top of page
KN DPRD BHAYANGKARA.png

Berita Terpopuler

Delapan Karhutla Terjadi dalam Empat Hari, BPBD Kobar Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

im gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di perbatasan Desa Batu Belaman dan Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (12/7/2026). BPBD Kobar mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar di tengah cuaca panas dan angin kencang yang meningkatkan risiko karhutla. (Foto: BPBD Kobar)
im gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di perbatasan Desa Batu Belaman dan Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (12/7/2026). BPBD Kobar mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar di tengah cuaca panas dan angin kencang yang meningkatkan risiko karhutla. (Foto: BPBD Kobar)

KALTENG NETWORK, PANGKALAN BUN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah cuaca panas dan angin kencang yang melanda wilayah tersebut.


Dalam empat hari terakhir, BPBD Kobar mencatat telah menangani delapan kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai sekitar 9,5 hektare.


Kebakaran terbaru terjadi di kawasan perbatasan Desa Batu Belaman dan Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Minggu (12/7/2026). Laporan diterima Pos Komando Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar sekitar pukul 13.45 WIB, dan lima menit kemudian personel langsung bergerak menuju lokasi.


Setibanya di lokasi, petugas mendapati api masih berkobar di lahan mineral kosong yang dipenuhi rerumputan serta semak belukar kering. Cuaca terik disertai angin kencang membuat api cepat merambat sehingga diperlukan penanganan segera agar tidak meluas.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Adnan Santana, mengatakan kondisi cuaca menjadi faktor utama meningkatnya potensi kebakaran dalam beberapa hari terakhir.


"Selama empat hari terakhir kami sudah menangani delapan kejadian karhutla dengan total luasan sekitar 9,5 hektare. Kondisi cuaca yang sangat panas dan angin kencang memang menjadi tantangan di lapangan sehingga masyarakat kami minta benar-benar waspada," ujarnya.

Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare. Berkat respons cepat tim gabungan, sekitar 0,3 hektare berhasil dipadamkan sebelum api merambat lebih jauh ke kawasan sekitar.


Operasi pemadaman melibatkan personel TRC BPBD Kobar, Manggala Agni, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta relawan Huma Singgah Itah (HSI).


Dalam proses penanganan, tim mengerahkan berbagai peralatan, di antaranya mobil tangki suplai air, selang, nosel, sambungan Y connection, kendaraan operasional, hingga sepeda motor trail untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses.


Setelah hampir dua jam melakukan pemadaman, seluruh titik api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas memastikan tidak ada lagi titik api maupun kepulan asap yang tersisa di lokasi kejadian.


Adnan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca saat ini masih berpotensi meningkatkan risiko karhutla.


"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila melihat titik api. Semakin cepat informasi kami terima, semakin cepat pula penanganan dilakukan sehingga kebakaran tidak meluas," tegasnya.

BPBD Kobar berharap partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan kemunculan titik api dapat mempercepat penanganan sekaligus mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas selama musim kemarau. -red


Penulis: Angel

Editor: Emuna Asie

Comments


bottom of page