cepat melakukan pemadaman di lokasi," katanya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat, baik dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan karhutla.
"Kami berharap seluruh unsur Satgas terus meningkatkan kesiapsiagaan, mempercepat pemadaman setiap titik api yang muncul, serta mengedepankan penegakan hukum agar kasus pembakaran hutan dan lahan dapat ditekan semaksimal mungkin," tutupnya.
Sementara itu, proses pemadaman di lokasi kebakaran kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, masih terus berlangsung.
Personel BKO Penanganan Karhutla Direktorat Samapta Polda Kalimantan Tengah bersama tim gabungan melakukan pemadaman sekaligus pembasahan lahan untuk mencegah api kembali menyala.
Dirsamapta Polda Kalteng Kombes Pol. Viddy Dasmasela mengatakan seluruh personel dikerahkan secara maksimal agar kebakaran tidak meluas.
"Personel kami diterjunkan untuk melakukan pemadaman sekaligus pembasahan pada lahan yang terbakar agar api tidak kembali menyala dan meluas," ujarnya.
Operasi yang dipimpin Padal BKO Penanganan Karhutla Ipda Hervi Gogor tersebut juga melakukan patroli di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya titik api baru akibat cuaca panas dan kondisi lahan yang kering.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau Herman Wibowo mengungkapkan masih terdapat titik api aktif berdasarkan hasil pemantauan di lapangan sehingga operasi pemadaman terus dilanjutkan.
"Titik api masih aktif saat melakukan pemantauan di lapangan. Karena itu, operasi pemadaman dilanjutkan dengan fokus pada pemadaman api, pendinginan area yang telah dipadamkan, serta patroli untuk mencegah munculnya kebakaran baru," katanya.
Menurut Herman, tantangan terbesar berasal dari karakteristik lahan gambut yang menyimpan bara api di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut diperparah cuaca panas, perubahan arah angin, serta terbatasnya sumber air sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.
Operasi penanganan karhutla melibatkan personel BPBD Kabupaten Pulang Pisau, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, Satgas Udara, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, KPHP Kahayan Hilir, TNI, dan Polri dengan dukungan mesin pompa, perahu, selang pemadam, drone pemantau, hingga perangkat komunikasi.
Hingga saat ini, luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan. Namun, berdasarkan perkiraan sementara, area terdampak telah mencapai lebih dari 31 hektare dan akan diukur secara pasti setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan. -red
Penulis: Angel
Editor:





















Comments