Hari Anak Nasional, Pemprov Kalteng Tekankan Lingkungan Aman dan Bebas Kekerasan
- Fransisca Fethy Angelina
- 6 days ago
- 2 min read

KALTENG NETWORK, PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 menjadi momentum Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak, termasuk memastikan mereka terlindungi dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi.
Pesan tersebut disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (23/7/2026).
Dalam upacara tersebut, Linae membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Arifatul Choiri Fauzi. HAN tahun ini mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dengan tagline “Sayang Anak, Sayang Indonesia”.
Dalam amanat tersebut ditegaskan, anak harus ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional. Pemenuhan hak dan perlindungan perlu berjalan beriringan dengan memberikan ruang kepada anak untuk menyampaikan pendapat dan terlibat dalam hal-hal yang berkaitan dengan kehidupannya.
“Anak bukan sekadar objek, tetapi subjek pembangunan yang berhak didengar, dihargai pendapatnya, dan dipenuhi hak-haknya sebagai generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Linae.
Perlindungan anak, lanjutnya, tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Keluarga, sekolah, lingkungan sosial, hingga masyarakat memiliki peran dalam memastikan anak dapat tumbuh dan berkembang dengan aman.
“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat harus memastikan setiap anak tumbuh di lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi,” tegasnya.
Kolaborasi tersebut salah satunya didorong melalui Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas #RANA) dan kampanye BERLIAN atau Bersama Lindungi Anak.
Linae mengajak berbagai elemen masyarakat menjadikan gerakan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun ruang yang lebih ramah bagi anak, baik di lingkungan keluarga, pendidikan maupun masyarakat.
“Mari kita bergerak bersama melalui semangat BERLIAN dan Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak agar setiap anak Indonesia dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, cerdas, bahagia, peduli, berani, dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Di luar pesan mengenai perlindungan anak, Linae turut mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah di pekarangan yang berpotensi memicu kebakaran.
Upacara HAN ke-42 tersebut diikuti para asisten, staf ahli gubernur, kepala biro, serta ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah. -red
Penulis: Angel Editor: Emuna Asie





















Comments