top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Huma Betang Night Meriahkan Hari Jadi ke-24 Pulang Pisau, Angkat Budaya dan Kebersamaan

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menghadiri Huma Betang Night di Stadion H.M. Sanusi, Kabupaten Pulang Pisau, Sabtu (11/7/2026) malam. Kegiatan dalam rangka Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau tersebut menjadi ajang pelestarian budaya, mempererat kebersamaan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif daerah. (Foto: Biro Adpim Kalteng)
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menghadiri Huma Betang Night di Stadion H.M. Sanusi, Kabupaten Pulang Pisau, Sabtu (11/7/2026) malam. Kegiatan dalam rangka Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau tersebut menjadi ajang pelestarian budaya, mempererat kebersamaan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif daerah. (Foto: Biro Adpim Kalteng)

KALTENG NETWORK, PULANG PISAU – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menghadiri Huma Betang Night yang digelar di Stadion H.M. Sanusi, Kabupaten Pulang Pisau, Sabtu (11/7/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau sekaligus ajang pelestarian budaya dan hiburan bagi masyarakat.


Turut hadir Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa'i, Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta, unsur Forkopimda Kabupaten Pulang Pisau, kepala perangkat daerah, serta ribuan masyarakat.


Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran mengatakan Huma Betang Night merupakan bentuk rasa syukur atas bertambahnya usia Kabupaten Pulang Pisau sekaligus menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat.


"Kegiatan Huma Betang Night kita hadirkan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus membawa kegembiraan bagi masyarakat Pulang Pisau. Kalau hati kita gembira, hati kita bahagia, kita akan semakin sehat, optimistis, dan produktif," ujarnya.

Menurut Agustiar, Huma Betang Night juga menjadi simbol penting dalam menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.


"Pembangunan harus maju, tetapi budaya kita tidak boleh layu. Hal ini sejalan dengan visi dan misi kami membangun Kalimantan Tengah tanpa meninggalkan akar budaya dan kearifan lokal, dengan Spirit Huma Betang dalam bingkai NKRI," tegasnya.


Ia berharap kegiatan tersebut semakin mempererat silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga kerukunan masyarakat.


"Kalau kita guyub, rukun, menjunjung toleransi dan gotong royong, maka tantangan seberat apa pun akan mampu kita hadapi bersama," katanya.

Selain menjadi hiburan masyarakat, Huma Betang Night juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah melalui peningkatan aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Pada kesempatan itu, Agustiar juga mengingatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau agar memaknai kebijakan efisiensi anggaran sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.


"Efisiensi justru menuntut kita bekerja lebih cermat, lebih terukur, lebih inovatif, dan lebih tepat sasaran, sehingga setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur mengucapkan selamat Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau serta berharap daerah tersebut semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera.


Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden mengatakan Huma Betang Night diselenggarakan untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pulang Pisau sekaligus menjadi wadah pelestarian budaya daerah.


Menurutnya, kegiatan tersebut juga bertujuan menggerakkan perekonomian melalui pemberdayaan UMKM dan pedagang kecil, serta memberikan ruang bagi para seniman Kalimantan Tengah untuk menampilkan karya terbaik mereka.


"Huma Betang Night mengusung semangat modernitas berbasis adat dengan menjadikan nilai-nilai Huma Betang dalam bingkai NKRI sebagai kompas untuk memperkuat kebersamaan, toleransi, dan kerukunan masyarakat Kalimantan Tengah," ujarnya.

Rangkaian Huma Betang Night dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya khas Kalimantan Tengah, seperti karungut, badeder, tandak timang, serta penampilan sejumlah artis lokal yang menghibur masyarakat hingga malam hari. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page